Saat Sepak Takraw Membuat Warga Australia Terkagum-kagum
Elshinta
Jumat, 10 Mei 2019 - 08:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Saat Sepak Takraw Membuat Warga Australia Terkagum-kagum
ABC.net.au - Saat Sepak Takraw Membuat Warga Australia Terkagum-kagum

Para penonton pertandingan Sepak Takraw di ajang Arafura Games yang digelar di Kota Darwin, Australia, dibuat terkagum-kagum oleh ketangkasan permainan atlet-atlet cabang olahraga yang popular di Asia Tenggara ini. Ada yang menyebutnya sebagai "tenis ala Jackie Chan".

Sepak Takraw di Australia:

  • Aturan nomor satu dalam Sepak Takraw yaitu tidak boleh menggunakan tangan
  • Bola takraw awalnya dibuat dari anyaman rotan atau bambu namun sekarang menggunakan plastik karet
  • Tim takraw wanita Indonesia merebut medali emas dalam Arafura Games 2019 di Darwin

Julukan ini tak berlebihan. Para pemain mempertontonkan tendangan terbang dan jungkir balik, dengan nuansa ketangkasan pencak silat atau Muay Thai.

Pertandingan yang diikuti sejumlah negara ini menempatkan tim putra Malaysia dan tim putri Indonesia masing-masing di urutan pertama dengan meraih mendali emas.

Bagi penonton Australia, mereka masih asing dengan aturan takraw yang tidak bisa menggunakan tangan.

Pemain sepak takraw Australia Veng Thou menjelaskan permainan ini juga membutuhkan banyak kesabaran.

"Suatu keuntungan besar jika memiliki fleksibilitas. Kita harus melakukan servis dengan kaki lebih tinggi dari kepala," katanya kepada ABC.

"Dengan gerakan-gerakan tajam yang lincah, kita seperti terbang di udara di sekitar net. Para penonton menyukai hal ini," ujarnya.

Terlepas dari manuver mengesankan di udara yang dilakukan para atlet, suara bola takraw yang sangat khas membedakannya dengan olahraga bola lainnya.

"Bola takraw awalnya terbuat anyaman bambu yang dibuat bundar dan berongga," kata Veng Tuan.

"Ketika olahraga ini kian populer, bolanya pun mengalam evolusi. Mungkin sebelumnya bola takraw menggunakan plastik, tapi sekarang sudah digunakan juga unsur karet sehingga cengkeramannya lebih kuat," jelasnya.

Sepak takraw sangat populer di negara-negara Asia Tenggara. Namun kini sudah mulai dikenal di negara lain, termasuk Australia.

Menurut Karen Cabarello dari Federasi Sepak Takraw Filipina, olahraga ini sangat spesial bagi rakyat Filipina.

"Baru tahun lalu sepak takraw menjadi olahraga nasional kami," ujarnya.

"Orang Filipina cocok dengan olahraga ini karena tidak memerlukan ukuran tinggi badan untuk bisa unggul. Hanya perlu atletis dan keteguhan hati," kata Cabarello.

Di Filipina selatan, katanya, sampai saat ini anak-anak setempat masih bermain sepak takraw hampir setiap harinya.

Menurut Caballero, sepak takraw di negaranya juga dijuluki "olahraganya orang miskin".

Namun dengan dipertandingan di ajang seperti Arafura Games di Australia, olahraga ini membuka peluang bagi anak-anak Filipina di bidang olahraga.

"Kami meluncurkan liga Sepak Takraw Filipina dan kaget dengan banyaknya klub yang bergabung," katanya.

Dalam ajang ini, tim Universitas Putra Malaysia merebut emas untuk putra dan tim dari Indonesia berhasil keluar sebagai juara untuk kategori putri.

Di saat pertandingan yang berkahir pekan lalu, banyak penggemar takraw yang membeli pernak-pernik olahraga ini.

Sedikitnya 500 bola takraw terjual tenunan di sekitar Darwin Convention Centre, tempat pertandingan digelar.

"Saya belum bertemu orang yang tidak terkesan dengan cara permainan olahraga ini. Cepat dan menyenangkan. Hanya menggunakan kaki dan kepala," ujar Caballero.

Simak beritanya dalam versi Bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasukan Khusus Australia Dituduh Terlibat Penembakan Massal Warga Sipil di Afghanistan
Rabu, 15 Juli 2020 - 02:55 WIB
Pasukan khusus Australia SAS telah menewaskan hingga 10 warga sipil Afghanistan yang tak bersenjata ...
Melbourne Lockdown Kedua, KJRI Imbau Warga RI Tunda Urusan Tak Mendesak
Rabu, 15 Juli 2020 - 02:55 WIB
Di tengah lockdown kedua kalinya di kawasan Metropolitan Melbourne, KJRI menghimbau kepada warga Ind...
Pandemi COVID-19: Kasus di Victoria Tembus Empat Ribu dan Kemungkinan Hukuman Penjara di Queensland
Rabu, 15 Juli 2020 - 02:55 WIB
Kondisi virus corona di Victoria memburuk setelah ada pertambahan 270 kasus dalam 24 jam terakhir, s...
Denda Corona di Melbourne: Dari Pesan KFC Hingga Kegiatan Seks Komersial
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:02 WIB
Kota terbesar kedua di Australia, Melbourne sedang menjalani lockdown kedua menyusul meningkatnya an...
Hadapi Vonis, Teroris Australia Penyerang Masjid Tolak Didampingi Pengacara
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:02 WIB
Terdakwa teroris Brenton Harrison Tarrant menolak didampingi pengacara untuk sidang vonis dalam kasu...
Seribu Tentara dan Lima Juta Masker Dikirim ke Melbourne Untuk Tangani Corona
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:02 WIB
Pemerintah Australia akan mengirimkan seribu tentara dan lima juta masker ke Melbourne untuk menangg...
Vaksin COVID-19 Buatan University of Queensland Mulai Diuji Coba Pada Manusia
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:02 WIB
Uji coba untuk potensi vaksin COVID-19 pada manusia telah dimulai di Queensland, setelah di bulan Me...
Gonjang Ganjing Bisnis Warga Indonesia di Melbourne di Tengah Lockdown Kedua
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Melbourne kembali mengalami lockdown kedua kalinya, sejak hari Kamis (8/07), yang menyebabkan banyak...
Komunitas Dunia yang Tak Pernah Mendengar Adanya Pandemi Virus Corona
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Virus corona telah menulari12 juta orang dan membunuh lebih dari 540.000 orang di dunia, namun di be...
Klaster Virus Corona di Sekolah Islam Al-Taqwa Jadi Terbesar di Melbourne
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Faikha Schroeder sedang menikmati liburan sekolah ketika menerima pesan bahwa salah satu rekan penga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV