Vaksin COVID-19 di Jerman: ‘Pengujian Pertama Segera Hadir’
Elshinta
Kamis, 26 Maret 2020 - 02:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Vaksin COVID-19 di Jerman: ‘Pengujian Pertama Segera Hadir’
DW.com - Vaksin COVID-19 di Jerman: ‘Pengujian Pertama Segera Hadir’

Dievini Hopp BioTech adalah sebuah perusahaan induk yang dijalankan oleh seorang miliarder sekaligus pendiri SAP, Dietmar Hopp. SAP adalah produsen manufaktur perangkat lunak Jerman yang merupakan perusahaan perangkat lunak dan pemrograman terbesar ke-3 di dunia.

Dievini Hopp BioTech yang merupakan pemegang saham terbesar dari perusahaan biotek CureVac, mengatakan kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung pada Minggu (22/03), bahwa vaksin COVID-19 akan tersedia pada musim gugur atau sekitar bulan September sampai ke akhir bulan November, itu pun jika semuanya berjalan sesuai jadwal.

DW berkesempatan mewawancarai Friedrich von Bohlen, seorang ahli biokimia sekaligus direktur pelaksana Dievini, untuk membahas pernyataan tersebut. Ia juga duduk sebagai dewan pengawas di CureVac.

DW: Saat ini, dunia tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin untuk virus corona. Sudah sejauh apa pengembangan vaksin yang Anda buat sekarang?

Friedrich von Bohlen: Pertama, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi saat ini. Vaksin adalah satu-satunya cara untuk melindungi kita dari infeksi virus. Tetapi bagi mereka yang sudah terinfeksi, Anda dapat menjalani pengobatan, dan ini juga sedang diteliti sekarang.

Kami saat ini tahu bahwa bentuk agresif dari penyakit COVID-19 dapat menyebabkan pneumonia akut. Bagi pasien yang terkena dampak ini, para peneliti tengah berusaha mengembangkan obat yang dapat secara efektif digunakan untuk melawan peradangan paru-paru semacam ini.

Tentu saja, menemukan sebuah vaksin akan menjadi pilihan terbaik. Ada beberapa pendekatan untuk ini. Sejauh yang kami ketahui, kami berharap dapat mengembangkan vaksin dengan menggunakan mRNA [messenger ribonucleic acid] sebagai sumber informasi.

Kami sebentar lagi akan dapat meluncurkan tes klinis dari vaksin ini. Saya percaya ini memiliki kandungan zat yang sangat baik untuk mendapatkan vaksin.

Anda mengatakan “sebentar lagi”. Bisakah Anda jelaskan hal ini lebih jauh? Seperti yang Anda tahu banyak warga Jerman saat ini bertanya-tanya berapa lama lagi mereka harus melakukan social distancing?

Saya bukan peramal. Itu tergantung pada banyak faktor di luar pengetahuan saya. Saya kira pengobatan yang efisien akan memakan waktu beberapa bulan untuk muncul. Hal yang sama berlaku untuk vaksin dan ketersediaannya secara luas. Tetapi kalau kita berbicara soal vaksin yang disetujui untuk digunakan pada manusia, maka hal itu cenderung memakan waktu satu tahun atau lebih.

Berapa banyak vaksin yang dapat diproduksi oleh perusahaan Anda begitu tersedia?

Yang paling penting saat ini adalah tidak ada yang tahu sejauh mana perlindungan kekebalan tubuh yang dibutuhkan manusia untuk mencegah infeksi. Anda tidak dapat membuat taksiran untuk hal ini, dan Anda juga tidak dapat melakukan pengujian pada manusia dengan cara yang tidak terkendali.

Di sinilah para pembuat peraturan masuk untuk mengawasi proses pengujiannya satu per satu. Hal ini penting karena Anda juga ingin melindungi orang yang sedang diuji. Jadi butuh waktu untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan, dan Anda dapat mempercepat proses ini hanya sampai batas tertentu.

Terkait ketersediaan vaksin, mRNA memberikan keuntungan besar. Kami tahu hal ini dari vaksin yang dikembangkan CureVac terhadap rabies. Ada kemungkinan vaksin ini dapat melindungi orang hanya dengan 1 mikrogram saja, artinya 1 gram mRNA cukup untuk memvaksinasi 1 juta orang.

Sebagai perbandingan, obat-obatan konvensional biasanya membutuhkan 500 miligram zat untuk memastikan perlindungan. Sekali lagi, mRNA sangat kuat, hanya perlu sedikit untuk menjamin perlindungan, dan materinya sendiri dapat disediakan dengan cepat. Saya pikir kita bisa memiliki cukup materi di paruh kedua tahun ini, tapi saya tidak tahu apakah di waktu itu materi ini sudah disetujui atau tidak.

Perusahaan bioteknologi di Jerman biasanya tidak benar-benar dilirik oleh publik. Orang mungkin hanya tahu sedikit tentang perusahaan biotek kecuali mungkin perusahaan Anda. Menurut Anda apakah krisis sekarang ini memberikan dorongan untuk penelitian dan promosi biotek di negara ini?

Di Jerman, dukungan untuk melakukan penelitian dasar sangat baik. Tetapi dibutuhkan lebih banyak keberanian untuk mengubah temuan penelitian menjadi ide-ide perusahaan. Ada banyak hal yang menjadi alasannya, salah satunya adalah kurangnya modal usaha.

Pengobatan modern sangat berbeda dengan pengobatan konvensional dalam banyak hal. Apa yang kita saksikan sekarang ini adalah sebuah proses transformasi. Temuan molekulobiologis tentang sebuah penyakit banyak digunakan dalam bidang diagnosis dan terapi, dan itu adalah sebuah proses yang sangat inovatif di mana Jerman dalam hal ini masih perlu melakukan banyak hal.

Kita harus memastikan bahwa perusahaan semacam ini, yang menciptakan teknologi dan pekerjaan baru, berlokasi di Jerman.
Saya rasa krisis saat ini dapat menjadi peringatan bagi kita bahwa masih banyak perusahaan dan teknologi sejenis yang masih berada di luar negeri. Alangkah lebih baik jika perusahaan dan para ahli mereka berada di sini, terlebih lagi saat ini kita berbicara tentang sesuatu yang sama pentingnya dengan kesehatan manusia. (gtp/pkp)

Friedrich von Bohlen adalah ahi biokimia dan direktur pengelola dievini. Dia duduk sebagai dewan pengawas perusahaan bioteknologi CureVac yang berlokasi di Tübingen, Jerman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Serukan Wudhu dengan Wiski dan Vodka, Aktor Maroko Dituduh Menista Agama
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Aktor Maroko, Rafik Boubker, yang berusia 47 tahun ditahan setelah videonya beredar di media sosial....
Tiga Gadis Kecil Indonesia di Jerman Menginspirasi, Tiga Perempuan Antisampah Wujudkan Donasi Buah Tampah Indonesia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Di suatu senja saat menikmati buah-buahan, di meja makan rumahnya di Bonn, Jerman, seperti biasa ket...
Melihat Lebih Lanjut Cara Twitter Berikan Label di Cuitan
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Perusahaan media sosial Twitter baru-baru ini memberi pelabelan di cuitan yang dipublikasikan di pla...
Masa Depan Suram, Warga Hong Kong Pertimbangkan Emigrasi
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Setelah disetujui oleh Kongres Rakyat Nasional Cina (NPC), Undang-undang Keamanan Nasional untuk Hon...
India Usir Diplomat Pakistan Atas Tuduhan Spionase
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Pemerintah India mengusir dua pejabat kedutaan besar Pakistan di New Delhi. Keduanya dituduh terliba...
Wartawan DW Ditembaki Polisi AS Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Kerusuhan yang dipicu protes atas tewasnya warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi terus ber...
Cina Ancam Balas AS, Jerman Tawarkan Mediasi
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Pemerintah Cina mengancam bakal membalas tindak Presiden Donald Trump membatasi akses mahasiswa asal...
Lawan Korupsi di Vatikan, Paus Terbitkan Peraturan Tender dan Pengadaan Barang
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Paus Fransiskus baru saja meloloskan peraturan baru untuk pengadaan barang dan belanja di Vatikan. P...
Robot Buatan Denmark Bantu Test Swab Virus Corona
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Para peneliti di University of Southern Denmark mengumumkan, sukses membuat robot pertama yang bisa ...
Siapa Elon Musk, Pengusaha Sukses di Balik SpaceX?
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Elon lahir tahun 1971 di Afrika Selatan dari ibunya yang seorang model dan ahli diet, Maye Musk, dan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV