Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
VOA Indonesia - Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
Di dataran tinggi Andes, sekitar dua jam perjalanan dari La Paz, orang-orang Achacachi mengatakan mereka tidak menginginkan mantan Presiden Bolivia Evo Morales kembali. Padahal kawasan tersebut sebelumnya menjadi benteng pertahanan Morales.  Markas besar pemerintah daerah di alun-alun utama, dengan jendela-jendelanya yang pecah, telah ditinggalkan sejak 2017. Ketika itulah Wali Kota Edgar Ramos, anggota partai Gerakan Sosialisme (MAS) Morales, diusir dari kantor atas tuduhan korupsi.  Pasukan polisi setempat dan jaksa penuntut umum juga pergi segera setelah peristiwa itu. Sejak saat itu, kota dengan 46 ribu jiwa yang terletak di Altiplano Bolivia diperintah oleh komite distrik setempat.  Sebagian besar penduduk pribumi ingat pada kekerasan yang terjadi di kota tersebut ketika milisi pribuni Aymara yang setia kepada Morales, yang dikenal sebagai Ponchos Rojos (atau Ponchos merah), melarikan diri untuk membela wali kota yang bermasalah itu. Kendaraan dan rumah dibakar, bisnis dijarah selama bentrokan yang berlangsung beberapa hari, sebelum 400 polisi dikerahkan untuk memadamkan kekacauan.  Bentrokan telah lama terjadi sebelum aksi kekerasan pada saat  menjelang pemilihan 20 Oktober. Namun hal tersebut menunjukkan bahwa di seluruh negeri, dan bahkan di wilayah kekuasaannya sendiri, cengkeraman kekuasaan Morales goyah.  Kekerasan pasca pemilihan di seluruh negeri menyebabkan 33 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Morales yang dipaksa mengundurkan diri setelah kehilangan dukungan dari tentara dan melarikan diri ke pengasingan di Meksiko, mengatakan ia telah digulingkan dalam kudeta. [ps/ft]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV