Terkejut, PM Jacinda Ardern Tak Sengaja Lihat Video Serangan Christchurch
Elshinta
Selasa, 14 Mei 2019 - 11:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Terkejut, PM Jacinda Ardern Tak Sengaja Lihat Video Serangan Christchurch
ABC.net.au - Terkejut, PM Jacinda Ardern Tak Sengaja Lihat Video Serangan Christchurch

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengungkapkan dirinya secara tidak sengaja melihat rekaman video dari serangan teror Christchurch yang menewaskan 51 jamaah masjid.

Dalam artikel yang ditulis untuk harian The New York Times, PM Ardern menyebut serangan teror yang disiarkan langsung merupakan "tren baru mengerikan yang tampaknya menyebar di seluruh dunia".

"Hal itu dirancang untuk disiarkan di internet," katanya dalam artikel yang dimuat pekan lalu.

Jangkauan dan kecepatan distribusi siaran langsung berdurasi hampir 17 menit itu digambarkan oleh PM Ardern sebagai "mengejutkan".

Dia menjelaskan rekaman video itu sempat terlihat 4.000 kali sebelum diturunkan dari Facebook. Namun pada hari berikutnya, beredar setidaknya 1,5 juta copy video itu.

"Ada satu unggahan per detik ke YouTube dalam 24 jam pertama," kata PM Ardern.

Dengan adanya fitur pemutar otomatis di platform media sosial, sehingga banyak sekali pengguna medsos terpapar dengan video itu tanpa sengaja.

"Saya menggunakan dan menangani akun medsos saya sama seperti orang lain," katanya.

"Saya tahu jangkauan video ini sangat luas, karena saya juga secara tidak sengaja melihatnya," tambah PM Ardern.

Artikel berjudul "Bagaimana Menghentikan Pembantaian Christchurch Berikutnya" ini terbit di saat PM Ardern akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pemimpin dunia lainnya.

Mereka ingin mengembangkan cara-cara menghentikan konten ekstremis yang dibagikan secara online.

Menyusul serentetan pembunuhan di Prancis pada 2016, pemilik media arus utama di negara itu mengadopsi kebijakan untuk tidak memutar ulang konten-konten kekejaman.

"Selandia Baru menyerukan ajakan untuk bertindak atas nama Christchurch, meminta negara dan perusahaan swasta untuk mencegah unggahan konten teroris secara online, memastikan penghapusan secara efisien dan cepat serta mencegah penggunaan siaran langsung sebagai alat menyiarkan serangan teroris," kata PM Ardern.

"Kami juga berharap lebih banyak investasi dalam penelitian teknologi yang dapat membantu mengatasi masalah ini," tambahnya.

Undang-undang Senjata di Selandia Baru kini telah diperketat, dan hanya ada satu politisi di parlemen negara itu yang menentang tindakan tersebut.

Terdakwa Brenton Tarrant, pria Australia yang didakwa melakukan tindakan teroris ini, diduga menggunakan lima senjata api termasuk semi-otomatis, dalam serangan pada Maret lalu.

ABC memutuskan untuk tidak menyiarkan rekaman video dari kejadian itu, dan juga tidak menerbitkan kutipan dari manifesto yang disebarkan pelaku secara online.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unjuk rasa Hong Kong: Skala demonstrasi menentang RUU Ekstradisi dalam rangkaian foto
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Angka-angka pada foto-foto di bawah ini merujuk pada lokasi pada peta di atas. Rangkaian foto ini di...
Benteng kuno berusia 800 tahun yang ditinggali warga setempat tanpa dipungut biaya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Selama lebih dari 800 tahun, ribuan keluarga telah tinggal di dalam benteng gurun pasir megah itu di...
Jembatan rumput, warisan infrastruktur suku Inca di Peru yang membantu orang menyeberang sungai selama 600 tahun
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Semua foto merupakan karyaAll photographs by Jordi Busqué
Aplikasi digital yang dapat mengakhiri polusi plastik di lautan
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Masyarakat miskin di negara-negara berkembang menanggung dampak paling berat dari polusi plastik. Ma...
Uji coba LRT: Apakah ada manfaatnya untuk masyarakat Jakarta?
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
LRT (light rail transit) Jakarta fase I melayani rute Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga Rawa Mang...
Pemindahan Setya Novanto ke rutan teroris, dikecam tapi dianggap satu-satunya solusi
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Kuasa hukum Setya Novanto alias Setnov mengecam pemindahan mantan ketua DPR itu ke Rutan Gunung Sind...
Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus makar, Saya tidak tahu apa salah saya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Sofyan Jacob atas kasus dugaan makar di...
Unjuk rasa Hong Kong: Tolak RUU Ekstradisi, tokoh aktivis pelajar Joshua Wong serukan pemimpin Hong Kong mengundurkan diri
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Tokoh pegiat pelajar Hong Kong, Joshua Wong, menyerukan pengundurkan diri pemimpin kawasan itu, Carr...
Kecelakaan Tol Cipali: Tabrakan tewaskan 12 orang diduga dipicu seorang penumpang yang serang sopir bus
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Tabrakan beruntun di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) arah Cirebon menuju Jakarta yang menewaskan 12 ...
Iran tegaskan akan langgar batas maksimal cadangan uranium yang diperkaya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Iran mengumumkan akan melanggar batasan jumlah maksimal cadangan uranium yang diperkaya, yang ditera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)