UU "Agen Asing" di Rusia Dipakai Untuk Menekan Jurnalis dan Media
Elshinta
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
UU
DW.com - UU "Agen Asing" di Rusia Dipakai Untuk Menekan Jurnalis dan Media

Pemerintah Rusia di bawah pemerintahan Presiden Vladimir Putin sekarang tidak hanya mengklasifikasikan LSM yang menerima dana dari luar negeri sebagai "agen asing", melainkan juga media dan portal berita yang melibatkan investasi maupun asing.

Presiden Vladimir Putin hari Selasa (3/12) menandatangani UU yang telah direvisi. Outlet media dan perusahaan pers sekarang bisa diklasifikasikan sebagai agen asing, jika menerima investasi asing maupun kontribusi asing terkecil. Itu berarti, para staf, jurnalis lepas maupun blogger yang menulis untuk media itu bisa dianggap sebagai agen asing.

Ketua Komisi Informasi, Teknologi dan Komunikasi di parlemen Rusia, Leonid Levin memang menjelaskan bahwa wartawan yang hanya meliput topik-topik seperti olahraga atau musik akan memiliki "risiko minimal ditempatkan pada daftar orang yang harus diamati", namun jika seseorang menulis tentang "tentang topik sosial atau politik, itu bisa menjadi lebih rumit."

Dia menegaskan, pernyataan ini adalah "pandangan pribadinya." Kementerian Luar Negeri dan Keadilan memiliki suara pamungkas di mana organisasi dan individu diklasifikasikan sebagai agen asing. Dia juga menambahkan, yang memiliki keputusan akhir tentang itu adalah Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kehakiman.

Daftar panjang

Sejak Vladimir Putin kembali ke kursi kepresidenan pada tahun 2012, tekanan terhadap organisasi media dan LSM ditingkatkan. Organisasi nirlaba yang mendapat dana internasional diminta untuk mendaftarkan diri "agen asing" dan kegiatan mereka diawasi lebih ketat. Mulai 2017, undang-undang diperluas dan mencakup perusahaan media.

Organisasi media dan LSM yang masuk dalam daftar pantauan pemerintah akan menjalani pemeriksaan ketat dan berulang-ulang, dan harus secara terbuka mengidentifikasi diri mereka sebagai agen asing di situsinternetnya dan dalam publikasi mereka. Pelanggaran terhadap aturan itu bisa dikenai sanksi denda tinggi atau dihentikan operasinya.

Oktober lalu, Mahkamah Agung Rusia memerintahkan pembubaran kelompok hak asasi Gerakan Lev Ponomarev berdasarkan aturan baru yang terus menerus diperbarui itu.

Dunja Mijatovic, komisaris hak asasi manusia di Dewan Eropa mendesak parlemen Rusia, Duma, untuk tidak merevisi UU tersebut lebih lanjut. Hal itu "akan menjadi pukulan besar bagi kebebasan media dan kemampuan orang untuk menerima dan menyampaikan informasi," katanya.

Aparat keamanan Rusia saat ini mengklasifikasikan 74 LSM sebagai agen asing. Dan, menurut Departemen Kehakiman, 10 outlet media yang beroperasi di Rusia sudah diklasifikasikan sebagai "agen asing". Di antaranya Voice of America, Radio Free Europe dan Radio Liberty (RFE/RL).

(hp/vlz)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV