Ariel Ries, Komikus Darah Indonesia yang Kenalkan Keberagaman di Australia
Elshinta
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:31 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ariel Ries, Komikus Darah Indonesia yang Kenalkan Keberagaman di Australia
ABC.net.au - Ariel Ries, Komikus Darah Indonesia yang Kenalkan Keberagaman di Australia

Ariel Slamet Ries mendalami identitasnya sebagai orang Indonesia melalui komik remaja berjudul Witchy buatannya ketika sedang kuliah di Denmark.

Kenal Identitas Lewat Karya

Komik yang sering masuk ke daftar komik web terbaik di kategori inklusif LGBTQI+ sejak tahun 2014 itu menceritakan hubungan antar perempuan dan alam sekitarnya.

Berkat nominasi dari ajang penghargaan komik dan kartun di Amerika Serikat Ignatz Award untuk kategori Outstanding Online Comic di tahun 2015, nama Witchy kini dikenal secara internasional.

"Sebenarnya saya masih terhubung dengan identitas saya sebagai orang Indonesia," kata Ariel yang saat ini berumur 25 tahun dan sejak kecil tinggal di Melbourne, Australia.

"Beberapa bagian [dari identitas tersebut] saya dalami ketika membuat komik Witchy, yang beberapa bagiannya terinspirasi cerita dari Asia Tenggara dan [menggunakan] desain Islami."

Kalau bukan karena masakan Indonesia buatan ibunya dan komik itu, Ariel mengatakan mungkin sudah putus hubungan dengan identitasnya sebagai orang Indonesia.

"[Komik] ini menjadi salah satu cara terbaik untuk saya berhubungan dengan kebudayaan saya yang kemungkinan besar sudah hilang [kalau komik itu tidak pernah dibuat]," katanya kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"Cara lain [saya berhubungan dengan budaya Indonesia] adalah melalui makanan, soto ayam, gado-gado dan rendang adalah kesukaan saya."

Perempuan yang suka memasak bubur ayam ketika tidak enak badan ini mengatakan budaya memasak masakan Indonesia diturunkan dalam keluarganya.

"Nenek saya pandai memasak. Dan kecintaan [terhadap makanan Indonesia] ini diturunkan dari generasi ke generasi."

Terinspirasi kisah pribadi

Ide tentang keberagaman dalam masyarakat juga menjadi fokus Ariel dalam komik Witchy yang awalnya hanya ingin dibuat setebal 50 halaman itu.

Hal tersebut muncul dari pengalamannya sebagai seorang perempuan berdarah Australia-Indonesia yang semasa bertumbuh jarang melihat representasi diri sendiri di media.

"Tumbuh besar tanpa melihat orang Indonesia atau orang Asia atau orang campuran di televisi atau dalam buku sangatlah mengisolasi buat saya," kata dia.

"Dunia kita ini sangat berwarna dan beragam. Penting sekali menurut saya untuk menampilkan berbagai jenis cerita hidup manusia."

Topik keadilan sosial, hak-hak sipil dan kelompok tertindas juga menjadi ide lain yang muncul dalam Witchy.

Perjalanan hidup karakter protagonis bernama Nyneve menggambarkan pengalaman Ariel ketika mempelajari dunia sekitarnya sebagai seorang remaja.

"[Dalam kehidupan saya contohnya], saya frustasi melihat sifat pemerintah yang menolak pengungsi dan perubahan iklim," kata perempuan yang hobi menjahit dan nonton film itu.

"Inilah yang membuat saya menjadi lebih aktif terlibat dalam protes berkenaan dengan isu tersebut tahun ini."

September lalu, empat bab pertama dari komik web Witchy sudah dikemas dalam bentuk cetak oleh penerbit Lion Forge Comics yang ada di Amerika Serikat.

Penerbit tersebut memiliki fokus untuk menerbitkan karya dari komikus dengan latar belakang kebudayaan yang beragam.

Perjuangan mempertahankan identitas

Ariel lahir dari seorang ayah berkebangsaan Australia yang besar di Queensland dan ibu yang berasal dari Jawa namun pindah ke Melbourne di usia belia.

Tidak seperti kebanyakan orang, ia mengatakan perjuangan mempertahankan identitas Indonesia bagi keluarga dari pihak ibunya tidaklah mudah.

"Keluarga Indonesia saya pindah di masa kebijakan kulit putih Australia di tahun 1960-an, di mana asimilasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," kata dia.

"Ibu saya berusaha merangkul kebudayaan Australia sekuat tenaga, sampai ikut kelas seni deklamasi supaya mengerti bagaimana cara berperilaku layaknya perempuan Australia yang baik."

Sayangnya, menurut Ariel, perasaan sebagai seorang outsider tetap saja ada dalam diri ibunya karena prasangka yang selalu muncul terhadap identitasnya sebagai orang Indonesia dan seorang perempuan.

Hal tersebut membuat sang ibu yang bernama Diny melakukan upaya yang menurutnya dapat mempermudah proses adaptasinya dan kakak perempuannya, Rihana, di Australia.

"Inilah mengapa ia memberi kami nama "berbau Kristen" dan tidak mengajarkan Bahasa Indonesia agar kami dapat menyesuaikan diri semudah mungkin."

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV