PM Abe Pertimbangkan Hadir dalam Pertemuan G-7 di AS
Elshinta
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PM Abe Pertimbangkan Hadir dalam Pertemuan G-7 di AS
VOA Indonesia - PM Abe Pertimbangkan Hadir dalam Pertemuan G-7 di AS
Jepang sedang mempertimbangkan apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan hadir secara pribadi dalam pertemuan puncak Kelompok-7 Negara Industri yang akan diadakan di Amerika tahun ini.  Yoshihide Suga, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang mengatakan,  “Kami memahami upaya Presiden Trump untuk mempercepat normalisasi ekonomi dunia. Jepang dan Amerika Serikat sering berkomunikasi dan kami telah menerima informasi dari pihak AS terkait hal tersebut.” Tanggapan itu muncul setelah Presiden Donald Trump, Rabu (20/5) mengumumkan rencananya untuk mengadakan pertemuan di AS dengan para pemimpin dunia, karena hal itu "pertanda baik bagi semua" untuk kembali ke keadaan normal walaupun pandemi virus corona masih berlangsung. Trump pada awalnya menjadwalkan KTT Kelompok G7 tersebut pada tanggal 10-12 Juni di Camp David, tempat peristirahatan presiden di negara bagian Maryland, tidak jauh dari Washington DC. "Jadi, sepertinya G-7 mungkin bisa terselenggara lebih cepat dari yang dijadwalkan terkait situasi negara kita dan beberapa negara lainnya yang sudah melakukan pemulihan keadaan dengan sangat baik. Sepertinya G-7 akan berlangsung, anggota G-7 lengkap. Kita akan umumkan mungkin awal minggu depan," ujarnya. Namun bulan Maret 2020, ia mengumumkan pembatalan pertemuan itu karena adanya pandemi dan para pemimpin dunia lainnya sepakat akan melakukan konferensi tersebut melalui video. "Sekarang, karena negara kita dalam transisi kembali menuju kejayaannya, saya mempertimbangkan jadwal ulang pertemuan G-7, pada hari yang sama atau mendekati tanggal itu di Washington, D.C., di Camp David," kata Trump dalam cuitannya. Suga menjelaskan Jepang sedang melakukan sejumlah pembicaraan dengan Amerika namun menolak untuk merinci lebih lanjut. Pengumuman itu merupakan upaya terbaru Trump memberi isyarat kepada masyarakat bahwa ekonomi AS kembali beraktivitas setelah beberapa aturan pembatasan mulai dicabut di sejumlah wilayah. Berbicara dari ruang briefing Gedung Putih, juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany membenarkan hal tersebut. “Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh mekanisme pertemuan itu. Perlu dicatat bahwa presiden benar-benar ingin melihat pertemuan G-7 berlangsung di Washington DC karena hal itu tidak hanya membuka kembali kegiatan di AS, tapi juga di seluruh dunia." Persiapan Gedung Putih untuk pertemuan tersebut dihentikan dua bulan lalu ketika pertemuan dibatalkan. Pemerintahan Trump mempertahankan aturan pembatasan perjalanan dan memberlakukan karantina bagi pengunjung dari Eropa, dimana terdapat empat negara anggota G-7. Pada awal minggu ini AS dan Kanada sepakat untuk terus menutup perbatasan bagi pekerja non esensial hingga 21 Juni mendatang. Ketika ditanya apakah tepat untuk menyelenggarakan pertemuan G-7 sementara masyarakat biasa tidak boleh melakukan perjalanan dari Eropa ke AS, McEnany mengatakan, "Amerika sedang membuka kembali perekonomiannya. Dunia kembali beroperasi dan itu menunjukkan kekuatan dan rasa optimis semua pemimpin negara-negara itu, dan melakukan bisnis sebagaimana mestinya. " Sebelumnya, Trump berencana mengadakan pertemuan tahunan itu di lapangan golf milik pribadinya, tidak jauh dari Miami, Florida. Akan tetapi ia kemudian mengalihkannya ke Camp David, yang dioperasikan oleh militer AS, setelah protes publik, karena rencana melangsungkan pertemuan itu di salah satu properti miliknya yang banyak menghasilkan keuntungan. [mg/ii]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV