Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik
Elshinta
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik
ABC.net.au - Jepang Mengaku Berhasil Tangani Virus Corona dengan Cara Unik

Jepang mencabut status keadaan darurat pandemi virus corona. Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan telah berhasil menangani pandemi dalam waktu enam minggu dengan pendekatan unik.

  • Sejauh ini hanya 840 kematian terjadi di Jepang karena COVID-19
  • Keadaan darurat sekarang sudah dicabut di seluruh 47 kawasan
  • Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut sekarang dalam kondisi resesi

Keadaan darurat pandemi virus corona diumumkan tanggal 7 April di seluruh Jepang, namun tidak ada paksaan hukum bagi warga yang melanggar.

PM Abe hanya meminta warga untuk tidak keluar rumah, sekolah diliburkan, dan bisnis yang tidak penting ditutup atau mengurangi jam beroperasi.

Sekarang keadaan darurat sudah dicabut di 42 kawasan dari seluruh 47 kawasan yang ada di Jepang.

Enam minggu setelah terus menurunnya angka penularan, pemerintah Jepang mencabut keadaan darurat di lima wilayah termasuk yang mencakup ibukota Tokyo, Senin malam (25/05).

PM Abe mengatakan Jepang sudah menetapkan "kriteria paling ketat" di dunia mengenai keadaan darurat yang bisa dilonggarkan.

"Jepang tidak menetapkan kebijakan tidak keluar rumah yang wajib dengan hukuman bagi pelanggaran, setelah pernyataan keadaan darurat." kata Abe.

"Walau begitu, kami berhasil menangani penularan dalam waktu satu bulan setengah, dengan pendekatan yang unik. Ini menunjukkan kekuatan model Jepang."

Mengejutkan sejumlah pakar

Strategi penanganan virus corona di Jepang yang disebut "lockdown ringan", dikritik oleh beberapa pakar kesehatan karena diperkirakan langkah tersebut tidak akan cukup untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jepang memiliki jumlah penduduk lanjut usia tertua di dunia, dengan jaringan transportasi kereta yang padat dan jumlah tes virus corona yang jadi salah satu terendah di dunia.

Sampai bulan Mei ini, Jepang hanya melakukan tes virus corona kepada dua orang per seribu penduduk.

Sebagai perbandingan, di Australia ada 40 tes per seribu orang.

Namun Jepang terhindar dari malapetaka virus dengan mencatat 840 kematian di negeri yang memiliki 126 juta penduduk tersebut.

Sebagai perbandingan, Jerman dengan 83 juta penduduk mencatat 8.000 kematian.

Para pakar tidak tahu persis mengapa Jepang bisa terhindar dari penyebaran wabah besar seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya.

Namun diperkirakan kombinasi beberapa faktor menjadi penyebab dapat ditekannya pandemi ini, yakni penggunaan masker, perilaku individu soal sanitasi yang bagus, sistem layanan kesehatan berkualitas tinggi, dan pendeteksian kontak invidividu.

Mempersiapkan new normal

PM Abe memperingatkan warga Jepang bahwa mereka harus mempersiapkan diri dengan kehidupan new normal.

Dia mengatakan warga harus menghindar dari tiga hal yakni ruangan tertutup, tempat kerumunan, serta kontak dekat dengan orang lain.

"Kalau kita menurunkan tingkat kewaspadaan kita, tingkat penularan akan menyebar dengan cepat."

"Kita harus menciptakan gaya hidup baru. Mulai dari sekarang kita harus mengubah cara berpikir kita."

Masing-masing kawasan di Jepang kini diperbolehkan untuk menerapkan aturan sendiri sesuai dengan keadaan di sana.

Di Tokyo, restoran dan bar diizinkan buka sampai jam 10 malam, sementara sekolah, perpustakaan dan museum sudah boleh buka kembali.

Bila tingkat penularan yang rendah stabil, teater, klab malam, karaoke, dan tempat-tempat pertunjukkan musik boleh dibuka kembali.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Jepang adalah memperbaiki perekonomian yang mengalami dampak parah karena pandemi.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini sekarang secara teknis berada dalam keadaan resesi.

PM Abe mengatakan pemerintahannya sedang mempersiapkan paket baru bantuan ekonomi senilai $1.5 triliun untuk membantu bisnis bangkit kembali.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia lewat situs ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengapa Enam Minggu? Alasan di Balik Melbourne Kembali Lockdown
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Pemerintah Victoria mengumumkan kembali diberlakukannya lockdown selama enam minggu di seluruh kawas...
Pelajaran dari Lockdown Melbourne: Kembali Normal Tak Bisa Dicapai Teburu-buru
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Kawasan Metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire akan kembali ke Tahap 3 pembatasan tinggal di ruma...
Tragedi Nasional: 65.000 Orang Australia Berupaya Bunuh Diri Setiap Tahunnya
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Dalam setiap satu kematian akibat bunuh diri di Australia, terdapat 30 orang lainnya yang juga berus...
Australia Pertimbangkan Untuk Kurangi Jumlah Kedatangan Internasional
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan jumlah orang yang boleh memasuki Australia dari ...
Cerita Dari Penghuni Penghuni Rusun di Melbourne yang Sedang di-lockdown
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Sebagai sebuah kota yang dikenal dengan keberagaman budaya, Melbourne memiliki kantong-kantong yang ...
Masih Ada Warga Australia yang Mengira Bali Sebagai Negara Tersendiri
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Meski jutaan warga Australia berlibur ke Bali setiap tahunnya, sebuah survei terbaru menunjukkan mas...
Ada 191 Kasus Baru, Seluruh Kawasan Melbourne Lockdown Kembali Selama 6 Minggu
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Lockdown kembali berlaku di seluruh kawasan Melbourne Metropolitan dan Micthell Shire selama enam mi...
Ibu, Ini Anakmu: Kisah Anak Timor Leste yang Diambil Tentara Indonesia
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Pernah diambil oleh seorang tentara Indonesia saat masih berusia delapan tahun, ingatan Alis mengena...
Ada Bukti Penyebaran Virus Corona Lewat Udara, WHO Diminta Ubah Pedoman
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekarang mengakui ada "bukti-bukti yang muncul" jika virus corona m...
Susahnya Cari Kerja di Australia, Apakah Kuliah Lagi Ide yang Bagus?
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman akan banyaknya pengangguran, banyak anak-anak muda di A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV