Siapa Elon Musk, Pengusaha Sukses di Balik SpaceX?
Elshinta
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Siapa Elon Musk, Pengusaha Sukses di Balik SpaceX?
DW.com - Siapa Elon Musk, Pengusaha Sukses di Balik SpaceX?

Elon lahir tahun 1971 di Afrika Selatan dari ibunya yang seorang model dan ahli diet, Maye Musk, dan insinyur elektromekanis, Errol Musk. Elon menggambarkannya sebagai "manusia yang mengerikan." Elon Reeve Musk adalah anak tertua dari tiga bersaudara. Ia memiliki tiga kewarganegaraan yaitu Afrika Selatan, Kanada, dan AS.

Musk menghabiskan masa kecilnya dengan menelusuri buku dan komputer. Elon Musk muda adalah bocah lelaki kecil yang tertutup, diasingkan oleh teman-teman sekolahnya, sering juga menjadi sasaran pemukulan sampai ia menjadi cukup besar dan bisa membela diri.

Perusahaan pertama

Musk pindah ke Silicon Valley pada musim panas 1995. Dia terdaftar di program PhD fisika terapan di Universitas Stanford, tapi mengundurkan diri hanya dua hari setelahnya. Saudaranya Kimball Musk, yang 15 bulan lebih muda dari Elon, baru saja lulus dari Queen's University dengan mengantungi gelar bisnis dan memutuskan untuk bergabung dengannya di California. Kedua saudara ini lantas memutuskan untuk meluncurkan startup yang mereka sebut Zip2, direktori bisnis online yang dilengkapi dengan peta. Tahun 1999, keduanya menjual Zip2 kepada produsen komputer Compaq senilai 307 juta dolar AS atau sekitar 4,5 triliun rupiah.

Elon kemudian mendirikan perusahaan jasa finansial online yaitu X.com. Saingan utamanya adalah perusahaan bernama Confinity, yang didirikan oleh Peter Thiel dan dua rekannya hanya beberapa bulan setelah X.com diluncurkan. Kedua perusahaan ini kemudian bergabung pada Maret 2000 dan menamakan produk utama mereka sebagai PayPal, layanan transfer uang online orang ke orang.

Layanan lelang online yaitu Ebay memutuskan untuk membeli PayPal pada Oktober 2002 senilai $ 1,5 miliar dari saham Ebay. Pada usia 31 tahun, Elon Musk menjadi memegang saham Ebay senilai 165 juta dolar AS (Rp 2,4 triliun).

Tiga macam misi

Perusahaan-perusahaan yang ia dirikan, atau yang dia dirikan bersama orang lain, dan atau perusahaan yang telah dipimpinnya setelah meninggalkan PayPal, antara lain yaitu SpaceX dan Tesla Motors, semuanya berfokus pada penanganan tiga risiko eksistensial yang berbeda untuk jangka panjang kelangsungan hidup umat manusia seperti risiko iklim, risiko ketergantungan pada satu planet, dan risiko usangnya spesies manusia.

Risiko iklim

Tesla Motors, SolarCity, dan The Boring Company bertujuan mengatasi risiko iklim dengan mempercepat transisi ke penggunaan listrik bersih dan transportasi bertenaga listrik.

Risiko ketergantungan kepada satu planet

Menurut Musk, kelangsungan hidup jangka panjang umat manusia berisiko jika tetap tergantung kepada satu planet. Cepat atau lambat, sejumlah bencana, bisa jadi itu berupa tumbukan asteroid, letusan gunung api super, atau perang nuklir, akan mengakhiri masa tinggal umat manusia di planet ini. Atas dasar inilah Musk mendirikan Space Exploration Technologies Corp, atau SpaceX, pada Mei 2002, untuk membawa umat manusia keluar dari planet ini.

Elon Musk belajar sendiri ketrampilan teknik yang diperlukan untuk merancang roket. Ia menjabat sebagai kepala divisi teknologi sekaligus CEO SpaceX. Awalnya perusahaan ini memiliki sebelas orang karyawan. Gwynne Shotwell, yang bertanggung jawab atas pengembangan bisnis, segera memantapkan dirinya sebagai perempuan yang menjadi tangan kanan Musk di SpaceX. Shotwell pun menjadi legenda di dunia teknologi luar angkasa.

Risiko usangnya spesies manusia

Musk dan beberapa pemikir lain mengatakan bahwa kecerdasan buatan super (AGSI) yaitu kecerdasan mesin umum yang lebih pintar daripada manusia, akan menghadirkan risiko eksistensial yang sangat besar bagi masa depan umat manusia.

Itu sebabnya, pada Desember 2015, ia ikut mendirikan OpenAI, yakni sebuah perusahaan nirlaba guna mengembangkan konsep friendly AI atau kecerdasan artifisial yang bersahabat.

OpenAI menyediakan akses gratis ke hasil penelitian kecerdasan buatan mereka yang canggih. Idenya adalah untuk menyebarluaskan teknik-teknik untuk membuat AGSI yang aman, dan untuk mencegah kelompok-kelompok kekuatan tertentu memonopoli AGSI.

ae/yp



Misi Elon Musk antara lain membawa manusia keluar dari planet bumi, dan menghindari risiko usangnya spesies manusia. Simak profil pengusaha kelahiran Afrika Selatan ini.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Larangan Penyembelihan Tanpa Pembiusan, Ancaman Bagi Kebebasan Beragama di Eropa
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Hari Rabu (8/7) para hakim Mahkamah Eropa di Luxembourg membahas salah satu elemen utama identitas E...
Setengah Tahun Virus Corona, Apa yang Sejauh Ini Diketahui
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Setengah tahun lalu, di paruhan kedua bulan Januari, pemerintah Cina untuk pertama kalinya mengumumk...
Wabah Sampar yang Terlupakan tapi Belum Musnah
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Cina melaporkan satu kasus penyakit sampar pada seorang pemburu di kawasan Mongolia Dalam di provins...
Australia Tawarkan Perpanjangan Visa dan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada hari Kamis (09/07) mengatakan pemerintahnya akan mempe...
Dewan Keamanan PBB Tolak Rancangan Rusia Untuk Bantuan Kemanusiaan Suriah
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (9/7) menolak rancangan resolusi Rusia soal koridor bantua...
John Bolton: Trump Gagal ‘Menghargai‘ Sepenuhnya Kepresidenan AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Empat bulan sebelum pemilihan presiden AS, sejumlah survei menunjukkan Donald Trump sedang mengalami...
Bisakah India Ciptakan Vaksin yang Siap Pakai Bulan Agustus?
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pekan lalu, Direktur Dewan Penelitian Medis India (ICMR), Balram Bhargava, memerintahkan 12 rumah sa...
Boeing 747 Pensiun? Selamat Tinggal Jumbo Jet Pertama di Dunia
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Boeing akan mengakhiri produksi pesawat dua tingkat 747 setelah 50 tahun beroperasi. Lebih dari 1.50...
Vaksin HIV/AIDS yang Efektif Melindungi Tidak Akan Ada?
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Mengapa hingga kini vaksin HIV belum ditemukan? Padahal para ahli sudah menemukan virus penyebab men...
AS Secara Resmi Umumkan Keluar dari WHO di Tengah Pandemi
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Amerika Serikat (AS) secara resmi memberi tahu Sekretaris Jenderal PBB tentang penarikan negaranya d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV