Gaji PNS di New South Wales Tidak Akan naik Selama 12 Bulan Karena COVID-19
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Gaji PNS di New South Wales Tidak Akan naik Selama 12 Bulan Karena COVID-19
ABC.net.au - Gaji PNS di New South Wales Tidak Akan naik Selama 12 Bulan Karena COVID-19

Karena pandemi COVID-19, Pemerintahan negara bagian New South Wales (NSW) di Australia tidak akan memberikan kenaikan gaji selama 12 bulan bagi para pegawai negeri.

  • Lebih dari 400 ribu pegawai negeri di NSW seharusnya naik gaji 2,5 persen setiap tahunnya
  • Dengan kebijakan baru, gaji mereka tidak akan naik selama 12 bulan mendatang
  • Lebih dari 221.400 orang di NSW kehilangan pekerjaan mereka sejak pandemi mulai

Keputusan ini diambil karena pemerintah sekarang harus terlebih dahulu menangani meningkatnya jumlah pengangguran karena pandemi tersebut.

Kepala negara bagian NSW, Premier Gladys Berejiklian mengatakan dengan tidak adanya kenaikan gaji maka pemerintah akan menghemat dana sebesar $3 miliar, sekitar Rp 3 triliun.

Namun ia memastikan tidak akan ada pegawai negeri yang akan diberhentikan.

Kebijakan yang berlaku sebelumnya adalah ratusan ribu pegawai negeri di negara bagian setiap tahunnya mendapat kenaikan gaji sebesar 2,5 persen.

Namun perjanjian yang sudah ada dengan polisi, perawat dan pegawai negeri umum lainnya akan berakhir 30 Juni.

Perjanjian yang sudah disepakati sebelum adanya wabah virus corona tidak akan terpengaruhi oleh pembekuan kenaikan gaji tersebut.

Secara keseluruhan ada sekitar 70 perjanjian dari sekitar 100 perjanjian yang akan terpengaruh oleh pembekuan yang akan mulai diberlakukan di tahun keuangan baru 1 Juli 2020.

Premier Berejiklian mengatakan kebijakan ini akan termasuk jaminan tidak adanya pemutusan hubungan kerja paksa bagi semua pegawai, kecuali untuk jajaran eksekutif senior.

Namun diperkirakan beberapa anggota parlemen lokal NSW akan mengajukan keberatan atas kebijakan tersebut.

Premier Berejiklian mengatakan pembekuan kenaikan gaji akan membuat sektor pegawai negeri tetap aman di tengah masa sulit secara perekonomian sekarang ini.

"Sementara kita sudah berhasil mengatasi masalah kesehatan dari pandemi, kita belum keluar dari kesulitan ekonominya," kata Premier Berejiklian.

"Satu-satunya cara agar NSW keluar dari krisis ini dalam posisi kuat adalah bila kita melakukan pengorbanan, dan itulah yang kami harapkan dari para pegawai negeri."

Sebagai negara bagian terbesar di Australia dari sisi jumlah penduduk, NSW memiliki jumlah pegawai negeri terbesar sebanyak 400 ribu orang, dari keseluruhan 4,2 juta orang pekerja di sana.

Data terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa 221.400 orang di NSW kehilangan pekerjaan mereka sejak dinyatakan adanya pandemi COVID-19 di bulan Maret.

Tingkat upah di NSW turun 4,9 persen sejak pertengahan Maret, meski ada kenaikan upah di sektor seperti kesehatan, pendidikan dan layanan sosial.

Mereka yang bekerja di sektor akomodasi, layanan makanan, manufaktur, dan sains mengalami penurunan pendapatan lebih dari 12 persen.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kisah Seorang Pengungsi Rohingya yang Melarikan Diri dari Indonesia
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Sudah beberapa hari terakhir ratusan aktivis tampak berkumpul di depan sebuah hotel di Kota Brisbane...
Setelah Pandemi Corona Banyak yang Ingin Gabungkan Kerja Dari Rumah dan Kantor
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Di awal tahun 2020, tidak banyak yang membicarakan apakah rumah bisa menjadi tempat kerja. Survei...
Saya Takut: Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Pupus sudah harapan warga Beijing setelah meningkatnya jumlah kasus virus corona padahal dalam 56 ha...
Program Belajar Bahasa Indonesia Untuk Siswa Australia Terancam karena COVID-19
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Larangan berpergian ke luar negeri karena pandemi virus corona telah membuat sedih warga Australia y...
Kekhawatiran Warga Indonesia yang Tinggal di  Hotspot Corona di Melbourne
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Hanya dalam kurang sepekan, penularan virus corona di negara bagian Victoria telah meningkat menjadi...
Alasan Tingginya Kematian Tenaga Kesehatan Indonesia di Tengah Pandemi Corona
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Kematian dr Anang Eka Kurniawan di Surabaya, pekan lalu (19/06) menjadi orang terakhir di keluargany...
66 Persen Orang Australia Tak Percaya Kemampuan Jokowi Tangani Masalah Global
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Meski mayoritas orang Australia menganggap Indonesia sangat penting bagi negaranya, sebanyak 66 pers...
Peningkatan Kasus Corona di Melbourne Tak Hentikan Warganya Pergi ke Sydney
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Seiring dengan meningkatnya kasus corona di negara bagian Victoria dalam sepekan terakhir, beberapa ...
Nenek Australia Tak Lagi Kesepian Setelah Punya Ribuan Follower di Instagram
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Judy Watkins adalah seorang nenek berusia 85 tahun asal kota Hobart, Tasmania, Australia yang memili...
Dunia Akan Lebih Kacau: Australia Belanja Senjata Hingga Rp2.700 Triliun
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Australia mengumumkan strategi pertahanan yang lebih agresif untuk mengantisipasi kebangkitan China....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV