Amnesty International: 208 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran
Elshinta
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Amnesty International: 208 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran
DW.com - Amnesty International: 208 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran

Setidaknya 208 orang telah tewas di Iran selama protes yang terjadi bulan lalu menyusul kenaikan harga bahan bakar yang ditetapkan oleh pemerintah Iran, Amnesty International mengatakan dalam laporannya, Senin (02/12).

"Jumlah korban yang diyakini tewas selama demonstrasi yang pecah pada 15 November di Iran meningkat menjadi setidaknya 208 orang, demikian berdasarkan laporan kredibel yang diterima oleh organisasi ini," kata Amnesty International dengan menambahkan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Angka baru ini menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa meningkat hampir sebanyak 50 orang. Amnesty mengatakan puluhan korban tewas tercatat di kota Shahriar di Provinsi Teheran, "salah satu kota dengan jumlah korban tewas terbanyak."

Protes yang disusul kerusuhan terjadi pada tanggal 15 November 2019 setelah pemerintah secara mengejutkan mengumumkan kenaikan harga bensin sebesar 200 persen. Kenaikan ini kemudian dibatalkan oleh pihak berwenang yang kemudian memberlakukan pemblokiran internet selama satu minggu di negara itu.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Peringatkan Akan "Menekan Mundur Musuh" Iran

Angka kematian ini adalah "bukti bahwa pasukan keamanan Iran melakukan pembunuhan yang mengerikan," ujar Philip Luther selaku Kepala Riset dan Advokasi Amnesty International untuk wilayah Timur Tengah. Luther meminta komunitas internasional untuk memastikan bahwa mereka yang terlibat agar dituntut bertanggung jawab.

Iran belum umumkan angka resmi

Pihak otoritas Iran mengatakan ada sekitar 200.000 orang berdemonstrasi pada bulan lalu. Sejumlah orang menyerang beberapa bank, kantor polisi dan pompa bensin. Protes meluas ke 100 kota dan wilayah di negara ini.

Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, menambahkan bahwa menurut informasi yang mereka kumpulkan, "keluarga korban diancam dan diperingatkan untuk tidak berbicara kepada media, atau mengadakan upacara pemakaman untuk orang yang mereka cintai."

Iran belum merilis angka resmi secara nasional terkait korban kerusuhan ini, namun telah mengkonfirmasi jatuhnya lima korban jiwa. Negara ini juga menolak jumlah korban yang sebelumnya diajukan oleh Amnesty International.

Baca juga: Ekonomi Iran Merosot Tajam di Bawah Sanksi AS

Juru Bicara Parlemen Iran, Ali Larijani, tidak menyebutkan angka kematian resmi yang baru ketika ditanya tentang hal ini dalam konferensi pers yang disiarkan pada hari Minggu (01/12).

"Bahwa ada beberapa orang terluka dalam insiden baru-baru ini atau memiliki masalah atau properti mereka dibakar atau rusak ... pihak keamanan pasti akan menindaklanjuti dan itu adalah tanggung jawab mereka untuk melakukannya," katanya.

Konstitusi Iran mengatakan bahwa protes adalah hak, lanjutnya, tetapi "masalahnya adalah ketika protes berubah menjadi tindak kekerasan dan beberapa orang menggunakan senjata api dan senjata tajam."

ae/vlz (AP, AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV