Finlandia: Puolanka, kota mati yang jadi pusat pesimisme global
Elshinta
Rabu, 27 November 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Finlandia: Puolanka, kota mati yang jadi pusat pesimisme global
BBC Indonesia - Finlandia: Puolanka, kota mati yang jadi pusat pesimisme global

Sebuah kota di Finlandia menjadi pemberitaan atas segala alasan yang tidak tepat. Penduduk lokal akhirnya menyebut kota mereka sebagai yang terburuk.

Saat Anda hampir tiba di Puolanka, sebuah kota kecil di tengah Finlandia, rambu-rambu besar berwarna kuning cerah akan terlihat di tepi jalan. Pada sore yang kelabu, penanda itu tampak semringah sampai Anda benar-benar melihat yang tertulis di sana.

"Apakah kamu tersesat? Kota selanjutnya: Puolanka," begitu satu rambu memberi peringatan.

"Segera, Puolanka. Anda masih punya waktu untuk berbalik," rambu-rambu lainnya memperingatkan Anda.

"Ada orang yang setiap hari berfantasi tentang merobohkan tanda-tanda itu," kata Tommi Rajala (41), Direktur Eksekutif Asosiasi Pesimis Puolanka.

Kelompok yang dipimpinnya berada di belakang seluruh papan nama tadi.

Puolanka mengubah pesimisme menjadi sebuah citra. Kota ini menjadi tuan rumah festival pesimisme, musik, dan bahkan toko online. Semuanya disajikan dengan sentuhan humor yang kelam.

Video yang menggambarkan Puolanka dengan segala pesimistisnya telah ditonton ratusan ribu kali di internet.

Wali Kota Harri Peltola mengatakan, ketika dia memberi tahu orang Finlandia lainnya tentang kampung halamannya, semua orang menyebut pesimisme.

"Banyak orang saat ini, setelah mendengar kata pesimis, menancapkan imajinasi mereka kepada Puolanka," kata Rajala.

Jadi apa alasan kota kecil yang terpencil dan sederhana itu melekatkan diri pada identitas yang ceria seperti itu? Dan apa arti deklarasi sebagai pusat pesimisme global bagi Puolanka?

Hak atas foto DeAgostini/Getty Images
Image caption Finlandia memiliki berbagai wilayah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk urban, salah satunya kawasan Lapland.

Angka-angka suram

Citra baru Puolanka yang suram muncul di tengah latar belakang perubahan demografis dan gelombang pers nasional yang tidak memuaskan.

Seperti banyak negara maju, angka kelahiran Finlandia menurun dan populasinya menua. Prospek Finlandia lebih suram ketimbang para tetangganya di Skandinavia seperti Swedia.

Laporan terbaru dari Statistik Finlandia memperkirakan populasi akan mulai menurun pada tahun 2031, meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak pada kesejahteraan sosial dan sistem perawatan kesehatan.

Hasil kajian terbaru Badan Statistik Finlandia memperkirakan populasi negara ini akan mulai menurun tahun 2031. Prediksi itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak demografi terhadap kesejahteraan sosial dan sistem kesehatan.

Kota yang paling terpukul adalah kota seperti Puolanka, tempat yang digambarkan Rajala sebagai kota paling terpencil di provinsi paling terpencil di Finlandia.

Puolanka berpenduduk sekitar 2.600 orang. Dari jumlah itu, lebih dari 37% di antaranya berusia di atas 64 tahun.

Populasi Puolanka berkurang setengah sejak 1980-an. Salah satu faktor penyebabnya adalah perkotaan yang lebih dan terus-menerus memikat kaum muda.

Timo Aro, pakar demografi di Finlandia, menyebut perubahan populasi menciptakan pemenang dan pecundang. Puolanka, menurutnya, adalah salah satu pecundang.

"Jika Anda melihat data dan angka di Puolanka, seluruhnya cukup suram dalam semua sudut pandang, tidak peduli seberapa positif Anda menafsirkannya," kata Aro.

Hak atas foto Loop Images via Getty Images
Image caption Seperti fenomena serupa di negara lain, sebagian penduduk Finlandia memilih berurbanisasi ke kota besar, termasuk Helsinski.

Rajala mengingat suatu periode di awal dekade 2000-an ketika kemunculan Puolanka di media selalu dalam sudut pandang negatif.

Rajala berkata, gerakan pesimisme pun akhirnya muncul karena kota itu terus-menerus disebut sebagai contoh terburuk dari semua yang terkait data demografi.

"Baiklah, kita yang terburuk, tapi kita akan menjadi yang terburuk di Finlandia," begitu pemikiran warga lokal saat itu.

Pada sore hari kerja, pusat kota Puolanka sepi. Bus lewat enam kali seminggu dari Oulu, sebuah kota besar yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Puolanka.

Terdapat sejumlah toko kelontong, apotek, pompa bensin yang menjadi tempat berkumpul penduduk setempat. Di sana mereka mengobrol dan minum kopi.

Ada pula satu restoran yang beroperasi saat jam makan siang. Sebagian besar penduduk Puolanka bekerja di sektor jasa dan pertanian.

Jaakko Paavola (63) mengelola toko buku di sebelah balai kota. Ia terlibat ketika gerakan pesimisme pertama kali muncul pada pertengahan dekade 2000-an.

Acara bertajuk malam pesimisme" digelar untuk melengkapi rangkaian festival musim panas yang membosankan. Alih-alih berbiaya masuk, peserta harus membayar biaya keluar.

"Orang-orang datang tidak hanya untuk melihat program, tetapi untuk melihat satu sama lain," kata Paavola mengenang acara itu.

"Dengan semangat pesimisme yang sebenarnya, mereka akan berkata kepada tetangga mereka Saya melihat Anda masih hidup," ujarnya.

Riitta Nykanen (60), yang juga terlibat sejak awal, mengingat bagaimana peristiwa itu pertama kali terjadi secara organik.

"Seorang pria mengatakan bahwa tidak ada yang berhasil di sini, bahkan pesimisme sekalipun," tuturnya.

Namun sesuatu yang digagas di antara teman-teman itu tumbuh menjadi kelompok pesimis yang mengorganisir lebih banyak acara lokal. Mereka bahkan pernah tampil di seluruh Finlandia.

Selama bertahun-tahun, Nykanen, yang bekerja sebagai perawat di panti jompo setempat, menjadi pemeran utama dalam video musik yang tayang di internet.

Nykanen juga menjadi anggota band yang pesimis bernama Trauma Group. Kelompok musik ini yang masih sesekali tampil berdasarkan permintaan.

Hak atas foto Saila Huusko
Image caption Pertemuan para anggota Asosiasi Pesimis di pusat kota Puolanka.

Setelah berkegiatan hampir satu dekade terakhir, kelompok pesimis di Puolanka yang paling awal membubarkan diri tahun 2016. Keputusan itu diambil karena jumlah anggota aktif yang terus menurun.

Namun segera setelah pembubaran itu, pemerintah lokal mempekerjakan Rajala, yang tumbuh di Puolanka tetapi menghabiskan nyaris dua dekade merantau di kota besar dan luar negeri.

Tugas yang diberikan kepadanya adalah mengembangkan layanan kota melalui jaringan internet. Tapi ia juga ditugaskan memelihara dan mengembangkan dan memasarkan citra Puolanka yang pesimis.

Pada video pertama yang ia buat, Rajala secara sarkastik mengajak penonton menonton tur di Puolanka. Video yang penuh humor gelap itu telah ditonton 200 ribu kali. Adapun video keduanya mencapai angka setengah juta penonton.

"Biasanya iklan dibuat untuk membuat segala sesuatu tampak lebih baik daripada sebelumnya," kata Rajala.

"Hal terbaik tentang pesimisme adalah kenyataan bahwa saya tidak perlu berbohong."

Usai mengelola citra pesimisme itu, Rajala meninggalkan pekerjaannya di pemerintahan kota. Tapi ia masih bekerja paruh waktu untuk memimpin asosiasi pesimis, sebuah organisasi nirlaba terdaftar yang sebagian besar aktivitasnya dijalankan sukarelawan.

Perkumpulan itu didanai pendapatan toko online dan sejumlah acara yang sesekali mereka gelar. Asosiasi itu juga mendapat dana hibah untuk proyek-proyek individual seperti musikal musim panas dari kotamadya dan Uni Eropa.

Hingga kini, mereka masih membuat video pemasaran kota Puolanka.

Salah satu tema yang mereka angkat adalah jumlah penduduk perempuan yang relatif sedikit.

Pada umumnya penduduk perempuan lebih banyak meninggalkan kota kecil ketimbang laki-laki. Di Puolanka, laki-laki berjumlah dua pertiga dari total penduduk dalam kelompok usia 20-29 tahun.

Dalam sebuah video promosi, sosok yang tak dianggap pahlawan dan ahli melaut diperankan Antti Ryynänen (22). Dalam serangkaian video pemasaran Puolonka, ia menjelajah kota untuk mencari wanita.

Suatu ketika, ia mendaftar ke aplikasi Tinder. Dan ia justru bertemu ibunya dalam aplikasi pencarian jodoh itu

"Itu bukan humor yang sangat mendalam," kata Rajala, "tapi itu dimulai dengan pemikiran bahwa satu-satunya wanita yang bertemu di Puolanka adalah ibumu sendiri."

Hak atas foto Saila Huusko
Image caption Tommi Rajala, pimpinan Asosiasi Pesimis Puolanka, sebuah organisasi non-profit yang terdaftar dijalankan sukarelawan.

Rajala yakin bahwa sebuah babak baru baru saja dimulai untuk citra pesimisme Puolanka. Media sosial memperkuat citra itu, toko online mereka menerima aliran pesanan kaos bertuliskan slogan seperti orang tua yang pemarah dan wanita yang sulit.

Pertunjukan musikal musim panas lalu di kota itu menarik penonton dari seluruh negeri dan kemungkinan bakal kembali digelar musim panas ini.

Ruang publik baru yang didedikasikan untuk pesimisme akan tersedia bagi pengunjung yang melewati pusat kota dalam perjalanan ke Lapland.

Sementara terkait masa depan, Rajala berharap dapat melihat citra pesimistis itu di sampul sebuah majalah.

Namun, kata dia, sejauh ini belum ada strategi. "Kami baru saja melakukan hal-hal yang tampak menyenangkan bagi kami."

Jangan lawan kota besar

Timo Aro menilai tren penurunan penduduk di kota-kota pinggiran seperti Puolanka akan terus berlanjut. "Banyak tempat seperti Puolanka menunggu perubahan besar itu," katanya.

Beberapa kelompok kini berbicara tentang gerakan anti-urbanisasi yang akan menjauhkan orang-orang dari kota. Akan tetapi sejauh ini gerakan itu urung terjadi.

Namun Aro percaya bahwa Puolanka telah melakukan berbagai upaya secara maksimal. "Meskipun setiap data demografi menempatkannya di bagian bawah, masih ada perasaan mengubah sesuatu yang negatif menjadi sumber daya bersama."

Wali Kota Puolanka, Harri Peltola, ternyata memendam harapan yang lebih besar. Dia percaya bahwa lingkungan alami Puolanka yang tenang akan menarik minat bagi sebagian orang.

Memang, hutan di sekitarnya menawarkan banyak buah dan jamur, sementara Hepoköngäs, salah satu air terjun tertinggi di negara ini, berjarak selemparan batu.

Ada banyak salju dan udara bersih. Bahkan jika orang tidak tinggal di Puolanka secara permanen, mereka bisa menyewa kabin musim panas di atau dan sekitar Puolanka.

Selama liburan, populasi kota hampir berlipat ganda. Tantangan yang dihadapi pemerintahan kota itu adalah membuat penduduknya sadar akan apa yang ditawarkan Puolanka.

"Anda harus memiliki sesuatu yang membuat orang tertarik dan saya pikir pesimisme telah bekerja dengan baik untuk itu," katanya.

Walau Rajala menyebut masih banyak yang harus terhadap citra pesimisme, anggapan itu tida`k menghentikannya untuk melihat bahwa hari-hari di kota kecil ini mungkin sudah dihitung.

Bagaimanapun, kata dia, seorang pesimis tidak akan pernah kecewa. "Jika Anda tinggal di sini dan menghabiskan waktu bermimpi tentang bagaimana Puolanka akan menjadi lebih baik dan bagaimana lebih banyak orang akan datang suatu hari, Anda bertarung dengan kota-kota besar," kata Rajala.

Penilaiannya itu mengarah pada frustrasi.

"Namun jika Anda menerima fakta sebagaimana adanya dan kemudian menggunakan kenyataan itu untuk tujuan Anda, Anda dapat benar-benar hidup di kota ini," ujar Rajala.

Perkataannya itu kini lebih terdengar seperti seorang optimis.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris, Puolanka, Finland worlds most pessimistic town, di laman BBC Worklife.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV