Para Pejabat India, Bangladesh Masih Taksir Kerusakan Akibat Topan Amphan
Elshinta
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Para Pejabat India, Bangladesh Masih Taksir Kerusakan Akibat Topan Amphan
VOA Indonesia - Para Pejabat India, Bangladesh Masih Taksir Kerusakan Akibat Topan Amphan
Pemerintah India menyatakan sejumlah orang diyakini tewas hari Rabu sewaktu topan kuat melanda beberapa bagian timur India dan Bangladesh, meninggalkan jejak kehancuran massal dan kekacauan. Tujuh puluh orang tewas sewaktu Topan Amphan yang membawa angin berkecepatan hingga 185 kilometer per jam, menghancurkan beberapa daerah di India Timur, kata Menteri Utama Benggala Barat Mamata Banerjee hari Kamis kepada wartawan. Benggala Barat adalah negara bagian yang paling parah diterpa topan itu di India. Banerjee mengatakan dua distrik mengalami kerusakan meluas dan akan memerlukan pembangunan kembali. “Daerah demi daerah hancur. Saya mengalami situasi seperti perang sekarang ini,” kata Banerjee. Topan ini juga meninggalkan jejak kehancuran melalui Kalkuta, ibu kota negara bagian itu yang berpenduduk padat, dengan hujan dan angin kencang yang mencabut pohon-pohon dan tiang-tiang listrik, memutuskan pasokan listrik, merusak bangunan-bangunan dan membuat rumah-rumah tergenang air di kawasan dataran rendah. “Dampak Amphan lebih buruk daripada virus corona,” kata Banerjee, mengacu pada pandemi yang telah membuat sakit dan membunuh jutaan orang di berbagai penjuru dunia, termasuk 110 ribu orang lebih di India. Amphan telah melemah menjadi depresi tropis tetapi diperkirakan masih akan mengguyur beberapa bagian di pedalaman India dan Bangladesh dengan hujan lebat, banjir, merusak sejumlah rumah dan bangunan yang rapuh. Hampir 300 ribu orang dievakuasi dari Benggala Barat dan 150 ribu dari negara bagian Odisha, India. Badai ini menerjang sementara Asia Selatan berjuang mengatasi pandemi virus corona. Dana Anak-anak PBB (UNICEF) menyatakan badai itu membuat 19 juta anak-anak terancam, bukan hanya karena dampak langsung dari kerusakan yang disebabkan banjir dan angin kencang, tetapi juga karena potensi penyebaran COVID-19 di tempat-tempat pengungsian yang penuh sesak. “Kami terus memantau situasi dengan cermat,” kata Jean Gough, direktur UNICEF untuk kawasan Asia Selatan. “Keselamatan anak-anak dan keluarga mereka di daerah-daerah terdampak merupakan prioritas dan senang melihat bahwa pihak berwenang telah merencanakan tanggapan darurat mereka dengan mempertimbangkan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi,” lanjut Jean Gough. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV