Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
VOA Indonesia - Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
Dia datang ke Afghanistan sebagai dr. Tetsu Nakamura pada 1980-an untuk membantu merawat pasien kusta di Afghanistan, dan kamp-kamp pengungsi di Pakistan selama pendudukan Soviet di Afghanistan.  Jasadnya meninggalkan Afghanistan sebagai "Kaka Murad" atau Paman Murad, yang dipuja oleh jutaan orang Afghnistan, yang merasa berutang budi pada kerja kemanusiaannya selama tiga dasawarsa di negara yang dikoyak perang.  Pada Rabu (4/12), Nakamura sedang dalam perjalanan untuk bekerja dengan lima anggota organisasi bantuannya, Peace Japan Medical Services (PMS), ketika mobilnya diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Jalalabad, Ibu Kota Provinsi Nangarhar timur.  Dia dan stafnya ditembak dan dibunuh. Nakamura sekarat karena lukanya dalam perjalanan ke Bagram Airfield, sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan utara, kata pejabat setempat.  Pria berusia 73 tahun itu telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bekerja di Afghanistan. Sebagai dokter, dia berusaha menyelamatkan nyawa. Kadang-kadang juga dia menjadi tukang batu yang membangun saluran air untuk orang-orang yang terkena dampak kekeringan.  Pada Oktober, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menganugerahkan Nakamura kewarganegaraan kehormatan Afghanistan, dan awal tahun ini penduduk Provinsi Nangarhar berkampanye di media sosial agar dia menjadi Wali Kota Kota Jalalabad. [ps/ft]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV