Bentrokan di Lapangan Baghdad, Sedikitnya 3 Tewas
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bentrokan di Lapangan Baghdad, Sedikitnya 3 Tewas
VOA Indonesia - Bentrokan di Lapangan Baghdad, Sedikitnya 3 Tewas
Pasukan keamanan Irak menembakkan peluru tajam dan gas air mata untuk mengatasi bentrokan baru dengan demonstran anti-pemerintah di Baghdad hari Jumat (15/11), yang menewaskan sedikitnya tiga demonstran. Sementara itu pemimpin Syiah terkemuka di Irak mengingatkan pemerintahnya untuk melakukan reformasi politik. Tanpa mengindahkan gas air mata yang membubung ke udara, para demonstran berulangkali berkumpul untuk berusaha merobohkan tembok beton yang menghalangi akses ke Lapangan Khilani. Pasukan keamanan mendirikan penghalang untuk mencegah para demonstran melintasi jembatan yang mengarah ke Zona Hijau yang membentengi pusat pemerintahan dan banyak kedutaan asing. Sejumlah sopir truk mengangkut korban luka-luka ke tenda-tenda medis darurat. Banyak demonstran yang muntah di lantai ketika tiba di tenda itu, dengan mengatakan gas air mata yang digunakan adalah yang terkuat yang pernah mereka alami. “Kami tidak takut pada mereka,” ujar Akeel, yang berusia 21 tahun. “Mereka sudah melakukan yang terburuk dan tanggapan mereka yang sangat keras semakin menguatkan kami,” tandasnya. Korban tewas hari Jumat ini menambah jumlah demonstran yang tewas dalam 24 jam terakhir di sekitar lapangan itu menjadi empat orang. Lapangan Khilani telah menjadi pusat bentrok setiap hari. Sedikitnya 320 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka sejak terjadinya kerusuhan pada 1 Oktober lalu, ketika puluhan ribu demonstran yang marah turun ke jalan-jalan karena meluasnya korupsi, kurangnya lapangan kerja dan buruknya layanan dasar di negara yang kaya minyak itu. (em/pp)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV