Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
ABC.net.au - Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran

Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan khas Australia yang bukan hanya kanguru dan koala.

  • Sekitar sepertiga kawasan Kangaroo Island telah terbakar, termasuk taman nasional Flinders Chase
  • Dunnart, hewan sebesar tikus yang sudah punah, diperkirakan terkena dampaknya
  • Sekitar 500 sarang lebah yang hasilkan madu Liguria diperkirakan ikut terbakar

Di tempat ini terdapat juga hewan-hewan langka, termasuk lebah yang menciptakan madu paling murni.

Suhu yang panas di benua Australia telah merusak 4.400 kilometer persegi dari Kangaroo Island, atau hampir sepertiganya, Jumat pekan lalu (3/01).

Para pakar margasatwa kini khawatir dengan masa depan beberapa spesies yang terancam.

Api telah menghanguskan Taman Nasional Flinders Chase, yang ada di pulau ini, dimana jadi rumah bagi koala, kanguru, burung langka, dan hewan berkantung lainnya.

Wakil direktur pemulihan hewan, John Woinarski, juga profesor di Universitas Charles Darwin, mengatakan kebakaran di seluruh Australia telah menjadi tempat pembantaian yang mengerikan bagi satwa liar.

"Hampir tidak ada habitat yang tersisa bagi banyak hewan. Ini mengarah pada kepunahan lokal," katanya.

"Tempat-tempat seperti Kangaroo Island, di mana sebagian lahannya terbakar, berarti beberapa spesies tanaman dan hewan ... mungkin telah hilang sama sekali."

Koala bebas penyakit

Jumlah koala di Kangaroo Island telah meningkat pesat, dengan perkiraan sekitar 50 ribu ekor di pulau ini.

Tapi tidak jelas berapa banyak koala yang mati dalam kebakaran hutan yang dahsyat itu.

Koala di pulau ini bukanlah termasuk spesies yang punah. Mereka juga adalah satu-satunya yang bebas penyakit, seperti klamidia, yang menyebabkan koala buta dan tak subur.

Peneliti Dr Natasha Speight mengatakan Taman Nasional Flinders Chase telah menjadi pusat koala.

"Dampak kebakaran hutan pada populasi koala di seluruh pulau kemungkinan besar akan signifikan."

Dunnart berekor

Hewan kecil yang diberi nama dunnart ini bahkan tanpa kebakaran hutan sudah beresiko punah.

Pemerintah Australia menyebut dunnart sebagai salah satu dari 10 spesies yang paling terancam secara nasional.

Tidak diketahui persis berapa jumlah hewan yang ukurannya sebesar tikus di pulau ini.

Tapi ahli ekologi fauna Pat Hodgens mengatakan kematian 20 ekor saja dari hewan marsupial ini terasa sangat signifikan.

"Mereka kecil... dan sulit untuk menyelamatkan diri dari panasnya api," katanya.

"Sekarang mereka kehilangan habitat, menjadi sangat rentan terhadap pemangsa di sekitarnya, seperti kucing liar."

Kakatua hitam mengkilap

Kakatua berwarna hitam berkilauan dari Kangaroo Island ini adalah jumlahnya terbatas.

Peneliti Universitas Queensland, Daniella Teixeira, dengan keahlian khusus soal hewan ini, mengatakan kakatua hitam hidup di daratan Australia beberapa dekade lalu, tetapi punah setelah habitat mereka hilang.

"Tingkat kerusakan akibat kebakaran saat ini mungkin cukup parah," kata Daniella.

"Mereka benar-benar khusus dan memiliki tingkat reproduksi yang sangat rendah, sekitar satu ekor setahun itu pun kalau mereka beruntung," katanya.

Sebuah pemilik bisnis di Kangaroo Island, Bush Organics, mengunggah di jejaring sosial saat burung ini terlihat terbang, sehingga ada "harapan" bagi mereka di masa depan.

Lebah madu Liguria

Lebah Liguria di Kangaroo Island diyakini sebagai penghasil madu murni terakhir dari jenis lebah ini yang dapat ditemukan di mana pun di dunia.

Mereka telah berkembang biak di pulau itu selama 135 tahun terakhir, setelah Pemerintah Australia Selatan mendeklarasikan kawasan tersebut sebagai tempat perlindungan lebah.

Salah satu peternaknya, Stephen Heatley mengatakan telah kehilangan 40 sarang lebah Liguria dalam kebakaran hutan, tetapi "menduga" ada 500 sarang yang mati karena api.

Bagaimana hutan dan semak Australia akan pulih?

Kebakaran hutan dan semak telah menghancurkan sekitar 5,8 juta hektar lahan di Australia, yang dikenal karena flora dan fauna yang unik.

Diperkirakan hilangnya satwa liar di seluruh Australia dari kebakaran hutan di penghujung tahun 2019 hingga saat ini akan melebihi 500 juta ekor.

Profesor Woinarski dari Charles Darwin University mengatakan pemulihan hutan bisa memakan waktu puluhan tahun.

"Butuh bertahun-tahun bagi tanaman dan hewan untuk berkembang biak setelah kebakaran," katanya.

"Mereka tak akan kembali sampai beberapa puluh tahun."

Artikel ini disunting dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mungkinkah Pilkada Serentak Ditunda untuk Cegah Klaster Baru COVID-19?
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah dimulai pada awal bulan September.Dua...
Menjual Foto atau Kencan Virtual: Kegiatan Sugar Baby Indonesia Saat Pandemi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Lola* lahir di keluarga yang serba berkecukupan sehingga punya kesempatan sekolah di Singapura.Tapi ...
Selandia Baru Cabut Pembatasan Lockdown 21 September Kecuali Auckland
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Selandia Baru kembali akan mencabut lockdown mulai 21 September. Tapi khusus kota Auckland akan teta...
Sisi Lain Backpacker di Australia: Dibayar Murah, Digerayangi Sejak Hari Pertama
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Setelah bekerja selama dua bulan di sebuah usaha pertanian di Queensland, Elin cuma bisa mendapatkan...
Warga Palestina Merasa Perjanjian Negara Arab dengan Israel Sebuah Pengkhianatan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian bersejarah untuk melakukan hu...
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan kar...
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasi...
Ini Soal Harga Diri: Warga Papua Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Permintaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar pengacara hak asasi manusia Veronica Koman ...
Ekonomi di Indonesia Dibuka Terlalu Cepat Tapi Bantuan Untuk Warga Terkendala
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Obed Humutur, seorang musisi kafe di Jakarta terpaksa menjual keyboard miliknya.Sejak Pembatasan Sos...
Lockdown Dilonggarkan, Warga Indonesia di Pedalaman Victoria Tersenyum Lagi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Linda Craggs, seorang warga asal indonesia yang kini tinggal di Ballarat, kota kecil di Victoria, Au...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV