Wartawan DW Ditembaki Polisi AS Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis
Elshinta
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Wartawan DW Ditembaki Polisi AS Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis
DW.com - Wartawan DW Ditembaki Polisi AS Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis

Kerusuhan yang dipicu protes atas tewasnya warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi terus berlanjut di Amerika Serikat. Beberapa kota di AS seperti Los Angeles, Chicago, Miami, Detroit dan Washington telah memberlakukan jam malam yang diperpanjang pada Minggu (31/05) malam.

Di tengah kerusuhan ini, reporter DW Stefan Simon beserta krunya mengalami sejumlah insiden saat meliput perkembangan situasi di Minneapolis, Amerika Serikat. Pada insiden pertama, Stefan baru saja akan memulai siaran langsung di depan kamera dengan latar belakang mobil polisi dan beberapa petugas, ketika sebuah peluru tiba-tiba berdesing.

Mendengar suara peluru, Stefan terlihat secara reflek berusaha menghindar. Seorang krunya berkata “Stefan, mereka menembak ke arahmu.” Stefan Simons lantas berbalik ke arah para polisi itu sambil berteriak, "Kami cuma press, kami dari media, berhenti menembaki kami! Kami sedang siaran langsung!"

Sementara di insiden kedua, seorang polisi meminta tim DW untuk mematikan kamera dan kembali ke dalam mobil. Polisi tersebut meminta tim DW pergi ke tempat lain jika tidak mau ditahan. Seorang polisi mengatakan "kami melakukan tugas kami." Tim pun akhirnya meninggalkan lokasi tersebut.

"Kami juga tengah melakukan tugas kami"

Di tempat terpisah, Stefan Simons mengatakan bisa mengerti bahwa para polisi itu melakukan tugas mereka sebagaimana diarahkan oleh para atasannya beserta politisi terkait. Terkait insiden kedua ia menjelaskan bahwa sejumlah polisi juga terlihat mengelilingi kru media lain.

"Polisi juga menghalau tim produksi dari televisi lain, kami tidak tahu mereka dari jaringan media apa, tapi mereka juga sedang bertugas seperti kami di sini. Kami langsung mendekat untuk mendokumentasikan insiden itu, bukan untuk ikut camput, tapi mendokumentasikan," ujarnya.

"Seperti yang Anda lihat, keadaaan di sini agak tegang. Saya mengerti para polisi itu bekerja di bawah tekanan. Tapi seharusnya mereka membiarkan kami bekerja dan melakukan tugas kami," ujar Stefan menyesalkan tindakan ini.

Polisi kewalahan

Sekitar 5.000 tentara garda nasional telah dikerahkan di 15 negara bagian di AS, serta di ibu kota Washington, untuk memberikan dukungan kepada polisi yang kewalahan menghadapi demonstran.

Pada siang hari, sebagian besar protes di daerah metropolitan berlangsung damai. Namun terjadinya sejumlah penjarahan telah menyebabkan pihak berwenang memberlakukan jam malam untuk menghindari kemungkinan bentrokan di malam hari.

Suasana masih tegang di Minneapolis. Kota ini telah menjadi pusat gerakan protes terbaru, di mana George Floyd meninggal ketika seorang polisi kulit putih menekankan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit dan membuatnya tidak bisa bernapas. Petugas polisi itu telah didakwa pembunuhan pada hari Jumat (29/05).

Presiden Trump salahkan Antifa

Pada hari Minggu (31/05), sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah truk tangki meluncur ke kerumunan ribuan demonstran di jalan raya Minneapolis. Departemen Keamanan Publik Minnesota mengatakan kejadian ini ini sebagai insiden "sangat mengganggu".

Presiden AS Donald Trump di Twitter pada hari Minggu menyalahkan walikota dan gubernur Demokrat atas kekacauan ini dan mendesak mereka untuk lebih tegas.

Trump juga menuduh Antifa, jaringan kelompok-kelompok sayap kiri yang menentang fasisme, bertanggung jawab atas sebagian besar kerusuhan di AS. Kepolisian federal berkeras bahwa kelompok sayap kiri telah mendorong kekerasan. ae/yf (reuters, AP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Pengadilan di Münster, Jerman pada hari Rabu (23/09) memutuskan bahwa masjid di Oer-Erkenschwick di...
Wanita Berleher Panjang Thailand Berjuang Selama Pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Larangan perjalanan selama pandemi COVID-19 menghancurkan industri pariwisata yang vital bagi Thaila...
Anwar Ibrahim Beberkan Rencana
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
"Secara meyakinkan, kami memiliki mayoritas yang kuat dan hebat. Saya tidak berbicara tentang e...
Menlu Jerman Heiko Maas Harus Lakukan Karantina Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menlu Jerman Heiko Maas harus dikarantina setelah salah satu pengawalnya tertular virus corona, kata...
Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer membebastugaskan Direktur Badan Intelijen Milit...
Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Perwakilan Cina dan Amerika Serikat (AS) saling beradu mulut terkait isu pandemi virus corona, dalam...
Inovator 353
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Revolusi hijau transportasi laut dengan teknologi mesin hibrida, potensi dan bahaya teknologi rekaya...
Inovator 354
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Teknologi sensor percepat rehabilitas pasien Stroke, kapas canggih bantu perangi bencana pencemaran ...
Inovator 355
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Terbang dengan pikiran berkat Neurobiologi, listrik bersih untuk Filipina yang lapar energi dan kriy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV