Misi SpaceX Yang Penuh Simbol Baru Kedigdayaan Antariksa AS
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Misi SpaceX Yang Penuh Simbol Baru Kedigdayaan Antariksa AS
DW.com - Misi SpaceX Yang Penuh Simbol Baru Kedigdayaan Antariksa AS

Dengan jelas terlihat adanya upaya, untuk langsun mengaitkan setiap sukses misi SpaceX dengan misi legendaris Apollo yaitu pendaratan di bulan. Demo-2 adalah misi berawak pertama yang diluncurkan lagi dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida AS setelah misi Space Shuttle dihentikan tahun 2011.

Misi berawak terakhir NASA tahun 2011 diluncurkan lewat pesawat ulang-alik STS-135 yang membawa astronot ke International Space Station (ISS). Misi saat itu mengangkut astronot AS Douglas Hurley dan Robert Behnken, untuk bergabung dengan Christopher Cassidy yang sudah berada di ISS.

Nilai simbolik lainnya yang ditonjolkan adalah lokasi peluncuran SpaceX yang akan membawa astronot ke ruang angkasa. Pangkalannya bernama Complex 39A. Situs peluncuran ini dibangun untuk penerbangan misi Apollo dari 1969 hingga 1972. Setelah itu landasan peluncuran roket Complex 39A dimodifikasi untuk misi Space Shuttle. Pada tahun 2014 CEO SpaceX, Elon Musk menandatangani kontrak penyewaan situs peluncuran roket legendaris itu untuk jangka waktu 20 tahun.

Era baru penerbangan luar angkasa komersial

Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan swasta berlomba mendesain, membangun dan meluncurkan roket buatannya. Perusahaan swasta ini membangun roket untuk mengangkut kargo, meluncurkan satelit atau logistik buat ISS. Beberapa yang menonjol antara lain SpaceX milik Elon Musk, Blue Origin milik Jeff Bezos, Rocket Lab milik Peter Beck atau juga Boeing.

SpaceX yang dikomandani oleh Elon Musk, berada di garda paling depan dalam program ruang angkasa komersial ini. Kolaborasi NASA dengan SpaceX juga menjadi langkah simbolis berikutnya dari dimulainya era baru penerbangan ruang angkasa komersial.

Disebut era baru komersial, pasalnya NASA juga sudah melibatkan pihak swasta sejak dari jamannya misi Apollo. Wahana pendarat “Lunar Module“ pada misi bersejarah Apollo 11 misalnya, dibuat oleh kontraktor peralatan pertahanan militer, Grumman. Kolaborasi ini masih terus berlanjut hingga kini.

NASA juga memberikan stimulus lebih 400 juta Dolar kepada sektor swasta, untuk mengembangkan dan membuktikan sistem transportasi manusia ke ruang angkasa yang aman, terjangkau dan efektif dari segi pembiayaan. Dengan program itu, kini NASA mengklaim misinya lebih banyak bergerak di sektor ilmiah.

Terobosan baru teknologi

SpaceX meluncurkan kapsul Crew Dragon yang mampu mengangkut hingga 7 orang astronot dengan roket peluncur Falcon 9, yang sukses dalam ujicoba tahun 2019. Crew Dragon juga mencatatkan sejarah baru, paling tidak dalam tradisi desain interior kapsul ruang angkasa. Interiornya modern, mirip mobil SUV mewah teranyar.

Sejauh ini sejumlah perusahaan juga sudah mengklaim siap meluncurkan kapsul ruang angkasa modern. Boeing juga berkolaborasi denga NASA, menampilkan CST-100 Starliner. Kapsul ini dirancang untuk mengangkut awak atau kargo ke ISS di kawasan orbiter rendah.

NASA juga menjalin kerjasama denga badan antariksa Eropa, ESA mengembangakan kapsul Orion, yang mampu mengangkut 4 astronot. Kapsul Orion dikaitkan dengan proyek Artemis, yakni misi untuk mendaratkan kembali manusia ke bulan mulai tahun 2024. Orion juga dirancang untuk bisa digunakan dalam misi ke planet Mars.

Ketiga kapsul modern itu punya satu kemiripan, yakni bisa dipakai berulang kali. Jadi setelah diluncurkan, kembali ke bumi dan bisa digunakan lagi untuk misi berikutnya. Penggunaan ulang menjadi pengembangan vital dalam program luar angkasa, yang membuat misi supermahal ini menjadi lebih terjangkau.

Zulfikar Abbany (as/ml)



Misi NASA SpaceX Demo-2 penuh simbolisme. "Launch America" merupakan misi berawak pertama dari AS setelah program penerbangan ulang-alik dihentikan. Ini juga program bergengsi setelah misi Appolo.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Stasiun TV di Indonesia Yang Menyiarkan Inovator
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Bali TV (Denpasar) : setiap Sabtu jam 16:30 Elshinta TV (Jakarta) : setiap Senin – Kamis jam...
Koneksi Internet Minim, Negara Miskin Tersisih dari Diskusi Perubahan Iklim
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Aktivis lingkungan dari Zambia, Precious Kalombwana, sangat senang ketika tahu ia akan mengikuti lok...
Twitter Resmi Rilis Layanan Berbayar Baru
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Twitter meluncurkan layanan berbayar perdananya, Twitter Blue, yang saat ini digulirkan di Kanada da...
Jantung Perempuan Lebih Rentan Dibanding Jantung Pria
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Martha Schroff terkena serangan jantung tahun lalu. Padahal ia sering berolahraga, dan tidak pernah ...
Tes DNA Ungkap Hubungan Keluarga Dua Kerangka Viking di Denmark dan Inggris
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Arkeolog telah mengonfirmasi hubungan dua pria yang meninggal di zaman Viking berdasarkan hasil tes ...
Kasus Perdagangan Manusia di Vietnam Meningkat di Tengah Pandemi COVID-19
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Lonjakan kasus COVID-19 dan kesulitan finansial yang menjadi imbasnya telah mendorong peningkatan pe...
Dilema Rencana Sekolah Tatap Muka Terbatas Kala Pandemi COVID-19 Belum Selesai
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Wacana dibukanya sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang menimbulkan berbagai dilema di masyarak...
Rumah Tangga Gay Asal Indonesia di Jerman: Cinta Kami Tidak Seperti Kisah Dongeng
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
"Tak terasa saya sudah menikah selama delapan tahun,” ujar Erwin Chandra, pramugara asal ...
Di Tangan ‘Dokter Wayang’ Ki Joko Langgeng, Wayang yang Sakit Kembali Pulih
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Sejak 1968, Ki Joko Langgeng terus menjaga kesenian dan budaya Jawa. Selain dikenal sebagai dalang, ...
Korean Wave: Dari Investasi Ekonomi Pemerintah Korea Selatan Jadi Gerakan Sosial Dunia
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:20 WIB
Foto dan video ribuan ojek online (ojol) memadati gerai restoran McDonald's untuk membeli menu e...
Live Streaming Radio Network