Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot
Elshinta
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot
DW.com - Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot

Di usianya yang menginjak 29 tahun, Spandan Sharma tidak memiliki apartemen, mobil, bahkan kursi. Pemuda ini termasuk salah satu dari sekian banyak generasi milenial di India yang tidak mengikuti norma tradisional dan memilih untuk menyewa semuanya mulai dari barang-barang rumah tangga hingga ponsel pintar.

"Milenial di kelompok usia saya ingin kebebasan dan apa yang sebelumnya dilihat sebagai tanda stabilitas, kini dianggap beban," kata Sharma. "Orang tua saya sama sekali tidak memahami konsep menyewa mebel. Mereka tidak sepenuhnya setuju dengan gagasan itu," katanya. "Mereka mengatakan dalam jangka panjang akan jauh lebih baik membeli mebel daripada menyewa."

Eksekutif yang tinggal di Mumbai ini memutuskan untuk membayar 4.247 rupee (Rp 835 ribu) per bulan untuk menyewa perabotan mulai dari furnitur untuk kamar tidur, ruang tamu dan ruang makan beserta kulkas dan microwave. Sharma tidak sendiri, puluhan ribu orang di India melakukan hal yang sama.

Bahkan kantor-kantor pun menyewa meja dan kursi mereka, kata pengusaha perintis Vandita Morarka. Ketika Morarka mendirikan organisasi nirlaba yang bersifat feminis yaitu One Future Collective pada tahun 2017, dia menyewa hampir semua yang dia butuhkan, mulai dari meja kerja, kursi, hingga laptop. Lalu menggunakan uang yang seharusnya dipakai membeli mebel untuk membayar gaji 25 orang stafnya.

"Cara ini memungkinkan saya untuk mengambil lebih banyak risiko... Dan jika semua berjalan tidak seperti rencana, kita bisa tutup tanpa harus kehilangan investasi dalam jumlah besar dan mulai lagi di tempat lain."

Ekonomi berbagi

Konsep ekonomi berbagi adalah fenomena global yang diharapkan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 335 miliar dolar AS pada tahun 2025, menurut PricewaterhouseCoopers.

Di Amerika Serikat ada situs semacam Rent the Runway dan Nuuly buat pelanggan yang sadar busana namun enggan keluarkan sejumlah besar uang untuk membeli. Sedangkan di Cina orang bisa menyewa BMW hanya dengan satu ketukan di gawai pintar mereka.

Baca juga: Tren Transportasi Perkotaan: Car Sharing Makin Populer di Jerman

Sementara di India, kini bermunculan bisnis persewaan mebel dan alat-alat rumah tangga seperti perusahaan bernama Furlenco, RentoMojo dan GrabOnRent. Bahkan ada juga aplikasi penyewaan perhiasan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Bisnis persewaan ini berkembang pesat dan pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai nilai hingga Rp 26,7 triliun menurut lembaga konsultasi Research Nester.

"Kami memperkirakan akan tumbuh hingga satu juta permintaan dalam waktu kurang dari 30 bulan," ujar pendiri RentoMojo, Geetansh Bamania. Perusahaan yang berbasis di Bangalore menyewakan furnitur serta perabotan lain, peralatan olahraga, iPhone dan perangkat rumah pintar seperti Google Home dan Amazon Echo.

"Menyewa ponsel pintar sangat digemari orang-orang muda karena mereka dapat terus memperbarui model ponsel dengan harga yang lebih murah," tambah Bamania.

Ingin mudah berpindah tempat

"Secara keseluruhan perilaku konsumen bergeser dari memiliki jadi menyewa. Ini berkat fleksibilitas dan rendahnya komitmen bila dibandingkan dengan membeli," ujar mantan bankir Ajith Karimpana yang kini juga mendirikan perusahaan persewaan.

Ketika ayah Sharma berusia 29 tahun, dia sudah menikah, bekerja di bank dan menabung untuk membeli apartemen dan mobil. Sharma membayangkan kehidupan yang berbeda untuk dirinya sendiri, yang berfokus pada "berinvestasi dalam bentuk pengalaman."

"Tinggal di lima kota berbeda di dua negara dalam waktu tujuh tahun tidak akan terpikirkan oleh ayah saya ... tetapi inilah kenyataan saya," kata Sharma, seraya menambahkan bahwa beberapa aplikasi penyewaan furnitur menawarkan layanan relokasi gratis. "Kebanggaan bagi para milenial adalah bahwa kami dapat berkemas dan pindah tiap beberapa minggu."

ae/hp (AFP)



Milenial India ingin hidup ringkas dan bisa cepat pindah. Bisnis persewaan perabot rumah tangga di negara ini pun berkembang pesat dan pada 2025 nilainya diharapkan mencapai Rp 26,7 triliun.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV