Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
ABC.net.au - Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan

Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hutan di Australia akan melebihi 100 ribu ekor. Angka ini setelah petani mulai menghitung berapa jumlah kerugian mereka.

  • Sebagian hewan ternak yang selamat harus dibunuh karena tak mungkin diselamatkan
  • 9 persen sapi dan 12 persen domba dari jumlah nasional mati karena kebakaran hutan
  • Pemerintah sudah mengerahkan 100 dokter hewan untuk mengecek ternak

PERINGATAN: Artikel ini berisi cerita yang mungkin membuat pembaca sedih.

Di hari terakhir tahun 2019, api menjalar lahan dan properti milik Belinda Attree di Lembah Nariel, dekat Corryong, sekitar 561 km dari Melbourne.

Seperti banyak petani lainnya, keluarga Belinda memutuskan untuk membuka pintu pagar peternakan mereka, sehingga hewan ternak miliknya bisa melarikan diri dari api. Namun, banyak yang tidak selamat.

"Sangat menyedihkan," kata Belinda.

"Ternak kami mati di lahan ternak kami, suami saya berusaha mengumpulkan mayat-mayat di satu tempat untuk dikuburkan."

"Kami mencoba mengangkat dengan garpu traktor, namun tubuh hewan-hewan tersebut hancur berantakan."

"Tubuh mereka matang karena terkena api dan meledak."

Kini upaya untuk menyelamatkan dan merawat hewan terbakar yang selamat mulai dilakukan.

Sementara jumlah hewan ternak yang harus disuntik mati juga meningkat, karena tidak mungkin lagi diselamatkan.

"Ada banyak induk sapi yang memiliki anak," kata Belinda

"Namun puting susu mereka terkena api, dan mereka tidak bisa menyusui anak-anaknya."

Ketika menggiring sapi-sapi ini, anak-anaknya tergeletak dan tidak bisa bangun lagi dan kami harus menembak mati mereka."

Dokter hewan dikerahkan

Pemerintah Federal Australia sudah mengatakan akan ada 100 dokter hewan yang bisa membantu petani dan peternak memeriksa hewan-hewan yang masih hidup.

Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan mereka bekerja dengan pemerintah negara bagian untuk memahami tingkat bencana yang terjadi saat ini.

"Pekan lalu saya berada di lapangan guna melihat dampak kebakaran di Corryong, dimana ribuan ternak mati." katanya.

"Di Australia Selatan, kawasan Adelaide Hills, ada sekitar 3 ribu ternak yang mati karena kebakaran, dan di pekan-pekan berikutnya banyak yang mati karena kepanasan dan terpapar asap."

"Di Kangaroo Island, disebutkan ada belasan ribu domba dan sapi, jadi ini akan mempengaruhi produk ternak nasional."

Menteri Bridget mengatakan dengan kebakaran masih berlangsung di berbagai tempat, prioritas yang sekarang harus dilakukan adalah menguburkan ternak yang mati.

Pemerintah Australia berharap ternak dan binatang lain yang mati dapat dikubur dalam waktu seminggu, bahkan tenaga militer telah ikut diterjunkan untuk melakukannya.

"Kita paham jika hal utama yang harus dilakukan adalah menguburkan ternak yang mati karena kebakaran," katanya.

Menurut peta yang dibuat oleh perusahaan data pertanian Mecardo, ada sekitar 8,6 juta domba dan 2,3 juta ekor sapi yang berada di kawasan yang dilanda kebakaran di Victoria dan New South Wales.

Jumlah ini artinya sekitar 12 persen domba dan 9 persen sapi dari keseluruhan ternak nasional.

Analis senior Mecardo, Matt Dalgleish, mengatakan melihat luasnya wilayah yang terkena bencana, maka diperlukan waktu beberapa bulan untuk mengetahui jumlah pasti.

"Ini lebih luas dari wilayah yang terkena banjir di Queensland, dan waktu itu diperlukan waktu tiga bulan untuk mengetahui jumlah ternak yang menjadi korban," katanya.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mungkinkah Pilkada Serentak Ditunda untuk Cegah Klaster Baru COVID-19?
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah dimulai pada awal bulan September.Dua...
Menjual Foto atau Kencan Virtual: Kegiatan Sugar Baby Indonesia Saat Pandemi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Lola* lahir di keluarga yang serba berkecukupan sehingga punya kesempatan sekolah di Singapura.Tapi ...
Selandia Baru Cabut Pembatasan Lockdown 21 September Kecuali Auckland
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Selandia Baru kembali akan mencabut lockdown mulai 21 September. Tapi khusus kota Auckland akan teta...
Sisi Lain Backpacker di Australia: Dibayar Murah, Digerayangi Sejak Hari Pertama
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Setelah bekerja selama dua bulan di sebuah usaha pertanian di Queensland, Elin cuma bisa mendapatkan...
Warga Palestina Merasa Perjanjian Negara Arab dengan Israel Sebuah Pengkhianatan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian bersejarah untuk melakukan hu...
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan kar...
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasi...
Ini Soal Harga Diri: Warga Papua Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Permintaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar pengacara hak asasi manusia Veronica Koman ...
Ekonomi di Indonesia Dibuka Terlalu Cepat Tapi Bantuan Untuk Warga Terkendala
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Obed Humutur, seorang musisi kafe di Jakarta terpaksa menjual keyboard miliknya.Sejak Pembatasan Sos...
Lockdown Dilonggarkan, Warga Indonesia di Pedalaman Victoria Tersenyum Lagi
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB
Linda Craggs, seorang warga asal indonesia yang kini tinggal di Ballarat, kota kecil di Victoria, Au...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV