Sembilan Bulan Pemulihan Trauma di Bali, Bon Bon Si Orang Utan Akhirnya Pulang ke Habitatnya
Elshinta
Senin, 23 Desember 2019 - 10:20 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sembilan Bulan Pemulihan Trauma di Bali, Bon Bon Si Orang Utan Akhirnya Pulang ke Habitatnya
ABC.net.au - Sembilan Bulan Pemulihan Trauma di Bali, Bon Bon Si Orang Utan Akhirnya Pulang ke Habitatnya

Bon Bon si orang utan Sumatra yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan di Bali pada Maret lalu, akhirnya bisa dikembalikan ke habitatnya sendiri di Sumut. Inilah kisah keakrabannya dengan satu-satu petugas satwa yang bisa mendapatkan kepercayaan dari Bon Bon.

Bon Bon Pulang ke Rumahnya:

  • Bon Bon hanya percaya pada petugas yang menjaganya, Ketut Diandika, sejak berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan
  • Pelaku penyelundupan seorang warga Rusia yang kini mendekam dalam penjara di Bali
  • Setelah menjalani pemulihan trauma, Bon Bon akhirnya dikembalikan ke habitatnya di Sumut
  • Diperkirakan tinggal sekitar 13.400 spesies orang utan Sumatra yang hidup saat ini

Selama berbulan-bulan menjalani pemulihan trauma, Bon Bon tidak pernah bisa dijinakkan oleh semua petugas yang merawatnya di Bali Safari Park.

Trauma yang dialami orang utan ini terjadi setelah pria asal Rusia Andrei Zhestkov (27) membiusnya dengan obat anti alergi yang dicampurkan ke susu.

Andrei mengakui perbuatannya dengan dalih ingin membawa Bon Bon ke kampungnya di Vladivostok, Rusia, sebagai hewan piaraan.

Petugas berhasil menemukan Bon Bon yang telah dimasukkan ke keranjang rotan di dalam koper milik Zhestkov di bandara Bali.

Selain Bon Bon, Andrei rupanya juga kedapatan membawa dua ekor tokek dan empat ekor bunglon.

Polisi setempat menjelaskan pada Maret lalu bahwa Andrei telah mengakui perbuatan itu. Dia, katanya, membeli orang utan sebesar seharga Rp 30 juta dari salah satu pasar di Jawa.

Agar hewan-hewan itu tak menimbulkan kecurigaan dalam perjalanan, Andrei pun membiusnya dengan harapan mereka bisa "diam" selama 10 jam sebelum sampai ke Rusia.

Tapi Andrei kini justru berakhir dalam penjara setelah Pengadilan Negeri Denpasar pada Juli lalu menjatuhkan vonis satu tahun dan denda Rp 10 juta.

Hanya percaya pada Ketut Diandika

Sejak kejadian itu, Bon Bon jadi sangat agresif menyerang setiap orang yang coba mendekatinya.

Tapi petugas satwa di Bali Safari Park tak berputus asa. Mereka bahkan memberinya boneka orangutan sebagai pengganti ibunya.

Bon Bon menghabiskan sembilan bulan menjalani rehabilitasi di sana.

Dengan penuh kesabaran, perhatian, dan bantuan dua orang utan lainnya, petugas bernama Ketut Diandika akhirnya berhasil mendapatkan kepercayaan dari Bon Bon.

Diandika-lah yang pekan ini membawa Bon Bon ke Sumatra Utara lewat pesawat udara. Dia diharapkan dapat segera dikembalikan ke habitat aslinya.

Perjalanan Bon Bon dari Bali Safari Park ke Sumatra memakan waktu sembilan jam, termasuk jalan darat ke Bandara Ngurah Rai, penerbangan ke Jakarta dan waktu transit, kemudian penerbangan kedua ke Medan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan perjalanan darat lagi ke Program Konservasi Orang Utan Sumatera di Batu Mbelin.

Sebelum perjalanan, Bon Bon diberi makan buah-buahan, termasuk pisang dan rambutan.

Dokter hewan yang ikut rombongan itu telah mengecek kondisi kesehatan Bon Bon sebelum dimasukkan dalam peti bersama bonekanya.

Diandika tampak terus menghibur Bon Bon sampai peti ditutup dan perjalanan dimulai. Sebuah jendela geser pada peti itu memungkinkan Bon Bon mengintip dan meraih potongan buah.

Diandika harus tinggal bersama Bon Bon selama beberapa hari di Program Konservasi Orang Utan Sumatra, membantunya beradaptasi dengan orang utan lain - dan penjaga baru - sebelum ia dilepasliarkan.

"Kami ingin memastikan Bon Bon tidak mengalami peristiwa yang sama ketika dipisahkan dari induknya, dipisahkan dari pasangannya," kata dr Yohan Kusumaningtyas dari Bali Safari Park kepada ABC News..

Selama masa transisi, pengelola konservasi di Sumatra akan memperkenalkan kembali Bon Bon ke makanan alami dan lingkungannya.

Semua kontak Bon Bon dengan manusia dan boneka orang utan, pelan-pelan akan dikurangi sampai hewan primata ini kembali ke keadaan semula.

Belum bisa diperkirakan berapa lama proses rehabilitasi tersebut akan berlangsung, namun petugas di sana mengatakan kemampuan orang utan membangun sarang di pohon menjadi salah satu pertanda.

Spesies orang utan Sumatra (Pongo abelii) kini terancam punah karena perburuan, perdagangan, dan hilangnya habitat mereka.

Belum lama ini polisi setempat menyatakan tiga bayi orang utan yang ditangkap dari alam liar ditemukan di pinggir jalan di Riau.

Menurut catatan, spesies ini hidup di kawasan hutan perbatasan Sumut dan Aceh dan tinggal sekitar 13.400 orang utan Sumatra yang tersisa di alam liar.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inilah 8 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kentut
Selasa, 14 Januari 2020 - 04:00 WIB
Kentut atau yang dalam bahasa medis dikenal sebagai 'flatuensi' adalah keluarnya gas melalui...
PBB: Tahun 2019 Merupakan Tahun Kedua Terpanas Sepanjang Sejarah
Kamis, 16 Januari 2020 - 10:00 WIB
Dalam pernyataannya Rabu (15/01), PBB menyampaikan bahwa dekade terakhir merupakan dekade terpanas d...
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan dan Pencegahannya!
Selasa, 21 Januari 2020 - 04:00 WIB
Fisik laki-laki dan perempuan memang jelas berbeda. Namun perbedaan tidak hanya terbatas pada penamp...
Bertemu Dubes Jerman, Siswi Asal Gresik Serahkan Surat Protes untuk Angela Merkel
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:35 WIB
Aksi Aeshnina Azzahra (Nina), pegiat lingkungan cilik asal Gresik, yang menulis surat protes kepada ...
Waspadai dan Kenali Cara Penularan Virus Corona
Kamis, 30 Januari 2020 - 05:00 WIB
Bagaimana virus dapat menular? Menurut otoritas kesehatan Cina, virus corona dapat menular sesama ma...
Keraton Agung Sejagat, Mengapa Perkumpulan Semacam Ini Ada Pengikutnya?
Rabu, 15 Januari 2020 - 15:00 WIB
Publik tengah dihebohkan oleh munculnya sebuah perkumpulan yang dinamakan kerajaan Keraton Agung Sej...
Kisah Para
Kamis, 16 Januari 2020 - 04:00 WIB
Ketika salat Jumat di Masjid Suada di Mamuju, Sulawesi Barat, telah selesai, jamaah pun mengalihkan ...
Persekusi Terhadap Pemeluk Kristen di Seluruh Dunia Dilaporkan Meningkat
Kamis, 16 Januari 2020 - 04:04 WIB
Ketika sistem pemerintahan totaliter kembali marak, penganiayaan terhadap orang Kristen juga terus m...
Habaybna: Situs Web Arab Pertama Bagi Orang Tua dari Penyandang Disabilitas
Kamis, 16 Januari 2020 - 11:52 WIB
Reem Al Farangi pernah mengalami masa-masa yang suram. Ibu dari dua anak yang menderita autis itu pe...
Robot Pemulung Selamatkan Sungai dari Pencemaran
Jumat, 17 Januari 2020 - 03:22 WIB
Memulung plastik dari sungai-sungai di Malaysia sebelum mencemari samudra adalah tugas "Interce...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
FIT Radio Bandung