Agama Ikut Terseret ke dalam Arus Desinformasi Wabah Corona
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Agama Ikut Terseret ke dalam Arus Desinformasi Wabah Corona
DW.com - Agama Ikut Terseret ke dalam Arus Desinformasi Wabah Corona

Sebagian analis melihat fenomena ini sebagai upaya masyarakat berdamai dengan krisis kesehatan yang merajalela. “Pada kasus konflik atau krisis yang tidak bisa dijelaskan, orang cendrung merujuk pada mitos atau keyakinan kultural untuk menjelaskan tentang apa yang sedang terjadi,“ tutur Professor Nabil Dajani, guru besar studi media di American University of Beirut.

“Saya menyaksikan fenomena ini terjadi di mana-mana, tidak hanya di kalangan umat muslim saja.“

Sejak awal pandemi, teori-teori liar bermunculan di seluruh dunia, termasuk anggapan pseudosains tentang obat Covid-19 atau asal usul virus corona yang ikut didengungkan pemimpin dunia.

Di dunia Arab, tim cek fakta di kantor berita AFP mencatat jumlah unggahan media sosial, yang mengandung klaim palsu berbalut agama terkait virus corona, cendrung meningkat.

Banjir video sesat tentang corona

Salah satu contohnya adalah unggahan video di media sosial yang menampilkan sekelompok orang berwajah Asia Timur mengucapkan kalimah Syahadat, karena virus corona “tidak menular kepada kaum muslim.“ Video ini ramai disebar bulan Februari lalu.

Setelah diusut, video itu berasal dari sekelompok pria Filipina berbahasa Tagalog yang masuk Islam di Arab Saudi dan diunggah pada Mei 2019, jauh sebelum wabah corona.

Sebuah video lain menampilkan orang Cina menerima al-Quran dengan klaim pemerintah Beijing melonggarkan “larangan“ memiliki kitab suci tersebut menyusul pandemi corona. Video itu ketahuan beredar pertama kali tahun 2013 dan menampilkan pembagian Alkitab di Cina.

Di jejaring sosial seperti Facebook, YouTube dan Twitter, video yang mengklaim azan kembali bergema di Spanyol untuk pertamakalinya sejak 500 tahun juga ikut beredar di tengah wabah. Hanya saja Spanyol tidak pernah melarang azan dikumandangkan.

“Di wilayah kami, klaim agama terkadang bertentangan dengan sains dan medis,” kata Prof. Sari Hanafi, Guru Besar Sosiologi di American University di Beirut, Lebanon. “Tapi agama juga motor penggerak solidaritas sosial yang menjadi integral dalam meredam trauma psikologis sebagai dampak karantina.“

Tim pengecek fakta AFP juga mengamati tren klaim konspiratif di luar komunitas agama, di yang memprediksi kejatuhan negara-negara barat. Sebuah video berjudul “warga Italia bunuh diri” karena wabah corona disebar di jejaring sosial berbahasa Arab.

Ironisnya video yang dibuat sebelum wabah itu berasal dari sebuah aksi demonstrasi di Italia menentang kelompok populis kanan. Pengguna juga mengumbar kutipan palsu dari Perdana Menteri Guiseppe Conte berisikan “hanya solusi dari surga“ yang bisa menyelamatkan negerinya.

Tidak terbatas pada Timur Tengah

Dina Matar dari Lembaga Studi Afrika dan Oriental di Inggris mengatakan“diskursus konspirasi“ berbasis agama tidak hanya terjadi di kawasan ini saja. “Kita tidak seharusnya membatasi hal ini dalam bahasa yang mengucilkan bahwa Timur Tengah berbeda,” kata dia.

Menurutnya narasi semacam ini merupakan “gejala dari praktik yang dengan sengaja menggunakan agama untuk membenarkan kebijakan politik,” katanya. “Agama selalu digunakan di dalam diskursus politik, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di barat.”
Sementara di kawasan lain, diskursus konspirasi tidak hanya berpusar pada agama, tetapi juga ikut disuburkan oleh sentimen patriotik, stigma sosial dan praduga rasial, menurut Prof. Hanafi.

Teori-teori konspirasi mengklaim virus corona diciptakan di laboratorium senjata biologis di Amerika Serikat untuk menyerang Cina dan Iran, serta klaim sesat bahwa pengungsi turut menyebarkan Covid-19, juga ikut ditampilkan bersama-sama di media sosial, imbuh pakar sosiologi tersebut.

Menurutnya model desinformasi seperti ini tumbuh subur “ketika kita merasa tidak berdaya di hadapan realita dan tidak tahu bagaimana menjelaskan sesuatu secara ilmiah,” kata dia.

rzn/vlz (AFP)



Di tengah derasnya desinformasi seputar wabah corona, tidak sedikit klaim konspirasi yang muncul di Timur Tengah beredar di komunitas agama. Fenomena ini dinilai muncul ketika manusia tidak berdaya menghadapi realita.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inggris Beri Sanksi kepada Rusia, Saudi, dan ‘Uang Haram’ Mereka Lewat Magnitsky Act
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Rusia mengancam akan melakukan pembalasan setelah pemerintah Inggris menggunakan kekuatan hukum baru...
Pembatasan Haji: Frustrasi bagi Jemaah dan Kesulitan Ekonomi Arab Saudi
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Ibadah haji tahunan adalah kegiatan yang melibatkan jutaan manusia dan menjadi salah satu kerumunan ...
Pemerintah AS Akan Cabut Izin Tinggal Mahasiswa Asing di Program Kuliah Online
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
"Siswa aktif yang saat ini berada di Amerika Serikatyang terdaftar dalam program semacam itu ha...
Mahasiswa Indonesia di Jerman Dapat Tunjangan Corona, Persyaratannya Banyak Tapi Prosedur Cepat
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Karena pemberlakuan lockdown selama berminggu-minggu untuk meredam penyebaran infeksi Covid-19, bany...
Ancaman Karhutla di Tengah pandemi COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tahun ini diperkirakan tidak akan separah dibandin...
Pandemi Seperti Virus Corona Akan Makin Sering Terjadi?
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
"Jika manusia terus mengeksploitasi dunia binatang dan merusak ekosistem, kita bisa memperkirak...
Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Untuk pertama kalinya sejak pandemi flu Spanyol tahun 1918 silam, pemerintah Australia akan menutup ...
Bantuan Pemerintah Jerman Bagi Mahasiswa Asing di Masa Corona
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Deeksha Sharma dari Nepal perlu sekitar 500 euro untuk menutup biaya hidup sehari-hari sebagai mahas...
Aktivis Demokrasi Joshua Wong: Dunia Harus Bersama Hong Kong
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Joshua Wong, salah satu aktivis muda yang paling menonjol, tetap berbicara vokal di luar pengadilan ...
Sektor Wisata Spanyol Masih Terjerembab, Pengangguran di Kalangan Muda Meluas
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Liburan musim panas biasanya adalah masa hingar-bingar di kawasan pantai dan di pusat-pusat wisata S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV