Kiri Kanan
Program Medis Kuba di Luar Negeri Jadi Sumber Kontroversi
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Program Medis Kuba di Luar Negeri Jadi Sumber Kontroversi
VOA Indonesia - Program Medis Kuba di Luar Negeri Jadi Sumber Kontroversi
Sebuah program medis Kuba di luar negeri yang banyak dipuji dituduh telah ikut mendorong protes di negara-negara yang pemerintahannya tidak disukai Kuba. Kuba hari Jumat (15/11) mengatakan telah menarik 700 anggota misi medis dari Bolivia setelah pemerintah baru negara itu menahan empat anggota program tersebut. Program misi medis Kuba di Bolivia itu didukung oleh mantan Presiden Evo Morales yang kini hidup di pengasingan, setelah ia mendapatkan suaka di Meksiko pasca pengunduran dirinya. Empat anggota misi medis Kuba itu dituduh telah mengobarkan protes terhadap pemerintah baru Bolivia yang tidak disukai Kuba. Misi medis Kuba di Ekuador yang beranggotakan 400 personil juga dinyatakan berakhir minggu ini, seiring munculnya tuduhan dari Menteri Dalam Negeri Ekuador bahwa misi itu telah menyalahgunakan paspor-paspor resmi untuk membawa 250 warga Kuba dalam protes menentang Presiden Lenin Moreno. Kuba juga menentang pemerintahan Moreno.  Presiden Brazil Jair Bolsonaro juga mengakhiri program medis Kuba di negaranya segera setelah mulai menjabat tahun lalu. (em/pp)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pedemo Peringatkan Polisi Hong Kong agar Tak Serbu Kampus
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Seorang pedemo yang mengenakan penutup muka mengatakan mahasiswa yang masih bertahan di kampus Unive...
Trump Tanda Tangani RUU Mendukung Demonstran Hong Kong
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Presiden Donald Trump telah menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU) untuk menunjukkan dukun...
Protes Kematian Pedemo dan Ekonomi Buruk, Ribuan Demo di Kolombia 
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Puluhan ribu warga Kolombia berdemo pada Rabu (27/11) untuk memprotes tewasnya seorang pedemo serta ...
China Ancam Balas Jika AS Ngotot Ikut Campur Masalah Hong Kong
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Kementerian Luar Negeri China, Kamis (28/11), mengatakan akan mengambil “tindakan pembalasan yang ...
Sydney Hapus Pembatasan Konsumsi Minuman Beralkohol
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Kehidupan malam di Kota Sydney dianggap kurang meriah bagi banyak orang. Namun, hal itu akan segera ...
Koala Menderita dalam Kebakaran Hutan di Australia
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Lebih dari dua juta hektare lahan, termasuk wilayah hutan yang luas, hangus dalam krisis kebakaran h...
Liga Arab Tawarkan Bantu Lebanon Akhiri Krisis Politik
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Liga Arab mengatakan siap membantu Lebanon menyelesaikan kebuntuan politiknya, setelah negara itu be...
Aktivis Hong Kong Serukan Agar Dunia Ikuti Jejak AS
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Sambil meneriakan kata-kata ”Dukung Hong Kong”, para aktivis pro-demokrasi, Kamis, mendesak duni...
Arab Saudi Bebaskan 3 Pengecam Pemerintah
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Tiga orang yang ditangkap pemerintah Arab Saudi baru-baru ini dalam usaha membungkam aktivitas HAM m...
Harapan Menyusut di Albania, Korban Tewas Akibat Gempa Capai 40
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Harapan untuk menemukan korban yang masih hidup akibat gempa di Albania menyusut pada Kamis (28/11),...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)