Kapal Pesiar Mewah Bisa Dijadikan RS Terapung Pasien Corona
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kapal Pesiar Mewah Bisa Dijadikan RS Terapung Pasien Corona
DW.com - Kapal Pesiar Mewah Bisa Dijadikan RS Terapung Pasien Corona

Dua pakar maritim Jerman mengajukan gagasan, untuk mengubah kapal pesiar mewah atau kapal perang jadi rumah sakit terapung untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19.Dibanding rumah sakit darurat di aula olahraga atau bekas hanggar pesawat terbang, rumah sakit kapal pesiar menawarkan fasilitas lebih bagus.

Pakar maritim Jerman Moritz Brake menyampaikan gagasan itu dalam wawancara dengan Deutsche Welle. “Solusi mengubah aula olahraga, hanggar pesawat atau hall pameran serta kapal pesiar untuk merawat pasien virus corona, terutama amat logis untuk jumlah kasus besar“, tambah Brake.

Dibanding dengan rumah sakit darurat di ruangan besar di darat, yang biasanya hanya disekat secara darurat, diberi alat bantu pernafasan dan tidak perlu lagi mendapat pelayanan medis intensif. Sementara logistik atau makanan juga harus disuplai oleh catering

"Sementara di kapal pesiar persyaratannya jauh lebih bagus, nyaman dan aman. Pelayanan medis, makanan dan logistik, semua terpusat di satu lokasi, yakni di kapal pesiar. Standar higiene juga terjamin, tabung oksigen sudah disiapkan. Kualitas perawatan medis intensif juga jauh lebih bagus dibanding di aula olahraga, karena di kapal pesiar semua ventilasi dirancang dengan baik“, papar Moritz Brake, perwira angkatan laut Jerman yang juga kandidat Doktor di Departement of War Studies, King´s College, London.

Amerika Serikat siap operasikan RS terapung
Angkatan laut AS menurut informasi teranyar, sudah secara konkret mewujudkan gagasan ini. Pakar keamanan maritim dari Institut Politik Keamanan Universitas Kiel-ISPK, Dr. Sebastian Bruns mengkonfirmasi hal itu dalam wawancara dengan DW.

“Dua rumah sakit kapal milik angkatan laut AS, yang dibangun dari basis kapal tanker kini sudah diberangkatkan untuk misi tangani wabah virus corona. Satu rumah sakit kapal diberangkatkan menuju New York dan satunya lagi menuju Los Angeles atau Seattle, untuk menambah kapasitas ranjang rumah sakit. Di dua kota pantai barat AS itu sudah disiapkan masing-masing tambahan 1.000 ranjang di rumah sakit“, papar Bruns lebih lanjut.

Selain itu Carnival Cruises, salah satu perusahaan wisata kapal pesiar terbesar di AS, secara sukarela menyiapkan sebagian armada kapal pesiar mewahnya, untuk digunakan sebagai rumah sakit kapal tambahan.

Uni Eropa tidak siap
Namun sayangnya Uni Eropa tidak menyiapkan diri dengan regulasi, agar bisa memanfaatkan sebagian armada kapal pesiar yang beroperasi di wilayahnya jadi rumah sakit terapung“, papar pakar maritim dari Universitas Kiel Dr. Sebastian Bruns.

Padahal Uni Eropa punya Center for Disease Management di Stockholm yang bisa jadi instansi yang kompeten. Juga dalam aliansi NATO, angkatan laut masing-masing negara seharusnya dapat memainkan peran mendukung solusi ini.

Sementara pakar maritim Moritz Brake juga mengusulkan agar solusi rumah sakit terapung semacam itu dikoordinir oleh Uni Eropa. Baik itu tenaga medis, peralatan maupun pengoperasiannya. Tujuannya, supaya pertolongan bisa dikirim cepat ke negara anggota yang memerlukan, untuk meredakan krisis. (as/vlz)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantuan Langit di Masa Sulit - Inilah Santo dan Santa Pelindung di Agama Katholik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Penderitaan mereka jadi inspirasi spiritual bagi ratusan juta umat Katholik di dunia. Sebelas peremp...
Lebih dari 100 Orang Terinfeksi Covid-19 Setelah Kebaktian di Gereja Frankfurt
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Sekitar 40 kasus infeksi Covid-19 ditemukan di kota Frankfurt dan sekitarnya di Jerman, yang dikaitk...
Dua Orang Tertular Virus Corona dari Cerpelai
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Cerpelai dengan virus corona dilaporkan telah menginfeksi dua orang di Belanda. Penularan dari cerpe...
Kasus Corona Meningkat, 15.000 Pengungsi Rohingya Dikarantina di Bangladesh
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Sekitar 15.000 pengungsi Rohingya kini dikarantina di kamp-kamp pengungsian besar di Bangladesh, dem...
Jerman Akan Cabut Peringatan Perjalanan ke 31 Negara Eropa
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Pemerintah Jerman bermaksud mencabut peringatan perjalanan untuk perjalanan wisata ke 31 negara Erop...
Daerah Tujuan Wisata di Eropa Mulai Dibuka Setelah Lama Alami Lockdown
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Menjelang liburan musim panas di Eropa, negara-negara yang secara tradisional menjadi tujuan utama w...
WHO Hentikan Ujicoba Hydroxychloroquine Untuk Obati Covid-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, uji klinis obat anti malaria Hydroxych...
Anjing Bisa Endus Bau Khas Infeksi Covid-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Universitas Helsinki?di Finlandia melakukanriset dengan memanfaatkan anjing yang sudah dilatih sebag...
Setahun Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis di Taiwan, Belum Juga Tercapai ‘Kebahagiaan Selamanya‘
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Ketika Taiwan menjadi tempat pertama di Asia yang mengizinkan pernikahan sesama jenis tahun lalu, s...
Bagaimana Mengenali Teori Konspirasi Pandemi Covid-19?
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Warga dunia kini sedang berada di tengah pusaran krisis dampak pandemi Covid-19. Bukan hanya masalah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV