Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
ABC.net.au - Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia

Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebakaran semak yang sedang berlangsung di beberapa negara bagian.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima wakil duta besar Australia di kantornya hari Senin (6/1/2020).

"Indonesia menyampaikan duka terdalam dan simpati dari kebakaran hutan yang masih terjadi di seluruh Australia," tulis Retno di akun Twitter Menlu.

Sebelumnya ABC Indonesia melaporkan sejumlah tetangga terdekat Australia telah memberikan bantuan, baik berupa uang dan tenaga, untuk atasi kebakaran yang telah menghanguskan 6 juta lahan hutan dan semak-semak.

Negara Vanuatu telah berkomitmen untuk berikan AU$ 250.000, sementara Papua Nugini siap menurunkan 1.000 pasukan tentara dan pemadam kebakaran.

Sementara itu hari Senin (6/01), Singapura telah mengirimkan dua helikopter bermesin ganda ke Australia untuk membantu memadamkan api.

"Dua [helikopter jenis] Chinooks telah bersiap terbang dari utara Australia ke East Sale [di Victoria], yang menjadi titik tolak kita untuk beroperasi," kata PM Australia, Scott Morrison.

PM Morrison juga mengucapkan terima kasih kasih kepada Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura karena telah memberikan bantuan.

Di saat bersamaan, PM Morrison juga berterima kasih kepada Jacinda Ardern, PM Selandi Baru yang telah memutuskan mengirim tiga helikopter untuk mengatasi kebakaran di bagian selatan Australia.

Di akun Menlu, Retno mengatakan Indonesia siap membantu Australia di saat sedang butuh bantuan.

"Teman saat dibutuhkan adalah teman sejati," tulisnya.

Rento menulisnya dalam bahasa Inggris, a friend in need is a friend indeed, sebuah ungkapan yang juga pernah diucapkan oleh Kristiarto Legowo, Duta Besar RI di Canberra saat merayakan 70 tahun hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia di Canberra, September lalu.

Arti kata itu adalah teman yang hadir di kala dibutuhkan adalah teman sejati.

Indonesia pernah bantu kebakaran terparah Australia

Saat Australia mengalami salah satu kebakaran terbesar di tahun 2009, Indonesia dibawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu memberikan bantuan uang senilai AU$ 1 juta.

Uang tersebut ditujukan untuk membantu proses rekonstruksi sejumlah sekolah di negara bagian Victoria, selain juga mengirimkan tim forensik untuk membantu proses identifikasi korban.

Saat itu, Presiden SBY menulis surat kepada PM Kevin Rudd, yang mengatakan sumbangan dan bantuan adalah bentuk solidaritas.

"Kesuksesan Australia adalah kesuksesan Indonesia, begitu juga kesedihan Australia menjadi kesedihan kami."

Hingga hari Selasa (7/01), negara bagian New South Wales, dengan ibukota Sydney, diperkirakan lebih dari 1.500 bangunan rumah telah rusak akibat kebakaran di musim panas ini.

Dewan asuransi nasional Australia memperkirakan kerusakan sejak September 2019 telah mencapai AU$ 700 juta, atau lebih dari Rp 6 triliun, dengan hampir 9.000 jumlah klaim yang sudah diterima.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanya Jawab bersama Presenter Inovator
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:05 WIB
Pria berhobi travelling ini, sebenarnya memiliki cita-cita menjadi petualang. Waktu kecil ia suka se...
Stasiun TV di Indonesia Yang Menyiarkan Inovator
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:05 WIB
ICTA TV - Indonesia Cable TV Association : setiap Senin dan Rabu pukul 06:00 / Jumat 14:00 / Minggu ...
Ikuti #KuisInovator dan Menangkan iPod dan Suvenir DW
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
"Inovator" adalah program televisi DW Indonesia yang menyajikan berbagai informasi tentang...
Habaybna: Situs Web Arab Pertama Bagi Orang Tua dari Penyandang Disabilitas
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Reem Al Farangi pernah mengalami masa-masa yang suram. Ibu dari dua anak yang menderita autis itu pe...
Robot Pemulung Selamatkan Sungai dari Pencemaran
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Memulung plastik dari sungai-sungai di Malaysia sebelum mencemari samudra adalah tugas "Interce...
Sejarah Baru di Oscar 2020
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Kisah Warga Hidup dalam Kepungan di Idlib, Suriah:
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Mona Al-Bakkoor telah hidup dalam ketakutan, di bawah langit yang penuh desingan roket dan bom. Ia d...
Pencari Suaka dari Cina di Jerman Jumlahnya Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Jumlah pencari suaka ke Jerman dari Cina meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun, menur...
Inovator 354
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Teknologi sensor percepat rehabilitas pasien Stroke, kapas canggih bantu perangi bencana pencemaran ...
Inovator 355
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB
Terbang dengan pikiran berkat Neurobiologi, listrik bersih untuk Filipina yang lapar energi dan kriy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)