Tidak Sesuai yang Dijanjikan, WNI Malah Dipaksa Jadi PRT di Sydney
Elshinta
Senin, 23 Desember 2019 - 10:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tidak Sesuai yang Dijanjikan, WNI Malah Dipaksa Jadi PRT di Sydney
ABC.net.au - Tidak Sesuai yang Dijanjikan, WNI Malah Dipaksa Jadi PRT di Sydney

Kepolisian Federal Australia (AFP) telah menangkap dua perempuan dan satu pria di Sydney dengan tuduhan melakukan tindakan pemaksaan kepada seorang warga Indonesia.

Ketiganya, diketahui berusia 30-an, ditangkap di kawasan Eastlakes, Sydney pada awal Desember lalu, setelah penyelidikan adanya praktik human trafficking atau perdagangan manusia yang dilakukan sejak bulan Januari.

Korban diketahui perempuan berkewarganegaraan Indonesia, berusia 26 tahun dan diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga sejak bulan Juli 2014.

Kepada ABC Indonesia, pihak KJRI Sydney mengatakan korban dibawa masuk ke Australia lewat Malaysia.

"Menurut informasi yang kami peroleh, intinya korban setelah tiba ke Australia mendapat pekerjaan tidak sesuai dengan yang dijanjikan," kata KJRI Sydney.

Di bulan Januari, Kepolisian Sydney mendatangi sebuah rumah setelah ada laporan keberadaan seorang perempuan di rumah tersebut yang dilarang keluar, tidak boleh memegang paspornya, dengan jam kerja yang lama dan tanpa bayaran cukup.

Kepolisian Sydney kemudian meneruskan temuannya kepada AFP untuk mengambil tindakan.

Awal pekan kemarin (16/12/2019), ketiga pelaku telah memulai proses pengadilan di Sydney.

"Ini adalah contoh seseorang yang dibawa ke Australia tanpa informasi dan dipaksa untuk tetap tinggal dan bekerja dalam kondisi yang menurut banyak warga Australia tercela," kata Monica Semrad dari AFP.

KJRI Sydney mengatakan pihaknya telah memberikan dukungan secara berkala, termasuk pendampingan saat wawancara dan penyelidikan kasusnya.

"Sejauh catatan KJRI Sydney, kasus ini baru yang pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir."

Perlunya waspada soal tawaran kerja

Bekerja di Australia mungkin menjadi mimpi banyak warga Indonesia untuk mendapatkan kehidupan dan pendapatan yang lebih baik.

Tapi setibanya di Australia, sejumlah orang, khususnya yang mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) malah mengaku "tidak selalu seindah yang dibayangkan".

Pertengahan tahun lalu, ABC Indonesia melaporkan sepuluh warga Blitar menjadi korban penipuan pencarian kerja, yang mengiming-imingi penghasilan hingga AU$ 65, atau lebih dari Rp 620 ribu, per hari.

Tapi penipuan bisa terjadi setibanya mereka di Australia dengan mendapatkan atau dipaksa mengerjakan sesuatu yang tidak dijanjikan sebelumnya, seperti yang dijelaskan AFP kepada ABC Indonesia.

"Pelanggaran perdagangan manusia terjadi ketika orang direkrut atau dipaksa untuk tujuan tertentu, dibawa masuk Australia, dan mengalami eksploitasi yang tidak mereka setujui sebelum mereka datang ke Australia," ujar juru bicara AFP.

AFP menemukan perdagangan manusia ke Australia sebelumnya berkaitan dengan pekerjaan seksual, namun belakangan ada peningkatan dalam eksploitasi buruh dan kawin paksa.

"Kami meminta warga agar berbicara dan melapor jika merasa seseorang menjadi korban perdagangan manusia atau pemaksaan. Memaksa seseorang bekerja dan tinggal di Australia adalah tindak kejahatan."

Ikuti perkembangan selanjutnya dari berita ini hanya di ABC Indonesia. Bergabunglah dalam pembahasan soal bekerja dan tinggal di Australia di Facebook ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inilah 8 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kentut
Selasa, 14 Januari 2020 - 04:00 WIB
Kentut atau yang dalam bahasa medis dikenal sebagai 'flatuensi' adalah keluarnya gas melalui...
PBB: Tahun 2019 Merupakan Tahun Kedua Terpanas Sepanjang Sejarah
Kamis, 16 Januari 2020 - 10:00 WIB
Dalam pernyataannya Rabu (15/01), PBB menyampaikan bahwa dekade terakhir merupakan dekade terpanas d...
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan dan Pencegahannya!
Selasa, 21 Januari 2020 - 04:00 WIB
Fisik laki-laki dan perempuan memang jelas berbeda. Namun perbedaan tidak hanya terbatas pada penamp...
Bertemu Dubes Jerman, Siswi Asal Gresik Serahkan Surat Protes untuk Angela Merkel
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:35 WIB
Aksi Aeshnina Azzahra (Nina), pegiat lingkungan cilik asal Gresik, yang menulis surat protes kepada ...
Waspadai dan Kenali Cara Penularan Virus Corona
Kamis, 30 Januari 2020 - 05:00 WIB
Bagaimana virus dapat menular? Menurut otoritas kesehatan Cina, virus corona dapat menular sesama ma...
Keraton Agung Sejagat, Mengapa Perkumpulan Semacam Ini Ada Pengikutnya?
Rabu, 15 Januari 2020 - 15:00 WIB
Publik tengah dihebohkan oleh munculnya sebuah perkumpulan yang dinamakan kerajaan Keraton Agung Sej...
Kisah Para
Kamis, 16 Januari 2020 - 04:00 WIB
Ketika salat Jumat di Masjid Suada di Mamuju, Sulawesi Barat, telah selesai, jamaah pun mengalihkan ...
Persekusi Terhadap Pemeluk Kristen di Seluruh Dunia Dilaporkan Meningkat
Kamis, 16 Januari 2020 - 04:04 WIB
Ketika sistem pemerintahan totaliter kembali marak, penganiayaan terhadap orang Kristen juga terus m...
Habaybna: Situs Web Arab Pertama Bagi Orang Tua dari Penyandang Disabilitas
Kamis, 16 Januari 2020 - 11:52 WIB
Reem Al Farangi pernah mengalami masa-masa yang suram. Ibu dari dua anak yang menderita autis itu pe...
Robot Pemulung Selamatkan Sungai dari Pencemaran
Jumat, 17 Januari 2020 - 03:22 WIB
Memulung plastik dari sungai-sungai di Malaysia sebelum mencemari samudra adalah tugas "Interce...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)