Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
ABC.net.au - Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia

Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan sumbangan uang, dan sejumlah penipu telah memanfaatkan kesempatan ini.

  • Siapapun yang hendak menyumbang dihimbau untuk memberikannya lewat organisasi resmi
  • Komisi konsumen Australia sudah terima 86 laporan bentuk penipuan terkait kebakaran hutan sejak September 2019
  • Penipu berpura-pura menjadi lembaga amal atau korban kebakaran

Komisi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Kompetisi Australia (ACCC) mengatakan kepada ABC jika mereka telah menerima 86 laporan penipuan yang berkenaan dengan kebakaram hutan dan semak sejak bulan September 2019.

Dalam sehari saja, Selasa kemarin (7/1/2020) ACCC menerima 20 panggilan dari warga yang melaporkan usaha penipuan.

Meningkatnya laporan kasus penipuan ini terjadi saat pemerintah negara bagian di Australia, menghimbau warga untuk hanya menyumbang dalam bentuk uang, bukan barang.

Himbauan ini diberikan setelah adanya laporan kesulitan menyalurkan bantuan barang kepada korban yang terkena dampak kebakaran.

Sejumlah penipuan yang dilaporkan terjadi antara lain:

  • Ada yang mengaku berpura-pura menjadi sanak keluarga dari korban dan meminta sumbangan uang, baik lewat telepon dan SMS
  • Telepon atau situs yang seolah-olah menjadi lembaga amal, atau situs penggalangan dana yang mengatasnamakan yayasan amal
  • Warga mendatangi rumah-rumah, mengatakan mereka telah menjadi korban atau keluarga mereka terkena dampak kebakaran semak

ACCC meminta warga yang ingin menyumbang untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum memberikan uang.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, jelas ACCC, adalah mengecek lembaga yang akan mereka sumbang memang terdaftar resmi sebagai lembaga amal.

Anda bisa melakukannya lewat situs Australia Charities and Not-for-profits Commission.

Menteri Urusan Darurat negara bagian Victoria, Lisa Neville, mengecam para penipu yang berusaha memanfaatkan kebaikan hati warga Australia, dalam konferensi pers kemarin

"Kami mendengar adanya badan amal palsu, yang bisa saya katakan mereka ini adalah kasta terendah dalam masyarakat karena perilaku mereka." kata Neville.

"Kami ingin memastikan mereka tidak akan mendapat keuntungan dari usaha penipuan tersebut."

Lisa menjelaskan beberapa bentuk penipuan yang pernah didengarnya, termasuk usaha mendatangi rumah-rumah dan berpura-pura jadi korban.

"Warga mendapat panggilan telepon dari yang berpura-pura jadi korban kebakaran atau berpura-pura mengatasnamakan korban kebakaran."

"Karena warga betul-betul ingin menyumbang, mereka kemudian memberikan uang mereka kepada para penipu tersebut."

Lisa mengatakan cara menyumbang terbaik di negara bagian Victoria adalah lewat saluran resmi Victorian Bushfire.

"Dana ini akan langsung diberikan kepada keluarga korban, 100 persen betul-betul sampai ke mereka," kata Lisa Neville.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mungkinkah Pilkada Serentak Ditunda untuk Cegah Klaster Baru COVID-19?
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah dimulai pada awal bulan September.Dua...
Menjual Foto atau Kencan Virtual: Kegiatan Sugar Baby Indonesia Saat Pandemi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Lola* lahir di keluarga yang serba berkecukupan sehingga punya kesempatan sekolah di Singapura.Tapi ...
Selandia Baru Cabut Pembatasan Lockdown 21 September Kecuali Auckland
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Selandia Baru kembali akan mencabut lockdown mulai 21 September. Tapi khusus kota Auckland akan teta...
Sisi Lain Backpacker di Australia: Dibayar Murah, Digerayangi Sejak Hari Pertama
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Setelah bekerja selama dua bulan di sebuah usaha pertanian di Queensland, Elin cuma bisa mendapatkan...
Warga Palestina Merasa Perjanjian Negara Arab dengan Israel Sebuah Pengkhianatan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian bersejarah untuk melakukan hu...
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan kar...
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasi...
Ini Soal Harga Diri: Warga Papua Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Permintaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar pengacara hak asasi manusia Veronica Koman ...
Ekonomi di Indonesia Dibuka Terlalu Cepat Tapi Bantuan Untuk Warga Terkendala
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Obed Humutur, seorang musisi kafe di Jakarta terpaksa menjual keyboard miliknya.Sejak Pembatasan Sos...
Lockdown Dilonggarkan, Warga Indonesia di Pedalaman Victoria Tersenyum Lagi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Linda Craggs, seorang warga asal indonesia yang kini tinggal di Ballarat, kota kecil di Victoria, Au...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV