Penumpang Berdesakan di Bandara Sydney Tak Pedulikan Physical Distancing
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Penumpang Berdesakan di Bandara Sydney Tak Pedulikan Physical Distancing
ABC.net.au - Penumpang Berdesakan di Bandara Sydney Tak Pedulikan Physical Distancing

Penumpang pesawat yang baru mendarat di Bandara Internasional Sydney, hari Kamis (26/03), tampak tak menghiraukan anjuran physical distancing atau menjaga jarak satu sama lain.

  • Petugas perbatasan mengatakan mereka tidak bertanggung jawab mengatur antrian
  • Bandara Sydney kini menempatkan petugas untuk mengingatkan orang-orang untuk menjaga jarak

  • Serikat pekerja mengatakan bandara telah menjadi tempat beresiko bagi penumpang dan staf yang bekerja

Video yang diambil Kamis pagi merekam banyaknya orang yang antre untuk keluar dari terminal kedatangan internasional

Pahadal selama seminggu terakhir pemerintah Australia sudah menyerukan agar menjaga jarak untuk menhindari penyebaran COVID-19.

Warga di Australia kini diminta untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter, juga menghindari berkumpul dan berkerumun di tempat umum.

Video tersebut diunggah di jejaring sosial oleh Sally Prosser.

Ia mengatakan kepada ABC video itu diambil oleh salah seorang anggota keluarganya.

"Rasanya ini tamparan bagi semua orang lain yang melakukan pengambilan jarak sekarang" kata Sally.

"Di garis depan, tidak ada tindakan apapun, tidak seorang pun mendesak orang lain untuk mengambil jarak.

Seorang penumpang, Zach Moore, memutuskan pulang ke Australia, setelah ia melakukan perjalanan dua minggu ke Chili.

Padahal awalnya ia berencana untuk melakukan perjalanan backpacking selama enam bulan.

Zach mengatakan suasana di bandara Sydney kacau.

"Jelas sekali orang-orang berusaha menerapkan jarak, namun ketika begitu banyak orang saling mendorong, susah sekali mempertahankan jarak tersebut," katanya.

Ia mengatakan petugas pabean Australian Border Force (ABF) menghentikannya saat merekam kejadian, bahkan mengecek ponselnya untuk memastikan ia menghapus rekaman.

"Tidak ada petugas polisi atau perintah apapun, setelah saya dilarang mengambil rekaman, aturan 1,5 meter itu tidak diterapkan sama sekali," tambah Zach.

Ia mengatakan mereka yang mengambil video sempat bertanya kepada petugas ABF soal mengapa penumpang yang baru turun tidak dipaksa mengambil jarak.

Zach kemudian mendapatkan jawaban dari petugas yang mengatakan "itu bukan masalah kami, wewenang kami adalah biosekuritas".

Bandara Sydney dalam pernyataannya mengatakan mereka sekarang sudah menempatkan petugas keamanan di terminal untuk mengingatkan penumpang untuk mengambil jarak.

Disebutkan bahwa prioritas dalam masa kritis apapun adalah kesehatan dan keselamatan staf, serta semua yang berada di bandara.

Serikat pekerja yang mewakili para pekerja di sektor layanan publik (CPSU), termasuk petugas ABF, menyalahkan pemerintah Federal atas apa yang terjadi di bandara Sydney.

Melissa Donnelly dari CPSU mengatakan masalahnya disebabkan oleh sejumlah aturan baru untuk memeriksa penumpang.

"Ada tambahan permeriksaan yang diumumkan pemerintah NSW, yang meminta semua penumpang untuk dites suhu tubuhnya," kata Melissa.

"Anggota serikat kami telah menyampaikan kekhawatirannya, bahwa tak ada tempat yang cukup untuk melakukannya."

ABC telah mencoba menghubungi ABF untuk memberikan penjelasan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gaji dan THR Sejumlah Perawat Indonesia Dipotong Saat Berjuang Hadapi Corona
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Di saat merayakan Idul Fitri sejumlah pekerja lepas, termasuk tenaga kesehatan, ada yang belum menda...
Bagaimana Kota Wuhan Bisa Melakukan Jutaan Tes Virus Corona Dalam Sehari?
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Petugas kesehatan di kota Wuhan, kota virus corona berasal, mengatakan dalam waktu satu hari saja, y...
Dapat Digunakan Tahun Ini: Australia Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Perusahaan bioteknologi Novavax mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 ke manusia di kota Melbourn...
Sebagian Siswa Australia Kembali ke Sekolah, Satu Positif Corona di Sydney
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Setelah dua bulan belajar jarak jauh, Senin pekan ini (25/05) menandai hari pertama sebagian besar m...
Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Jepang mencabut status keadaan darurat pandemi virus corona. Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan t...
Saat Pandemi di Indonesia, Ada Kemungkinan 300 Ribu Sampai 450 Ribu Kehamilan Tambahan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Usia pernikahan Eustachia Retno dan Emmanuel Ricky baru genap sebulan. Pasangan ini baru melangsungk...
China Ancam Hong Kong Dengan Aturan Lebih Ketat
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Pemerintah China mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang baru di Hong Kong setelah ker...
Raja Pane Wartawan Indonesia Yang 40 Tahun Bersahabat Erat Dengan Iwan Fals
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Bagaimana anda membina persahabatan apalagi bila sahabat anda itu salah satu pemusik legendaris di I...
Tenaga Medis Muslim Asal Indonesia Dapat Dukungan dari Rekan Kerja Saat Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Di tengah pandemi virus corona di Australia, sejumlah tenaga medis dan kemanusiaan adalah Muslim dan...
Pembatasan Belum Dilonggarkan, Restoran di Sydney dan Victoria Sudah Laris Dipesan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Menteri Utama Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan, pub, kafe, dan restoran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV