Sekarang Banyak Pegawai Tak Tetap: Penghasilan Rata-rata Warga Australia Rp 500 Juta Setahun
Elshinta
Selasa, 31 Desember 2019 - 09:02 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sekarang Banyak Pegawai Tak Tetap: Penghasilan Rata-rata Warga Australia Rp 500 Juta Setahun
ABC.net.au - Sekarang Banyak Pegawai Tak Tetap: Penghasilan Rata-rata Warga Australia Rp 500 Juta Setahun

Berapa penghasilan yang disebut sebagai rata-rata yang didapat oleh warga Australia setiap tahunnya?

Kalau anda tinggal di sini dan berpenghasilan sekitar $50 ribu (sekitar Rp 500 juta) per tahun sebelum pajak, maka anda sudah di atas rata-rata warga Australia lainnya.

Menurut angka terbaru yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Australia dari data keuangan di tahun 2016-2017 pendapatan rara-rata warga Australia adalah $48.360 (sekitar Rp 480 juta).

Untuk daerah regional (kawasan di luar kota-kota besar), tentu saja angkanya lebih rendah.

Perbedaan pendapatan mereka yang tinggal di ibukota negara bagian dengan yang tinggal di kawasan regional sangat kentara di negara bagian Northern Territory.

Di Darwin, pendapatan rata-rata adalah $61.375 (sekitar Rp 600 juta) sementara di bagian lain di negara bagian tersebut pendapatan rata-rata adalah $52.420.

Pendapatan warga tertinggi adalah mereka yang tinggal di ibukota Canberra, yaitu $63.038 dan pendapatan terendah adalah mereka yang tinggal di negara bagian Tasmania yaitu $44.437.

Kalau anda memiliki pendapatan di tingkat rata-rata tersebut atau sedikit di bawahnya, bagaimana kehidupan anda sehari-hari?

Inilah cerita beberapa warga yang tinggal di kota Horsham, sekitar 300 km dari ibukota negara bagian Victoria, Melbourne.

Hidup dengan uang Rp 5 juta per minggu

Georgia (bukan nama sebenarnya) adalah contoh pekerja di negara bagian Victoria yang berpenghasilan rata-rata $40 ribu (sekitar Rp 400 juta) per tahun.

Dengan itu, penghasilannya seminggu adalah Rp 5 juta untuk membayar sewa rumah, tagihan listrik, cicilan mobil, asuransi, BBM, dan belanja kebutuhan rumah.

Georgia bekerja di sebuah toko retail besar di Horsham selama 18 tahun terakhir namun hanya bisa bekerja rata-rata 25 jam per minggu.

"Kebanyakan toko sekarang cenderung untuk mempekerjakan pegawai tidak tetap. Jadi kalau kita tidak memiliki kontrak, besar kemungkinan tidak akan mendapatkan kontrak kerja permanen." katanya.

"Bila saya mendapat jadwal seperti ini, saya sudah senang, karena untuk pekerja tidak tetap, tidak ada jaminan." katanya.

Kerja paruh waktu untuk menambah uang pensiun

Di usia 73 tahun Sonia Matthews masih harus bekerja paruh waktu dengan bekerja di toko bangunan Mitre10.

Sebelumnya terpaksa pensiun ketika dia diketahui memiliki kanker payudara, Sonia menggunakan uang pensiun pribadinya untuk membayar cicilajn rumahnya di Horsham.

Sekarang dia harus menggantungkan diri pada pensiun negara dimana dia mendapatkan $466. 70 per minggu (sekitar Rp 4.7 juta).

"Dari tu, saya harus membayar asuransi rumah, tagihan air, asuransi mobil, listrik, dan gas," katanya.

"Bulan ini saja saya sudah mengeluarkan $ 1300 dan itu belum termasuk tagihan listrik."

Sonia menanam sendiri sayuran di rumahnya dan kemudian membekukan sayuran tersebut sehingga bisa digunakan sepanjang tahun.

Dia sering pergi ke supermarket pagi-pagi untuk membeli daging yang sudah dijual setengah harga.

"Saya bisa makan dengan teratur, karena ada kebun sayuran dan buah, namun keadaan semakin sulit." lanjutnya.
"Tahun ini keadaan lebih sulit, karena pengeluaran meningkat, padahal kenaikan pensiun saya hanya $7 seminggu."

Masalah kesehatan berakibat semakin banyak utang

Connie (juga bukan nama sebenarnya) sadar betul mereka yang hidup pas-pasan seperti dia akan mudah sekali terperosok ke jurang utang.

Dia dan suaminya bekerja di supermarket yang sama di Horsham ketika kehamilan yang susah membuatnya tidak bisa bekerja.

Pasangan yang sudah memiliki dua anak tersebut, sekarang harus saling mengatur waktu sehingga salah satu diantara mereka harus berada di rumah.

"Kami harus bergantian, sehingga kami sama-sama bekerja namun juga anak-anak tidak harus dititipkan di tempat penitipan anak." katanya.

Namun kemudian ketika hamil Connie harus pergi ke Melbourne - perjalanan yang memerlukan waktu 4 jam untuk bertemu dengan dokter spesialis.

Dengan itu mereka harus mengandalkan pendapatan dari satu orang saja.

"Kami tidak memiliki asuransi pribadi. Jadi kalau ada keperluan seperti dokter spesialis, kita harus mengandalkan kartu kredit, dan karenanya mudah sekali jatuh ke jurang utang, dan susah sekali untuk keluar lagi."

Lihat artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Devina Asal Indonesia Menikah di Australia Dengan Hanya Dihadiri Tiga Orang
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Pernikahan yang didambakan kebanyakan pasangan adalah meriah dan yang paling penting dihadiri orang-...
Bar di Melbourne Didenda Hampir Rp 100 Juta, Minat Memiliki Senjata Meningkat
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Australia semakin serius dengan menjatuhkan denda kepada pemilik bisnis yang masih melayani konsumen...
Strategi Singapura yang Bisa Dicontoh Untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Ketika Singapura mengumumkan kasus pertama virus corona di sana di akhir Januari, warganya sempat pa...
Siapa Yang Berhak Mendapatkan Paket Subsidi Upah di Australia?
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Pemerintah Federal Australia menggelontorkan subsidi upah senilai AU$ 130 miliar bagi para pelaku us...
Australia Dorong Ekspor Produk Segar dengan Pesawat, Pulangnya Bawa Alat Medis
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Pemerintah Australia akan membuka ratusan penerbangan untuk mengangkut produk segar ke berbagai nega...
Penyemprotan Disinfektan Langsung ke Tubuh Malah Bisa Membahayakan Kesehatan
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Tanpa menghiraukan peringatan dari ahli kesehatan, Selasa kemarin, Surabaya, kota terbesar kedua di ...
Mereka Setia Menjaga Orangutan dari Ancaman Virus Corona
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Penyebaran virus corona berpotensi memusnahkan populasi orangutan yang tersisa saat ini. Bila COVID-...
Pandemi Virus Corona: Semakin Banyak Warga Australia Dikenai Denda
Kamis, 02 April 2020 - 01:03 WIB
Perkembangan terbaru pandemi virus corona di Australia, hari Rabu (1/04), delapan orang dikenai dend...
Virus Corona: Penjelasan Hanya Boleh Dua Orang Berkumpul di Australia
Selasa, 31 Maret 2020 - 14:18 WIB
Australia semakin memperketat aturan menjaga jarak antar individu sebagai upaya menekan angka penula...
Virus Corona: 4.000 Warga Australia Tertular, Denda yang Tidak Diam Di Rumah
Selasa, 31 Maret 2020 - 14:18 WIB
Walau angka penularan virus corona di Australia menurun dalam beberapa hari terakhir, hampir semua n...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Radio Elshinta