Mereka Tak Percaya Saya Petani: Anak Jakarta Mengurus Peternakan Austalia
Elshinta
Kamis, 12 Maret 2020 - 08:17 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mereka Tak Percaya Saya Petani: Anak Jakarta Mengurus Peternakan Austalia
ABC.net.au - Mereka Tak Percaya Saya Petani: Anak Jakarta Mengurus Peternakan Austalia

Dengan menggunakan sepeda motor beroda empat, atau quad bike dan ditemani seekor anjing bernama Rufus disampingnya, Sukma Bowling bisa melihat tepi pantai dan padang rumput yang luasnya berhektar-hektar.

Saat memadangnya, ia tidak melihat satu orang pun.

Sukma membantu mengelola peternakan yang cukup terpencil King Island, sebuah pulau kecil di perairan selat Bass Strait yang membelah negara bagian Victoria dan Tasmania.

Pulau ini dikenal dengan kualitas hidangan laut, keju, dan daging sapi.

"Sebagian besar wilayah ini berbatuan dan sangat berangin, tapi saat tidak berangin, tempat ini menjadi tempat yang paling indah yang pernah anda lihat," kata Sukma.

Dengan cuaca yang tak terlalu panas, tidak juga dingin, disertai curah hujan yang tinggi membuat rumput subur sepanjang tahunnya. Ini membantunya mengembangbiakan hewan ternak yang gemuk.

Sukma selama ini mengaku sebenarnya ia tidak cocok dengan gambaran petani pada umumnya.

"Banyak orang yang saya temui dari peternakan, mereka tak percaya saya petani, karena biasanya mengira saya pakai Akubra [topi kobi], sepatu boot, dengan penampilan layaknya petani," kata Sukma.

"Tapi saya selalu berpakaian semau saya saja."

Belum pernah lihat hamparan rumput

Sukma dilahirkan di kota Jakarta, dengan populasi saat ini mencapai lebih dari 10 juta orang dan bisa memenuhi dua pertiga area King Island.

"Saya dibesarkan di perkampungan [di Jakarta] dan tidak terlalu sering ketemu ibu saya, karena ia selalu kerja," kata Sukma.

Saat ia berusia tujuh tahun, keluarganya pindah ke King Island yang jumlah penduduknya hanya 1.200 orang.

"Waktu kita tinggal di Bali, banyak hal yang terjadi di Indonesia," kata David Bowling, ayah tiri Sukma.

"Pertama, turunnya Presiden Suharto diikuti kerusuhan, kemudian aksi bom di Bali, lalu serangan bom di hotel Marriott, Jakarta," tambahnya.

Keluarga Bowling kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung halaman David di King Island agar Sukma bisa mendapat pendidikan yang baik.

Saat itu, baik Sukma, maupun ibunya, Sumini, belum bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Pindah ke tempat yang sangat sepi, dimana tidak banyak orang dan sedikit toko, membuat Sumini kaget. Tapi sekarang ia sudah merasa King Island sebagai rumahnya.

"Karena kebebasan dan merasa aman disini, kita tidak perlu mengunci mobil dan hal lainnya," ujar Sumini.

"Di Indonesia, kita harus mengunci semuanya."

Ketika pertama kali Sukma Bowling mengunjungi perternakan milik kakeknya, ia benar-benar gembira melihat lahan pertanian yang luas.

"Hari pertama disini, dia keluar dan berguling-guling di rumput, karena belum pernah melihat hamparan rumput sebelumnya," ujar Peter Bowling, kakek tiri Sukma.

Mengikuti jejak kakeknya

Sebagai anak kota, Sukma tak pernah menyangka dirinya akan menjadi petani dan peternak. Setelah ia lulus sekolah, kakeknya menawarkannya pekerjaan.

Ia pun tak luput dari melakukan kesalahan seperti biasanya, traktor yang menyangkut dan kadang-kadang tersesat sendiri di lahan perternakan yang luasnya mencapai 2.500 hektar.

"Ia tidak tahu apa-apa sebelumnya, jadi saya mengajarinya," kata Peter.

Sukma sekarang senang bekerja dengan 2.200 ekor hewan ternak Murray Gray.

Ketika ia sedang tidak sedang bekerja di peternakan, Sukma memilih untuk menyelam untuk mencari kerang jenis abalone atau crayfish, sejenis lobster dengan ukuran lebih kecil.

Mudah pula baginya untuk menemukan lokasi berselancar, atau surfing di kawasan ini setiap harinya sepanjang tahun.

Bagi Sukma, tinggal di kawasan pedalaman Australia justru membukanya banyak kesempatan, asal memiliki pemikiran yang jelas.

"Banyak yang bilang, oh saya bisa bosan, tapi itu tergantung pikiran kita, kalau mau punya hidup yang bosan atau merasa bosan, ya maka terjadi."

"Ini adalah tempat dimana kita melakukan apa yang ingin dilakukan dan menciptakan kesenangan sendiri."

Keluarga Bowling mengaku memiliki keterikatan keluarga yang sangat kuat.

Sukma mengatakan hal terbaik dari bertani dan berternak adalah menghabiskan waktu dengan kakek dan neneknya.

Neneknya, Evon Bowling, merasa sangat senang melihat Sukma menikmati kehidupannya di King Island.

"Dari pandangan saya, benar-benar ada kepuasan melihat kita bisa menawarkan lingkungan yang membuat Sukma merasa bahagia," ujarnya.

Sukma masih berkunjung ke Indonesia, meski ia merasa bersyukur bisa pindah ke King Island.

"Berada disini benar-benar menjadi sebuah keistimewaan bagi saya, untuk bisa diterima oleh keluarga juga oleh semua hal di pulau ini."

Tonton kehidupan Sukma di King Island di acara Landline di ABC TV, hari Minggu (15/03/2020) atau lewat iview.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kerusuhan di Ibukota Washington,  Twitter Mengunci Akun Presiden Donald Trump
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Sekelompok orang pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan kepolisian, menyebabkan kerusuhan di...
Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk...
Keluarga Korban Bom Bali:
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Beberapa anggota keluarga di Australia dari korban yang tewas dalam peristiwa bom Bali tahun 2002 me...
Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Jadwal penyuntikan vaksin virus corona di Australia akan dimajukan menjadi bulan depan, dengan menda...
Thailand Pernah Jadi Contoh Sukses Penanganan COVID, Kini Kasusnya Melonjak
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Thailand pernah dianggap contoh sukses penanganan COVID-19 di awal pandemi, tetapi negara itu telah ...
Abu Bakar Bashir Bebas, PM Australia Mengatakan Menghormati Keputusan Indonesia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan pembebasan Abu Bakar Basyir menjadi kesedihan b...
Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Terhitung pukul 18:00 malam ini waktu setempat, warga di Brisbane, Logan, Ipswich, Moreton dan Redla...
Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Setelah kerusuhan dengan massa menyerbu masuk ke gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC, K...
Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Vaksin virus corona buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China telah dinyatakan 78 pe...
Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Di tengah meningkatnya penyebaran varian baru virus COVID-19 asal Inggris, hari ini (8/01), Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV