Tersinggung Cuitan Trump, Cina Perintahkan Pengusiran Jurnalis AS
Elshinta
Jumat, 20 Maret 2020 - 04:31 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tersinggung Cuitan Trump, Cina Perintahkan Pengusiran Jurnalis AS
DW.com - Tersinggung Cuitan Trump, Cina Perintahkan Pengusiran Jurnalis AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan menyebut virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi corona sebagai "virus Cina." Langkah ini dibalas Cina dengan mengusir wartawan AS. Departemen Luar Negeri Cina mengatakan bahwa wartawan dari media New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal harus segera menyerahkan kartu pers mereka.

Departemen Luar Negeri Cina membenarkan pelarangan kerja bagi jurnalis AS dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya juga telah membatasi jumlah wartawan Cina yang diizinkan bekerja untuk media pemerintahnya di Amerika.

Wartawan dari media New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal, yang kartu persnya akan berakhir tahun ini, diharuskan mengembalikan kartu tersebut dalam beberapa hari mendatang. Para wartawan dari media AS ini tidak lagi diizinkan untuk bekerja di Cina daratan, Hong Kong, dan Kawasan Administratif Khusus Makau, demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Cina.

Selain itu, ketiga surat kabar tersebut beserta media AS lain juga diharuskan memberikan informasi tertulis terkait informasi karyawan mereka, pernyataan keuangan, pekerjaan, dan kemungkinan properti yang mereka miliki di Cina. Aturan-aturan yang sama juga baru diberlakukan oleh AS terhadap media pemerintah Cina.

Dipicu cuitan Donald Trump di Twitter

Pengusiran ini terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington terkait virus corona. Pada Senin (16/03) Presiden AS, Donald Trump, menyebut patogen itu sebagai "virus Cina" dan menimbulkan kemarahan pihak Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina di Beijing mengatakan bahwa istilah ini keterlaluan dan merupakan bentuk stigmatisasi.

Cina sebelumnya telah mengusir tiga jurnalis dari Wall Street Journal pada Februari lalu. Alasannya adalah penerbitan komentar dengan judul China Is the Real Sick Man of Asia yang mengritik reaksi pemerintah Cina dalam menangani wabah corona yang pertama kali muncul di Wuhan.

Pers semakin terancam

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa pemerintah Cina telah membatasi kebebasan pers yang justru menjadi sangat penting dalam "masa-masa yang sangat menantang di seluruh dunia," di mana "lebih banyak informasi dan transparansi dapat menyelamatkan banyak nyawa," ujarnya merujuk kepada pandemi corona.

Sementara klub koresponden asing di Cina, FCCC, juga dengan tajam mengritik pengusiran wartawan AS ini. "Jurnalis menerangi dunia tempat kita hidup. Tindakan ini malah menggelapkan Cina," tulis FCCC dalam sebuah pernyataan. Wartawan tidak seharusnya menjadi korban konflik diplomatik dua negara besar.

FCCC juga mengritik memburuknya kondisi kerja di Cina dan mengeluhkan tindakan pelecehan, pengawasan, dan intimidasi terhadap jurnalis. Langkah terbaru Beijing ini setidaknya akan berpengaruh terhadap 13 jurnalis AS, menurut FCCC. Namun demikian, jumlah total jurnalis yang berpotensi turut diusir bisa lebih tinggi, tergantung bagaimana otoritas Cina menerapkan keputusan tersebut.

ae/rap (afp, dpa, ap, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siapkah Dunia Mencontoh Sistem Pendapatan Dasar Universal dari Finlandia?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Penulis asal Finlandia, Tuomas Muraja, menggambarkan dirinya kurang lebih seperti "kelinci perc...
Kasus Pedofilia Picu Keretakan di Gereja Katolik Polandia 
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Jakub dan Bartek Pankowiak hidup di kota kecil bernama Pleszew di jantung Polandia. Ayah mereka seor...
Para Pelacak dari Unit Penelusuran dan Pelacakan Kontak Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Di negara bagian Bayern, Jerman, Franziska Weiss adalah satu dari sekitar 2500 pelacak kontak Covid-...
Seantero AS Protes Kematian George Floyd
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Trump Kerahkan Ribuan Tentara-Polisi, Otopsi Floyd Tunjukkan Sesak Napas dan Pembunuhan
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (01/06) bahwa ia mengerahkan ribuan...
Langgar Larangan Beroperasi, Sisha Bar di Jerman Munculkan Klaster Baru
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Para petugas penelusiran kontak dari dinas kesehatan hingga kini berhasil melakukan pelacakan dan me...
“Mencari Vaksin Corona, Nasionalisme Adalah Hal Terakhir Yang Kita Butuhkan”
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Ketika perusahaan-perusahaan obat di seluruh dunia berlomba menemukan vaksin corona, bisakah mereka ...
Apakah Social Distancing Selama Pandemi Corona Sebabkan Lebih Banyak Kasus Bunuh Diri?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Pada awal Maret, ketika wabah corona sampai ke Eropa dan social distancing serta lockdown diterapkan...
Serukan Wudhu dengan Wiski dan Vodka, Aktor Maroko Dituduh Menista Agama
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Aktor Maroko, Rafik Boubker, yang berusia 47 tahun ditahan setelah videonya beredar di media sosial....
Tiga Gadis Kecil Indonesia di Jerman Menginspirasi, Tiga Perempuan Antisampah Wujudkan Donasi Buah Tampah Indonesia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Di suatu senja saat menikmati buah-buahan, di meja makan rumahnya di Bonn, Jerman, seperti biasa ket...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV