Pasangan LDR Sekarang Boleh Berkunjung ke Denmark, Tapi Polisi Minta Bukti
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pasangan LDR Sekarang Boleh Berkunjung ke Denmark, Tapi Polisi Minta Bukti
DW.com - Pasangan LDR Sekarang Boleh Berkunjung ke Denmark, Tapi Polisi Minta Bukti

Pemerintah Denmark mulai melonggarkan lockdown virus corona dan membolehkan pengunjung dari Skandinavia dan Jerman masuk, asalkan mereka punya "tujuan yang sah", kata polisi Denmark.

Peraturan baru ini memungkinkan masuknya orang-orang dari luar Denmark yang ingin bertemu kembali dengan kekasih atau tunangannya di Denmark. Syaratnya: mereka sudah menjalin hubungan setidaknya enam bulan.

Pasangan LDR (long distance relationship) yang ingin melintasi perbatasan akan diminta untuk menunjukkan bukti hubungan mereka dan sudah berapa lama.

"Mereka bisa membawa foto atau surat cinta," kata wakil kepala polisi Allan Dalager Clausen kepada stasiun siaran Denmark DR.

"Saya menyadari ini adalah hal-hal yang sangat intim, tetapi keputusan untuk mengizinkannya pada akhirnya bergantung pada penilaian masing-masing petugas polisi," tambahnya.

Tapi aturan ini baru berlaku untuk negara-negara Skandinavia dan Jerman. Pemerintah Denmark mengatakan, dalam beberapa hari ke depan akan dibuat aturan sementara. Pasangan warga Denmark yang tinggal di daerah perbatasan dan ingin berkunjung akan diminta membuat deklarasi tertulis agar mendapat izin masuk.

"Jika Anda mengatakan, Anda berada dalam suatu hubungan dan menuliskannya, itu sudah cukup," kata Menteri Kehakiman Nick Haekkerup kepada televisi lokal TV2.

Hubungan online tidak masuk hitungan

Kepolisian Denmark mengatakan, mereka juga akan mengakui pesan-pesan teks atau informasi pribadi sebagai bukti hubungan romantis. Khususnya, para pasangan akan diminta membuktikan bahwa mereka memiliki pertemuan tatap muka secara reguler sebelum krisis corona terjadi.

Sedangkan hubungan yang terdiri "semata-mata dari korespondensi tertulis atau telepon" tidak akan diakui "dalam konteks pembatasan saat ini," kata kepolisian Denmark. Artinya, hubungan online saja tidak diakui sebagai hubungan romantis yang bisa menjadi alasan masuk ke Denmark.

Di bawah aturan baru yang mulai diberlakukan hari Senin (26/05), kakek dan nenek juga akan diizinkan masuk ke Denmark untuk mengunjungi cucu-cucu mereka.

Daftar orang yang diizinkan masuk juga mencakup mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi Denmark, orang-orang yang bepergian untuk menerima perawatan medis, menghadiri pemakaman, atau dipanggil untuk muncul dalam persidangan pengadilan.

Dikritik sebagai pelanggaran hak privasi

Beberapa anggota parlemen dari kalangan oposisi mengecam prosedur baru itu sebagai pelanggaran privasi.

"Saya belum pernah dengar tentang suatu negara, di mana saat kedatangan harus menunjukan teks atau foto intim dari pasangan," kata Kristian Hegaard dari Partai Sosial-Liberal.

Menurut aturan pelonggaran yang baru, wisatawan juga akan diizinkan untuk melewati perbatasan, jika mereka memiliki rumah liburan di Denmark dan berniat untuk menghabiskan waktu di sana. Sedangkan wisatawan yang ingin berlibur saja dengan menginap di hotel tidak diizinkan masuk.

Akhir minggu ini, pemerintah Denmark diharapkan akan memberikan pedoman perjalanan yang lebih komprehensif bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negara itu.

hp/gtp (dpa, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inggris Beri Sanksi kepada Rusia, Saudi, dan ‘Uang Haram’ Mereka Lewat Magnitsky Act
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Rusia mengancam akan melakukan pembalasan setelah pemerintah Inggris menggunakan kekuatan hukum baru...
Pembatasan Haji: Frustrasi bagi Jemaah dan Kesulitan Ekonomi Arab Saudi
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Ibadah haji tahunan adalah kegiatan yang melibatkan jutaan manusia dan menjadi salah satu kerumunan ...
Pemerintah AS Akan Cabut Izin Tinggal Mahasiswa Asing di Program Kuliah Online
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
"Siswa aktif yang saat ini berada di Amerika Serikatyang terdaftar dalam program semacam itu ha...
Mahasiswa Indonesia di Jerman Dapat Tunjangan Corona, Persyaratannya Banyak Tapi Prosedur Cepat
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Karena pemberlakuan lockdown selama berminggu-minggu untuk meredam penyebaran infeksi Covid-19, bany...
Ancaman Karhutla di Tengah pandemi COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tahun ini diperkirakan tidak akan separah dibandin...
Pandemi Seperti Virus Corona Akan Makin Sering Terjadi?
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
"Jika manusia terus mengeksploitasi dunia binatang dan merusak ekosistem, kita bisa memperkirak...
Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Untuk pertama kalinya sejak pandemi flu Spanyol tahun 1918 silam, pemerintah Australia akan menutup ...
Bantuan Pemerintah Jerman Bagi Mahasiswa Asing di Masa Corona
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Deeksha Sharma dari Nepal perlu sekitar 500 euro untuk menutup biaya hidup sehari-hari sebagai mahas...
Aktivis Demokrasi Joshua Wong: Dunia Harus Bersama Hong Kong
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Joshua Wong, salah satu aktivis muda yang paling menonjol, tetap berbicara vokal di luar pengadilan ...
Sektor Wisata Spanyol Masih Terjerembab, Pengangguran di Kalangan Muda Meluas
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Liburan musim panas biasanya adalah masa hingar-bingar di kawasan pantai dan di pusat-pusat wisata S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV