Pelaku Teror Masjid Christchurch Asal Australia Akui Perbuatannya
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 12:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pelaku Teror Masjid Christchurch Asal Australia Akui Perbuatannya
ABC.net.au - Pelaku Teror Masjid Christchurch Asal Australia Akui Perbuatannya

Pria asal Australia yang dituduh telah membunuh 51 orang Brenton Tarrant dalam serangan teror di dua masjid Christchurch (Selandia Baru) telah mengakui perbuatannya melakukan serangan.

Dalam persidangan sebelumnya yang dilakukan p0ertengahan Juni tahun 2019 Brenton Tarrant pernah mengaku tidak bersalah.

Namun Kamis pagi (26/03/2020) ia mengubah pernyataannya, dengan mengakui perbuatannya lewat sebuah tayangan video di Pengadilan Tinggi Christchuch.

Brenton, usia 29 tahun, juga mengaku bersalah atas 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan aksi terorisme.

Penjatuhan hukuman akan dilakukan pada tanggal yang belum ditentukan.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan penjatuhan hukuman akan dilakukan jika memungkinkan bagi para korban untuk dapat menghadiri persidangan.

Sidang mendadak yang dilakukan hari Kamis ini dilakukan atas permintaan Brenton.

Para imam dari dua masjid yang diserang ikut hadir, namun karena pandemik virus corona, hanya 17 orang yang diizinkan berada di ruang sidang.

Brenton telah ditahan sejak ia ditangkap 15 Maret tahun 2019.

Ia menyerbu masjid saat menjelang shalat Jumat dengan sejumlah senapan berkekuatan tinggi, sambil menyiarkan aksi serangannya secara online.

Peristiwa tersebut menjadi serangan teroris terburuk yang pernah dilakukan oleh seorang warga Australia.

Dalam video yang sempat beredar di jejaring sosial, terlihat seorang bersenjata masuk ke masjid dan menembak puluhan orang, kemudian melarikan diri dengan sebuah mobil.

Ia juga terlihat menembakkan senjata otomatisnya ke luar kaca mobil.

Dua warga Indonesia, yakni seorang ayah dan anaknya, menjadi korban tembak dalam aksi teror di Christchurch tersebut.

Video itu menunjukkan seorang pria bersenjata memasuki sebuah masjid dan menembaki puluhan orang, sebelum melarikan diri dengan kendaraan.

Pihak berwenang kemudian mendesak agar pengguna jejaring sosial tidak membagikan atau menonton videonya, selain berupaya menghapusnya dari internet.

Undang-undang soal kepemilikan senjata di Selandia Baru langsung diubah setelah serangan teror tersebut.

Sebelumnya terungkap jika Brenton memiliki izin untuk memiliki ssenjata, sehingga secara sah ia bisa mendapatkannya.

Brenton diketahui pernah menarik permohonannya untuk memindahkan persidangan dari kota Christchurch ke Auckland.

Tapi pengacaranya menolak menjawab pernyataan mengapa kliennya itu memutuskan mencabut permohonan tersebut.

Simak perkembangan beritanya lewat artikel dalam Bahasa Inggris berikut ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gaji dan THR Sejumlah Perawat Indonesia Dipotong Saat Berjuang Hadapi Corona
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Di saat merayakan Idul Fitri sejumlah pekerja lepas, termasuk tenaga kesehatan, ada yang belum menda...
Bagaimana Kota Wuhan Bisa Melakukan Jutaan Tes Virus Corona Dalam Sehari?
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Petugas kesehatan di kota Wuhan, kota virus corona berasal, mengatakan dalam waktu satu hari saja, y...
Dapat Digunakan Tahun Ini: Australia Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Perusahaan bioteknologi Novavax mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 ke manusia di kota Melbourn...
Sebagian Siswa Australia Kembali ke Sekolah, Satu Positif Corona di Sydney
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Setelah dua bulan belajar jarak jauh, Senin pekan ini (25/05) menandai hari pertama sebagian besar m...
Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Jepang mencabut status keadaan darurat pandemi virus corona. Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan t...
Saat Pandemi di Indonesia, Ada Kemungkinan 300 Ribu Sampai 450 Ribu Kehamilan Tambahan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Usia pernikahan Eustachia Retno dan Emmanuel Ricky baru genap sebulan. Pasangan ini baru melangsungk...
China Ancam Hong Kong Dengan Aturan Lebih Ketat
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Pemerintah China mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang baru di Hong Kong setelah ker...
Raja Pane Wartawan Indonesia Yang 40 Tahun Bersahabat Erat Dengan Iwan Fals
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Bagaimana anda membina persahabatan apalagi bila sahabat anda itu salah satu pemusik legendaris di I...
Tenaga Medis Muslim Asal Indonesia Dapat Dukungan dari Rekan Kerja Saat Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Di tengah pandemi virus corona di Australia, sejumlah tenaga medis dan kemanusiaan adalah Muslim dan...
Pembatasan Belum Dilonggarkan, Restoran di Sydney dan Victoria Sudah Laris Dipesan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:15 WIB
Menteri Utama Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan, pub, kafe, dan restoran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV