Pemimpin G-7 Pertimbangkan Kehadiran dalam KTT di Tengah Wabah Virus Corona
Elshinta
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemimpin G-7 Pertimbangkan Kehadiran dalam KTT di Tengah Wabah Virus Corona
VOA Indonesia - Pemimpin G-7 Pertimbangkan Kehadiran dalam KTT di Tengah Wabah Virus Corona
Para pemimpin negara-negara G-7 mempertimbangkan gagasan Presiden AS Donald Trump mengenai KTT yang dihadiri langsung oleh mereka, kemungkinan bulan depan, sementara jumlah kasus virus corona terkonfirmasi di dunia telah melampaui 5 juta. Trump mengangkat gagasan itu hari Rabu (20/5) sewaktu ia mencuit bahwa AS sedang bertransisi kembali ke Kejayaan. “Negara-negara anggota lain juga sedang memulai Kepulihan,” tulis Trump. “Ini akan menjadi pertanda hebat bagi semua, normalisasi!” Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga, Kamis (21/5) mengatakan kehadiran PM Shinzo Abe “masih dalam pertimbangan,” dan bahwa kedua negara “melakukan kontak dekat.” PM Kanada Justin Trudeau mengatakan masalah pertemuan apakah dihadiri langsung atau secara virtual akan melibatkan pemeriksaan mengenai langkah-langkah keamanan apa yang diberlakukan dan rekomendasi dari para pakar. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan ia terbuka melakukan perjalanan guna mengikuti pembicaraan itu jika “kondisi kesehatan memungkinkan,” sedangkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia akan “menunggu dan melihat apa yang terjadi.” Seluruh anggota G-7 telah mulai mencabut pembatasan-pembatasan lockdown yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Menteri Ekonomi Jepang, Kamis (21/5) mengatakan para pakar menyetujui rencana pemerintah untuk mencabut situasi darurat di Osaka dan dua prefektur lainnya, dan mempertahankan perintah situasi itu di Tokyo. Rekor kasus baru dunia Organisasi Kesehatan Dunia, Rabu (20/5) menyatakan pada hari itu tercatat rekor kasus baru virus corona secara global yang mencapai 106 ribu, angka per hari tertinggi sejak wabah dimulai. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam keterangan pers bahwa hampir dua per tiga kasus baru itu dikukuhkan di empat negara saja. Ia tidak menyebut negara-negara itu, tetapi beberapa media menyebut keempat negara itu adalah AS, Rusia, Brazil dan India. Brazil mencatat rekor jumlah kasus baru pada hari Rabu (20/5) sejak wabah dimulai di sana, yakni hampir 20 ribu kasus dalam satu hari. Para pejabat di kota terpadat di negara itu, Sao Paulo, mengumumkan libur enam hari yang dimaksudkan untuk mencegah orang-orang keluar rumah dan menyebarkan virus. Lebih dari 328 ribu orang telah meninggal karena virus corona. AS mencatat kasus terkonfirmasi terbanyak, sekitar 1,5 juta, dan jumlah kematian tertinggi, lebih dari 93 ribu. Italia, Rabu (20/5) melaporkan bahwa jumlah kasus barunya turun dari 813 menjadi 665, sedangkan Spanyol melaporkan kurang dari 100 kematian pada hari keempat berturut-turut. Kedua negara tersebut adalah hotspot awal pada pandemi virus corona. Upaya membuat vaksin Upaya mendapatkan vaksin yang potensial berlanjut. Hari Kamis (21/5), perusahaan farmasi raksasa AstraZeneca menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi 400 juta dosis vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford. Vaksin itu masih menjalani uji klinis untuk menentukan efektivitas dan keamanannya. AstraZeneca menyatakan telah menerima 1 miliar dolar dari US Biomedical Advanced Research and Development Authority, bagian dari Departemen Kesehatan AS, untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin. Departemen itu menyatakan kesepakatan tersebut mencakup pesanan 300 juta dosis vaksin. AstraZeneca menyatakan akan memasok tambahan 100 juta dosis vaksin untuk Inggris, dengan pengiriman pertama rencananya berlangsung bulan September. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV