Lawan Korupsi di Vatikan, Paus Terbitkan Peraturan Tender dan Pengadaan Barang
Elshinta
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Lawan Korupsi di Vatikan, Paus Terbitkan Peraturan Tender dan Pengadaan Barang
DW.com - Lawan Korupsi di Vatikan, Paus Terbitkan Peraturan Tender dan Pengadaan Barang

Paus Fransiskus baru saja meloloskan peraturan baru untuk pengadaan barang dan belanja di Vatikan. Peraturan baru ini dimaksudkan untuk memotong biaya, memastikan persaingan yang transparan dan mengurangi risiko korupsi dalam pemberian kontrak di saat ekonomi dunia tengah terguncang akibat wabah corona.

Sebuah Surat Apostolik dan norma baru setebal 30 halaman dirilis pada hari Senin (01/06) tersebut adalah puncak dari proses yang tengah berlangsung selama empat tahun guna merasionalisasi prosedur pengeluaran dan menangani nepotisme dan kronisme di Vatikan.

Peraturan ini terbit ketika pandemi corona telah membawa bencana terhadap keuangan Vatikan, memaksanya untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian biaya terketat yang pernah ada.

Perubahan ini akan "secara signifikan mengurangi bahaya korupsi," kata Paus Fransiskus dalam pengantar tertulisnya di peraturan itu.

Salah satu perubahan penting dari peraturan baru ini adalah adanya lembaga berisi daftar tunggal pemasok yang disetujui untuk semua departemen Vatikan. Sebelumnya, masing-masing departemen memiliki dan menyimpan daftar mereka masing-masing.

Aturan baru ini mengamanatkan prosedur yang sangat terperinci dan transparan dalam hal pemberian kontrak barang dan jasa. Saat ini, sebagian besar kontrak Vatikan dilakukan dengan perusahaan Italia.

Rawan korupsi pengadaan barang

Pakar Vatikan, Iacopo Scaramuzzi, mengatakan di Twitter bahwa langkah ini bukanlah “perubahan yang tidak signifikan.” Lebih lanjut ia mengatakan bahwa "langkah ini mengakhiri kebiasaan Vatikan yang telah mapan ... mempercayakan kontrak eksternal kepada kerabat dan teman-teman," tambahnya.

Sebuah dokumen yang bocor pada masa kepausan sebelumnya yaitu Paus Benediktus, menunjukkan salah satu departemen di Vatikan membayar sebuah perusahaan konstruksi Italia dengan sejumlah uang yang sangat mahal untuk membuat replika adegan kelahiran Yesus Kristus di Lapangan Santo Petrus.

Profesor Vincenzo Buonomo, Rektor Universitas Kepausan Lateran yang berbasis di Roma, Italia, mengatakan di laman situs resmi Vatikan bahwa langkah ini akan membantu menghilangkan favoritisme, dan memastikan persaingan yang adil dan ekonomis.

Sumber-sumber Vatikan mengatakan bahwa di masa lalu, misalnya, mereka harus membeli perlengkapan kantor dari sebuah perusahaan yang sama selama bertahun-tahun walaupun perlengkapan yang sama juga tersedia di tempat lain dengan harga yang lebih rendah.

Profesor Buonomo mengatakan peraturan ini akan membawa Vatikan sepenuhnya mematuhi Konvensi Merida PBB dalam melawan korupsi, yang telah ditandatangani Takhta Suci pada tahun 2016.

ae/vlz (Reuters, AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Pengadilan di Münster, Jerman pada hari Rabu (23/09) memutuskan bahwa masjid di Oer-Erkenschwick di...
Wanita Berleher Panjang Thailand Berjuang Selama Pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Larangan perjalanan selama pandemi COVID-19 menghancurkan industri pariwisata yang vital bagi Thaila...
Anwar Ibrahim Beberkan Rencana
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
"Secara meyakinkan, kami memiliki mayoritas yang kuat dan hebat. Saya tidak berbicara tentang e...
Menlu Jerman Heiko Maas Harus Lakukan Karantina Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menlu Jerman Heiko Maas harus dikarantina setelah salah satu pengawalnya tertular virus corona, kata...
Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer membebastugaskan Direktur Badan Intelijen Milit...
Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Perwakilan Cina dan Amerika Serikat (AS) saling beradu mulut terkait isu pandemi virus corona, dalam...
Inovator 353
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Revolusi hijau transportasi laut dengan teknologi mesin hibrida, potensi dan bahaya teknologi rekaya...
Inovator 354
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Teknologi sensor percepat rehabilitas pasien Stroke, kapas canggih bantu perangi bencana pencemaran ...
Inovator 355
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Terbang dengan pikiran berkat Neurobiologi, listrik bersih untuk Filipina yang lapar energi dan kriy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV