Ingat Indonesia, Reynold Poernomo Hidangkan Cendol di MasterChef Australia
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ingat Indonesia, Reynold Poernomo Hidangkan Cendol di MasterChef Australia
ABC.net.au - Ingat Indonesia, Reynold Poernomo Hidangkan Cendol di MasterChef Australia

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia

Hampir semua peserta menitikkan air mata dalam acara MasterChef Australia 2020 saat mereka bercerita mengenai makanan yang dibuat, Rabu malam (27/05/2020).

Sesi MasterChef Australia terbaru kali ini disiarkan di tengah pandemi virus corona dengan peserta dari sebelumnya 24 orang, sekarang tinggal separuhnya 12 orang.

Dua peserta berdarah Indonesia, yakni Reynold Poernomo dan Jess Liemantara masih bertahan dalam sesi berjudul Back To Win, menampilkan kontestan yang pernah ikut di sesi sebelumnya namun tidak menang.

Sejumlah peserta terharu dan menangis ketika melihat kembali foto-foto masa kecilnya dan diminta memasak sesuatu yang terinspirasi dari masa lalu mereka.

Berbagai kisah yang mengharukan dalam perjalanan keluarga para peserta membuat mereka tidak bisa menyembunyikan emosi masing-masing.

Reynold Poernomo, yang pernah menduduki peringkat keempat MasterChef Australia 2015, misalnya, melihat kembali fotonya ketika duduk di sebuah ruangan kecil di belakang restoran milik keluarga mereka di Sydney.

Foto tersebut mengingatkan kembali Reynold akan perjuangan keluarga mereka dalam menjalankan restoran, setelah keluarganya pindah dari Surabaya.

"Foto itu foto yang menyedihkan ketika saya merasakan keluarga saya sebagai keluarga migran yang berjuang," kata Reynold di hadapan peserta lain dan tiga juri baru dalam kompetisi kali ini, Melissa Leong, Andy Allen dan Jock Zonfrillo.

Reynold kemudian menceritakan satu peristiwa yang membuat hampir semua peserta juga ikut merasakan kesedihannya.

"Saya ingat ketika petugas imigrasi membawa kedua orang tua untuk diperiksa. Restoran kami harus tutup."

"Kakak laki-laki saya membawakan makanan untuk saya ketika saya lapar," kata pria berusia 26 tahun tersebut.

Reynold sekarang memiliki cafe di Sydney bernama Koi yang juga harus ditutup karena aturan pembatasan aktivitas warga di Australia.

Tayangan MasterChef 2020 yang diputar semalam adalah seri ketika Australia menerapkan aturan lockdown karena pandemi COVID-19, mengingatkan Reynold dengan keadaan yang dialaminya dulu dengan apa yang dialaminya sekarang.

Perkenalkan masakan Bali Sunrise

Dalam acara semalam, Reynold membuat makanan bernama Bali Sunrise, nama yang diambil dari restoran milik keluarga Poernomo sebelumnya di Sydney.

Hidangan pencuci mulut yang dibuat Reynold tersebut berbentuk kelapa yang berisi coklat dan juga di dalamnya dipenuhi dengan cendol, makanan yang mengingatkan Reynold dengan kehidupannya ketika tinggal di Indonesia.

Bali Sunrise yang dibuatnya mendapat pujian dari para juri dan mengantarkan Reynold masuk dalam peringkat lima besar sehingga berkesempatan untuk memasak lagi hari Kamis malam.

Dari lima orang tersebut, pemenangnya akan mendapat immunity untuk tidak harus memasak pada hari Minggu, dimana yang paling buruk akan tersingkir.

Selain Reynold Poernomo, peserta asal Indonesia lainya Jess Liemantara, 21 tahun, peserta termuda dalam kompetisi ini juga mendapat pujian dan masuk lima besar.

Jess membuat coklat yang menyerupai coklat merek terkenal Ferrero Roche.

Juri mengagumi Jess, yang tinggal di Melbourne, bisa membuatnya dalam waktu 60 menit.

Tiga orang lain yang masuk dalam lima besar adalah Poh Ling Yeow, Khanh Ong dan Brendan Pan.

Peserta yang punya hubungan dengan Indonesia

Selain Reynold Poernomo dan Jess Liemantara, dua peserta lainnya yang juga memiliki ikatan kuat dengan Indonesia adalah Ben Ungermann dan Khanh Ong.

Khanh Ong yang berasal dari Vietnam, datang ke Australia sebagai pengungsi dan sekarang tinggal di Melbourne.

Khanh lahir di kamp pengungsi di Pulau Galang di Kepulauan Riau di tahun 1993 dan kemudian pindah ke Australia ketika dia berusia 2 tahun.

Dalam foto yang diperlihatkan semalam, Khanh sedang bersama kedua orangtuanya di hari pertama mereka tiba di Australia.

"Saya lahir di kamp pengungsi, dan foto itu adalah ketika kami diizinkan untuk migrasi dan itulah yang mengubah hidup kami," kata Khanh.

Sementara Ben Ungermann asal Tasmania, sekarang sudah tidak ikut kompetisi lagi. Bukan karena masakannya, namun karena terlibat dalam kasus yang melibatkan kepolisian.

Ben menyebutkan bahwa dirinya memiliki 25 persen darah Indonesia dari kakek neneknya dimana keluarganya berasal dari Belanda.

Ben menjadi runner up di MasterChef Australia di tahun 2017 dan kemudian dia pernah juga tampil dalam acara MasterChef di Indonesia.

Hari Selasa, salah satu media di Australia menyatakan polisi menuduh Ben telah melakukan penganiayaan seksual terhadap seorang remaja putri berusia 16 tahun.

Kejadiannya sudah terjadi beberapa pekan lalu, namun baru dalam acara pekan ini, salah satu juri, yakni Jock Zonfrillo mengatakan Ben tidak akan kembali lagi dalam acara karena urusan lain.

Kuatnya peserta Asia di tahun 2020

Yang juga tampak menonjol dalam acara MasterChef Australia 2020 ini adalah kuatnya para peserta dari Asia.

Sejauh ini dari 12 peserta yang tersisa, enam berasal dari atau memiliki hubungan dengan Asia.

Empat peserta memiliki kaitan dengan Indonesia, sementara Sarah Tiong dan Poh Ling Yeow berasal dari Malaysia.

Ada pula Brendan Pan yang lahir di Mauritius, namun berasal dari keluarga asal China dan sekarang tinggal di Australia Barat.

Minggu lalu ketika Jess dan Poh menampilkan dua masakan terbaik mereka, saat tema memasak dalam kompetisi tersebut adalah mie instan.

Munculnya Poh dan Jess dengan masakan mereka yang berlatar Asia kemudian mendapat reaksi dari beberapa netizen di Australia, yakni untuk pertama kalinya wajah Asia mendominasi tayangan utama televisi di Australia.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Agar Harga Makanan Tak Naik, Warga Australia Diserukan Bekerja di Perkebunan
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Warga Australia didesak untuk bekerja sebagai backpacker di negara mereka sendiri untuk mencegah bua...
Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Angka penularan virus corona di Indonesia, termasuk di ibukota Jakarta terus meningkat yang membuat ...
Pemerintah Thailand Membayar Warganya Untuk Berlibur di Dalam Negeri
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Seperti banyak negara lain di dunia yang terkena dampak pandemi COVID-19, Thailand juga sedang berju...
Pemerintah Thailand Membayar Warganya Untuk Berlibur di Dalam Negeri
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Seperti banyak negara lain di dunia yang terkena dampak pandemi COVID-19, Thailand juga sedang berju...
Lockdown Diperpanjang, Pengusaha Asal Indonesia di Melbourne Mencoba Bertahan
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Perpanjangan lockdown di negara bagian Victoria, Australia, mulai berlaku hari Senin ini (14/09) ber...
Lockdown Diperpanjang, Pengusaha Asal Indonesia di Melbourne Mencoba Bertahan
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Perpanjangan lockdown di negara bagian Victoria, Australia, mulai berlaku hari Senin ini (14/09) ber...
Menanggapi Lockdown, Sejumlah Warga Melbourne Berdemo Soal Kebebasan
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Kepolisian di kota Melbourne menangkap 74 orang yang berpartisipasi dalam unjuk rasa "anti-lockdown"...
Menanggapi Lockdown, Sejumlah Warga Melbourne Berdemo Soal Kebebasan
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Kepolisian di kota Melbourne menangkap 74 orang yang berpartisipasi dalam unjuk rasa "anti-lockdown"...
Hanya 20 Persen Penderita COVID-19 di Australia Menunjukkan Gejala Demam
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Semakin banyak kasus COVID-19 membuat banyak pakar bisa mengetahui gejala utama dari mereka yang ter...
Hanya 20 Persen Penderita COVID-19 di Australia Menunjukkan Gejala Demam
Senin, 28 September 2020 - 10:31 WIB
Semakin banyak kasus COVID-19 membuat banyak pakar bisa mengetahui gejala utama dari mereka yang ter...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV