Jokowi Ingin Gantikan Sejumlah Aparat Sipil dengan Kecerdasan Buatan
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 08:57 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jokowi Ingin Gantikan Sejumlah Aparat Sipil dengan Kecerdasan Buatan
DW.com - Jokowi Ingin Gantikan Sejumlah Aparat Sipil dengan Kecerdasan Buatan

Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan ini di hadapan para pemimpin perusahaan sewaktu menyusun agenda jangka kedua yang bertujuan mengubah struktur ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam.

Selama ini ada empat eselon di tingkatan pemerintahan sipil, yaitu eselon I, II, III dan IV. Jokowi pun berencana untuk mengganti eselon III dan IV dengan kecerdasan buatan.

Sedangkan aparat yang bersangkutan nantinya akan diberikan jabatan yang bersifat fungsional.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia harus beralih ke manufaktur canggih, seperti kendaraan listrik dan menggunakan bahan baku seperti batu bara dan bauksit di industri itu dan bukannya hanya untuk diekspor.

Transformasi seperti itu dinilai akan membutuhkan investasi asing dan Jokowi mengatakan dia akan meningkatkan iklim bisnis dengan memperbaiki puluhan aturan yang tumpang tindih dan memotong birokrasi.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Jerman Paling Hebat Sedunia

Perbaiki alur birokrasi

"Saya telah memerintahkan menteri (pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi) untuk menggantikan mereka dengan AI. Birokrasi kita akan lebih cepat dengan AI," katanya, merujuk pada kecerdasan buatan. Namun, dia menambahkan rencana ini akan membutuhkan persetujuan DPR.

Jokowi tidak merinci lebih lanjut terkait peran mana yang akan dihapus atau bagaimana teknologi ini akan digunakan. Ia juga mengatakan bahwa rencana ini masih harus dibicarakan dengan DPR.

Baca juga: Direktur EKONID: Aturan Berbisnis di Indonesia Membingungkan Investor

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini pada sekitar 5,04 hingga 5,05 persen, lebih rendah dari target 5,3 persen karena perlambatan ekonomi global.

ae/ts (Reuters, kompas.com)



Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Kamis (28/11) meminta lembaga pemerintah untuk menghapus dua jajaran pegawai negeri pada tahun 2020 dan menggantikan peran mereka dengan kecerdasan buatan.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
SARS-CoV-2: Kenapa Proses Kilat Pengembangan Vaksin Tidak Berisiko
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Lebih dari 170 kandidat vaksin SARS-CoV-2 sedang dikembangkan. Tujuh di antaranya sudah memasuki fas...
Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyetujui pernyataan yang mem...
Cara Dunia Cegah Perang Harga Vaksin COVID-19: Bagaimana dengan Indonesia?
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Ketika Jonas Salk menemukan vaksin polio tahun 1953, Jonas Salk tidak mematenkan vaksin polio terseb...
Instalasi Multimedia Singkirkan Sejarah Kelam Perang Dunia II
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Sejarah kelam Perang Dunia II di kota Bordeaux masih hantui sisa-sisa galangan kapal selam. Hingga a...
Masa Pandemi Corona: Tantangan bagi Teokrasi Iran
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Kekecewaan menyelimuti warga Syiah di Iran. Mereka tidak diizinkan untuk ambil bagian dalam prosesi ...
Kekerasan Seksual di Mesir: Melawan Budaya Diam
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
“Dia menjambak rambut saya dan melemparkan saya ke lantai. Dia membuka kancing celana. Saya me...
Cendekiawan di Jerman Keluhkan Sikap Permusuhan Terhadap Muslim
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Para akademisi Islam di Jerman lainnya mengeluhkan meningkatnya permusuhan terhadap muslim dan hamba...
PKI di Mata Tarzie Vittachi, Wartawan Pertama Penulis Buku G30S
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Wartawan asal Sri Lanka, Tarzie Vittachi menulis buku yang cukup penting sebagai rujukan sejarah kar...
Aktivis Malaysia Maryam Lee Bicara Soal Kebebasan bagi Perempuan Soal Hijab
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Apa tuduhan “kejahatan“ terhadap Maryam Lee? Berbicara tentang keputusannya untuk berhen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV