Wabah Corona: Inilah Sejumlah Sektor di Australia yang Butuh Tenaga Kerja Baru
Elshinta
Selasa, 24 Maret 2020 - 20:57 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Wabah Corona: Inilah Sejumlah Sektor di Australia yang Butuh Tenaga Kerja Baru
ABC.net.au - Wabah Corona: Inilah Sejumlah Sektor di Australia yang Butuh Tenaga Kerja Baru

Di tengah puluhan ribu warga Australia yang kehilangan pekerjaan karena ditutupnya berbagai bisnis sebagai dampak dari pandemik virus corona, ada beberapa bisnis yang memerlukan pekerja.

  • Karena pengaturan jarak antar orang, banyak bisnis di Australia harus tutup
  • Beberapa bisnis memerlukan staf baru karena meningkatnya permintaan
  • Supermarket, perusahaan telekomunikasi, dan sektor pertanian mencari pekerja baru

Mulai Senin siang (23/03), sejumlah tempat di Australia telah dipaksa tutup, setelah pemerintah Australia berupaya memperketat jumlah kerumunan, untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Kebijakan ini pun telah menyebabkan banyak warga di Australia, termasuk sejumlah warga Indonesia, kehilangan pekerjaannya.

Meski saat ini baru ada informasi soal kebutuhan tenaga kerja dari Australia Selatan, tidak menutup kemungkinan di negara-negara bagian lainnya pun akan membutuhkan pekerja baru.

Di perusahaan pertanian Virginia Farm Produce, yang terletak sedikit di luar kota Adelaide, ibukota Australia Selatan, sedang mencari 40 tenaga kerja untuk berbagai posisi.

Tenaga kerja dibutuhkan seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk pertanian dan kurangnya pekerja musiman.

Kegiatan bisnis Virgina Farm Produce meliputi menanam dan mengepak kentang dan bawang di lahan mereka, yang terletak sekitar 35 km dari pusat kota Adelaide.

Direktur keuangan perusahaan tersebut, Jessica Snaddon mengatakan angka penjualan sudah meningkat 25-30 persen, karena semakin banyak orang yang memasak di rumah masing-masing.

"Bisnis kami berkembang pesat," kata Jessica.

"Semakin banyak warga Australia yang tinggal di rumah karena pembatasan pergerakan akibat virus corona."

"Jadi permintaan akan produk kami semakin meningkat, jadi kami menjual lebih banyak produk yang dibutuhkan, lebih banyak kentang dan bawang."

Unggahan di halaman Facebook mengenai lowongan kerja ini sudah di-share sebanyak enam ribu kali, sejak pertama kali diposting hari Sabtu.

Menurut Jessica yang melamar sebenarnya memiliki keterampilan yang lebih tinggi, seperti sopir kereta, juru masak, fotografer dan musisi.

Mereka melamar untuk pekerjaan penuh waktu atau pekerja harian untuk memetik sayur, mengendarai forklift dan pengemasan.

"Lamaran yang kami terima luar biasa banyak," katanya.

"Menyedihkan membaca riwayat pekerjaan mereka yang baru saja kehilangan pekerjaan, kadang seluruh keluarga kehilangan pekerjaan."

"Di hari pertama kami mendapat 200 surat lamaran dan sekarang sudah lebih dari 2.000 dan terus bertambah dan masih akan banyak lagi."

Perusahaan itu biasanya mempekerjakan anak-anak muda yang datang berlibur sambil bekerja, atau istilahnya backpacker.

Namun sekarang kebanyakan mereka sudah kembali ke negara masing-masing.

"Banyak diantara mereka pulang karena visanya sudah berakhir dan tidak ada lagi yang datang," kata Jessica.

Salah seorang manajer di bagian penanaman bawang, Varun Sharma mengatakan ia sudah bekerja di perusahaan ini selama lebih dari tiga tahun.

"Saya semula khawatir karena saya kira perusahaan ini akan ditutup juga," katanya.

"Saya khawatir dengan pendapatan saya, dan bagaimana saya harus membayar tagihan dan sewa rumah," ujarnya.

"Namun saat ini saya merasa beruntung, karena saya bekerja banyak dan pendapatan juga banyak."

Kerjaan di bidang perawatan lansia dan layanan telpon

Group ACH, perusahaan yang bergerak di bidang layanan lansia di Adelaide, juga sedang mencari karyawan baru sebagai juru masak, asisten juru masak, tukang cuci dan petugas layanan kebersihan.

Direktur eksekutif Group ACH, Frank Weits mengatakan mereka yang memiliki ketrampilan dan sebelumnya bekerja di bidang travel, penerbangan, dan restoran dipersilahkan untuk mendaftar.

"Sekarang waktunya untuk melihat ke sektor yang penting dan menyenangkan ini, kalau anda ingin mengubah karir anda, lihatlah situs kami atau situs layanan lansia lainnya," katanya.

"Kami akan berusaha membantu dan menawarkan pekerjaan ini semaksimal mungkin."

Perusahaan telekomunikasi terbesar Australia Telstra juga sedang merekrut 1.000 staf baru di seluruh Australia, termasuk 110 orang di Adelaide.

Mereka juga mencari tenaga kerja baru di kota Brisbane, Melbourne, Hobart, Bathurst dan Townsville dengan tugas menjawab panggilan telepon guna memberikan informasi.

Pekerjaan yang dilakukan di kantor tersebut hanya bersifat sementara.

"Kami mencari orang yang punya pengalaman bekerja sebelumnya di bidang layanan konsumen di perusahaan besar," kata seorang juru bicara.

Yang juga mencari tenaga kerja adalah sejumlah supermarket, seperti yang dikatakan Direktur Eksekutif Supermarket Drakes di Adelaide Roger Drake.

Supermarket mencari tenaga kerja, seiring meningkatnya permintaan pembelian khususnya online.

"Staf kami sudah bekerja secara maksimum dan kami ingin memastikan mereka tidak kewalahan," katanya.

Jadi bagi anda yang terkena dampak kehilangan pekerjaan di Australia karena pandemik virus corona, anda bisa melihat sektor-sektor mana saja yang berpotensi mencari tenaga kerja.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Melanggar Aturan Terkait Virus Corona, Siswa Asrama di Melbourne Dikeluarkan
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaSebanyak 24 siswa Trinity College, yang dikenal sebagai asr...
Ingat Indonesia, Reynold Poernomo Hidangkan Cendol di MasterChef Australia
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaHampir semua peserta menitikkan air mata dalam acara Master...
Baru Bisa Beli Baju Hangat: Sepertiga Ibu Tunggal di Australia Miskin
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:53 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaMusim dingin di Australia kali ini dirasakan berbeda oleh a...
Belajar dari Rumah: Masih Ada Kesenjangan Pendidikan di Indonesia?
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:53 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaBelajar dari rumah telah menjadi bagian dari new normal war...
Seberapa Amankah Berkunjung ke Mall di Australia Saat Ini?
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Di Australia, restoran dan kafe merupakan objek-objek yang menjadi sasaran penegakan aturan pembatas...
WHO: Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Saudi Buka Mesjid, Spanyol Berkabung
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Di saat banyak negara mulai melonggarkan aturan terkait COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) m...
WHO Minta Indonesia Hentikan Pemberian Obat Malaria Ke Pasien COVID-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak Indonesia untuk menghentikan penggunaan dua jenis ob...
Gaji PNS di New South Wales Tidak Akan naik Selama 12 Bulan Karena COVID-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Karena pandemi COVID-19, Pemerintahan negara bagian New South Wales (NSW) di Australia tidak akan me...
Pengalaman Perempuan Australia Belajar dan Masuk Islam dari Game Online
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Baca dalam Bahasa InggrisPerempuan Australia bernama Zahra Fielding tidak menyangka dirinya akan men...
Gaji dan THR Sejumlah Perawat Indonesia Dipotong Saat Berjuang Hadapi Corona
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Di saat merayakan Idul Fitri sejumlah pekerja lepas, termasuk tenaga kesehatan, ada yang belum menda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV