Satu-satunya Pembuat Masker di Australia Tingkatkan Produksi Jadi 50 Juta
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Satu-satunya Pembuat Masker di Australia Tingkatkan Produksi Jadi 50 Juta
ABC.net.au - Satu-satunya Pembuat Masker di Australia Tingkatkan Produksi Jadi 50 Juta

Satu-satunya perusahaan yang membuat masker di Australia sedang meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan di tengah krisis virus corona.

  • Med-Con adalah satu-satunya pabrik di Australia yang memproduksi masker medis
  • Kini sedang berusaha meningkatkan produksi dari 2 juta menjadi 50 juta per tahun
  • Pemerintah Australia berikan bantuan personel dan pencarian bahan dasar pembuatan masker

Selama ini, perusahaan yang berlokasi di Shepparton di negara bagian Victoria, sekitar 190 km dari Melbourne, tersebut memproduksi dua juta masker setahun.

Sekarang mereka meningkatkan target produksi menjadi 50 juta masker.

"Dengan permintaan yang mendadak tinggi dan tambahan mesin, kami bisa memproduksi sekitar 50 juta masker dalam setahun," kata Steve Csiszar, CEO perusahaan Med-Con kepada ABC.

"Karyawan kami selama ini cuma 17 orang, namun dengan apa yang terjadi sekarang, semua berubah," kata Csiszar.

"Kami menambah orang setiap hari, dan mesin produksi kami berjalan 24 jam, dan belum pernah kami sesibuk ini sebelumnya di Shepparton.

Dengan semakin banyaknya mereka yang positif terkena virus corona, pemerintah Australia sudah meminta perusahaan tersebut untuk meningkatkan produksi masker bedah secepat mungkin.

"Kami sudah menyampaikan situasi kami, kami menyampaikan keterbatasan yang kami miliki, mengenai sumber daya," kata Steve.

"Kami hanya memiliki dua mesin yang operasional, mesin ketiga sudah rusak, dan hanya ada dua operator yang terlatih."

Steve dan pemerintah akhirnya sepakat untuk meningkatkan produksi dengan menggerahkan 14 anggota militer ke lokasi pabrik tiga minggu lalu.

"Ini sekarang mirip dengan barak militer," katanya.

"Kami memiliki personel militer di sini sekarang dan mereka yang bekerja adalah tentara yang sangat-sangat terlatih, beberapa diantara mereka adalah insinyur listrik."

"Produksi berjalan dengan baik sekarang ini."

Mencari bahan dasar dari luar negeri

Dengan permintaan untuk memproduksi lebih banyak masker, masalah terbesar kali ini adalah membeli bahan pembuat masker dari luar negeri.

"Tidak ada pemasok bahan dasar untuk jenis masker ini di Australia dan itulah masalah utamanya," kata Steve.

Negara yang biasanya menjadi pemasok bahan dasar sekarang juga tidak menjual, karena kebutuhan di dalam negeri mereka sendiri.

"Kami sudah meminta kedutaan untuk mendatangi perusahaan pemasok bahan dasar ini di negara asal dan mencoba meminta mereka mengirimkan bahan-bahan tersebut."

Kini, Steve mengatakan, sudah ada 10 kontainer bahan dasar yang sedang dalam perjalanan ke pabrik mereka.

Med-Con beroperasi di Australia selama belasan tahun, namun hanya memasok sebagian kecil masker ke industri medis di Australia, karena bersaing dengan China.

"Kita harus memiliki industri seperti ini, sehingga kita tidak akan menghadapi masalah seperti ini lagi, apalagi kalau ini terjadi lagi di masa depan." kata Csiszar.

"Sebenarnya alat perlindungan diri [APD] ini sebagian besar berasal dari China dan pusat produksinya di China sebenarnya di Wuhan, dimana virus ini berasal."

Di banyak negara, harga masker dan pakaian untuk petugas medis sudah naik tajam, sejak krisis virus corona merebak.

Minggu lalu, pemerintah Australia meminta berbagai perusahaan di dalam negari untuk membantu, jika mereka mampu memproduksi APD.

Sekitar 130 perusahaan sudah menyatakan kesanggupan mereka.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gaji dan THR Sejumlah Perawat Indonesia Dipotong Saat Berjuang Hadapi Corona
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Di saat merayakan Idul Fitri sejumlah pekerja lepas, termasuk tenaga kesehatan, ada yang belum menda...
Bagaimana Kota Wuhan Bisa Melakukan Jutaan Tes Virus Corona Dalam Sehari?
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Petugas kesehatan di kota Wuhan, kota virus corona berasal, mengatakan dalam waktu satu hari saja, y...
Dapat Digunakan Tahun Ini: Australia Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Perusahaan bioteknologi Novavax mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 ke manusia di kota Melbourn...
Sebagian Siswa Australia Kembali ke Sekolah, Satu Positif Corona di Sydney
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Setelah dua bulan belajar jarak jauh, Senin pekan ini (25/05) menandai hari pertama sebagian besar m...
Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Jepang mencabut status keadaan darurat pandemi virus corona. Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan t...
Saat Pandemi di Indonesia, Ada Kemungkinan 300 Ribu Sampai 450 Ribu Kehamilan Tambahan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Usia pernikahan Eustachia Retno dan Emmanuel Ricky baru genap sebulan. Pasangan ini baru melangsungk...
China Ancam Hong Kong Dengan Aturan Lebih Ketat
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Pemerintah China mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang baru di Hong Kong setelah ker...
Raja Pane Wartawan Indonesia Yang 40 Tahun Bersahabat Erat Dengan Iwan Fals
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Bagaimana anda membina persahabatan apalagi bila sahabat anda itu salah satu pemusik legendaris di I...
Tenaga Medis Muslim Asal Indonesia Dapat Dukungan dari Rekan Kerja Saat Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Di tengah pandemi virus corona di Australia, sejumlah tenaga medis dan kemanusiaan adalah Muslim dan...
Pembatasan Belum Dilonggarkan, Restoran di Sydney dan Victoria Sudah Laris Dipesan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Menteri Utama Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan, pub, kafe, dan restoran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV