Pencari Suaka dari Cina di Jerman Jumlahnya Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat
Elshinta
Rabu, 19 Februari 2020 - 02:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pencari Suaka dari Cina di Jerman Jumlahnya Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat
DW.com - Pencari Suaka dari Cina di Jerman Jumlahnya Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat

Jumlah pencari suaka ke Jerman dari Cina meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun, menurut Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi (BAMF) menanggapi pertanyaan media Jerman, Welt am Sonntag.

Jerman menerima 962 permohonan suaka dari warga Cina pada 2019 - naik dari 447 dari tahun sebelumnya.

Permohonan suaka dari etnis minoritas Uighur, yang sebagian besar tinggal di wilayah otonomi Xinjiang di Cina barat, meningkat secara signifikan dari 68 suaka pada 2018 menjadi 193 pada 2019.

Status suaka diberikan kepada minoritas

Pemerintah Jerman mengakui bahwa situasi bagi kaum minoritas dan penentang pemerintahan Partai Komunis Cina menjadi "jauh lebih buruk".

Pengakuan situasi yang memburuk dari minoritas oleh pemerintah Jerman tercermin dalam persentase pemberian suaka. Pemohon suaka dari etnis Uighur dan Tibet - keduanya kelompok minoritas yang tertindas di Cina - memiliki peluang lebih tinggi untuk diterima, dengan pemohon suaka dari etnis Uighur memiliki peluang lebih besar dari 96% dan Tibet 75%, demikian menurut tanggapan yang diberikan oleh BAMF kepada Welt.

Ini dibandingkan dengan kurang dari 15% yang diberikan kepada penohon suaka beretnis Han, yang merupakan mayoritas etnis di Cina.

Namun, hanya ada 18 pencari suaka dari Tibet pada tahun 2019. (vlz/rap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Melihat Terpukulnya Kartel Narkoba Meksiko karena Lockdown Corona
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
Jika Anda berkunjung ke Pasar Tepito di Mexico City, tidak ada barang yang tidak dapat Anda temukan,...
Wabah Corona Geser Tradisi Pesakh dan Ramadan
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
Pandemi Corona menempatkan umat beragama di dunia dalam situasi limbung. Tiga perayaan penting Islam...
PM Inggris Dibawa ke RS karena Corona, Ratu Elizabeth Minta Rakyat Bersatu
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
Minggu (05/04), Ratu Inggris Elizabeth II dalam pidato resmi kerajaan angkat bicara mengenai pandemi...
Bisnis Pendakwah Kristen di Brasil Ikut Terancam Covid-19
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
"Virus corona adalah hukuman Tuhan", kata Valdemiro Santiago, kepala Universal Church of G...
Universitas John Hopkins: Angka Infeksi Covid-19 Jerman Tembus 100.000 Kasus
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
John Hopkins University sampai Senin pagi (6/4) mencatat jumlah infeksi virus corona SARS-CoV-2 di ...
Ribuan Mahasiswa Kedokteran Jerman Bantu Perangi Wabah Corona
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
Charlotte Dubral, mahasiswa kedokteran berusia 24 tahun, tengah menjalani program Erasmus di Polandi...
Belum Ada Kasus COVID-19 di NTT, Dokter: Terkendala Alat Diagnostic Test
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB
Hingga Senin (06/04), sebanyak 31 Provisi di Indonesia sudah melaporkan kasus COVID-19 dengan total ...
Bagaimana Pariwisata Global Bereaksi Hadapi Dampak Virus Corona?
Minggu, 05 April 2020 - 01:45 WIB
Bagaimana Pariwisata Global Bereaksi Hadapi Dampak Virus Corona?
Pentingnya Pelayanan Konseling Psikologis Selama Lockdown di Italia
Minggu, 05 April 2020 - 01:45 WIB
Sonia Tranchina, 38, telah hidup terkurung bersama dua anaknya dan anjing mereka di apartemen seluas...
Angela Merkel: Ada Harapan, Tapi Tidak Cabut Restriksi Keluar Rumah
Minggu, 05 April 2020 - 01:44 WIB
Saat Jerman dan dunia menghadapai pandemi COVID-19, masa Paskah yang berlangsung minggu depan akan &...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV