Sebut China Pelanggan, PM Australia Dikecam Warga Australia Keturunan China
Elshinta
Kamis, 16 Mei 2019 - 11:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sebut China Pelanggan, PM Australia Dikecam Warga Australia Keturunan China
ABC.net.au - Sebut China Pelanggan, PM Australia Dikecam Warga Australia Keturunan China

Netizen China meradang pasca Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggambarkan Amerika Serikat sebagai "teman" sementara menyebut China sebagai "pelanggan".

Pasang surut bilateral Australia - China:

  • Hubungan politik Australia dengan China telah memburuk dalam dua tahun terakhir
  • Beijing dituduh berusaha ikut campur dalam politik Australia
  • Media pemerintah China mengatakan bahwa kekhawatiran Australia terhadap pengaruh Beijing disebabkan oleh rasa "kurang percaya diri"

Pernyataan PM Scott Morrison ini menuai kecaman pada Senin (13/5/2019) ketika dia menggunakan kata-kata tersebut untuk menjelaskan keyakinannya bahwa Australia akan dapat mempertahankan hubungan dengan Beijing dan Washington di tengah ketegangan perdagangan yang berlangsung antara kedua kekuatan besar dunia tersebut.

"Anda tidak harus memihak pada situasi seperti ini. Anda tidak harus meninggalkan hubungan yang Anda miliki," kata PM Scott Morrison dalam event kampanye di Sydney.

"Anda mendukung teman-temanmu dan juga mendukung pelangganmu."

Sebagai mitra dagang terbesar, industri ekspor Australia tentu saja sangat bergantung pada China, tetapi hubungan politik antara kedua negara ini telah mengalami pasang surut sepanjang dua tahun terakhir, dimana Beijing menghadapi tuduhan atas sejumlah percobaan untuk mengintervensi politik dalam negeri Australia.

Salah satu pengguna aplikasi berbahasa Mandarin Tencent News, yang paling banyak digunakan di China, menilai bahwa "Australia selalu berada di pihak Amerika".

"Sekarang musim pemilu dan dia membuat keributan lagi," kata netizen lain di situs yang sama.

Di sebuah forum online Australia-China, OurSteps, beberapa orang tetap mendukung PM Scott Morrison dan menilai komentarnya "cukup benar" dan "tepat".

Tetapi mayoritas menentang pendapat PM Scott Morrison, dimana salah satu netizen menyatakan pernyataan Scott Morrison tersebut dapat mempengaruhi pilihan mereka pada hari Sabtu (18/5/2019) mendatang.

"Awalnya saya berpikir untuk memilih Partai Liberal, sekarang saya ragu," kata mereka.

Seorang netizen yang lain berkomentar "kita lihat saja apa yang akan terjadi minggu depan" karena pada saat itu PeM Scott Morrison sudah akan "hengkang dari jabatannya.

Politisi lain tidak sepakat

Sementara itu pemimpin oposisi, Bill Shorten langsung membantah komentar PM Scott Morrison tersebut dengan mengatakan bahwa Australia dan AS adalah sekutu lama, tetapi itu tidak berarti China harus dipinggirkan.

"Saya tidak memandang China, Jepang, Korea atau Indonesia hanya sebagai pelanggan. Saya melihat mereka sebagai masyarakat yang sangat kompleks dan dinamis," kata Bill Shorten kepada wartawan di Gosford.

"Saya melihat sebuah hubungan yang jauh lebih khusus daripada memandang China hanya sebagai semacam pelanggan yang melewati layanan pesan dari kendaraan di sebuah gerai waralaba di Australia dan berkata, Anda ingin pesan apa?."

Seperti diketahui AS telah memberlakukan tarif cukai sebesar $ 200 miliar pada China setelah kedua negara gagal menyepakati perjanjian perdagangan bilateral.

Mantan menteri luar negeri Australia, Julie Bishop juga tidak sependapat dengan komentar pemimpin partainya dengan mengatakan "Pandangan saya terhadap China sama sekali tidak demikian".

"Saya kira hubungan Australia dengan China adalah hubungan yang mendalam dan saling menghormati," katanya kepada wartawan di Perth.

"Kami adalah mitra. Kami adalah mitra dagang. Kami telah bekerja bersama dalam berbagai bidang.

"Jadi, hubungannya itu setara."

Kontroversi ini muncul sehari setelah media plat merah di China, Global Times, menerbitkan editorial yang mengaitkan kekhawatiran di Australia tentang terus meluasnya pengaruh China dengan "kurangnya kepercayaan" pada sistem demokrasi karena "lingkungan politik Australia yang tidak stabil dan respons pemerintah yang tidak efektif terhadap tantangan sosial ekonomi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir".

"Tidak peduli berapa banyak sudah Washington menunjukkan sikapnya yang otoriter, sebagian warga Australia sama sekali tidak khawatir tentang AS," kata Global Times.

"Tetapi jika berkaitan dengan China, mereka mulai merasa tidak nyaman ketika Beijing menunjukan pengaruhnya. Ini mencerminkan kurangnya kepercayaan diri mereka."

ABC/wires

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unjuk rasa Hong Kong: Skala demonstrasi menentang RUU Ekstradisi dalam rangkaian foto
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Angka-angka pada foto-foto di bawah ini merujuk pada lokasi pada peta di atas. Rangkaian foto ini di...
Benteng kuno berusia 800 tahun yang ditinggali warga setempat tanpa dipungut biaya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Selama lebih dari 800 tahun, ribuan keluarga telah tinggal di dalam benteng gurun pasir megah itu di...
Jembatan rumput, warisan infrastruktur suku Inca di Peru yang membantu orang menyeberang sungai selama 600 tahun
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Semua foto merupakan karyaAll photographs by Jordi Busqué
Aplikasi digital yang dapat mengakhiri polusi plastik di lautan
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:51 WIB
Masyarakat miskin di negara-negara berkembang menanggung dampak paling berat dari polusi plastik. Ma...
Uji coba LRT: Apakah ada manfaatnya untuk masyarakat Jakarta?
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
LRT (light rail transit) Jakarta fase I melayani rute Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga Rawa Mang...
Pemindahan Setya Novanto ke rutan teroris, dikecam tapi dianggap satu-satunya solusi
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Kuasa hukum Setya Novanto alias Setnov mengecam pemindahan mantan ketua DPR itu ke Rutan Gunung Sind...
Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus makar, Saya tidak tahu apa salah saya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Sofyan Jacob atas kasus dugaan makar di...
Unjuk rasa Hong Kong: Tolak RUU Ekstradisi, tokoh aktivis pelajar Joshua Wong serukan pemimpin Hong Kong mengundurkan diri
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Tokoh pegiat pelajar Hong Kong, Joshua Wong, menyerukan pengundurkan diri pemimpin kawasan itu, Carr...
Kecelakaan Tol Cipali: Tabrakan tewaskan 12 orang diduga dipicu seorang penumpang yang serang sopir bus
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Tabrakan beruntun di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) arah Cirebon menuju Jakarta yang menewaskan 12 ...
Iran tegaskan akan langgar batas maksimal cadangan uranium yang diperkaya
Selasa, 18 Juni 2019 - 07:50 WIB
Iran mengumumkan akan melanggar batasan jumlah maksimal cadangan uranium yang diperkaya, yang ditera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)