Organisasi Bantuan Terpaksa Batasi Operasi di Yaman Karena Ketiadaan Dana
Elshinta
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Organisasi Bantuan Terpaksa Batasi Operasi di Yaman Karena Ketiadaan Dana
VOA Indonesia - Organisasi Bantuan Terpaksa Batasi Operasi di Yaman Karena Ketiadaan Dana
Organisasi-organisasi bantuan, Senin (1/6), menyerukan permohonan bantuan yang mendesak untuk menjalankan misi mereka di Yaman. Mereka menyatakan, karena keterbatasan dana, mereka terpaksa membatasi operasi mereka di negara yang dikoyak perang itu. Sekitar 75 persen program bantuan PBB di Yaman terpaksa diakhiri atau dibatasi. Program Pangan Dunia (WFP) memangkas hingga setengah kontribusinya. Layanan-layanan kesehatan yang didanai PBB dikurangi di 189 dari 369 rumah sakit di berbagai penjuru negara itu.  “Sungguh sulit melihat langsung wajah mereka dan mengatakan, ‘Maaf bantuan pangan untuk kamu bertahan hidup terpaksa kami kurangi hingga setengahnya’,” kata Lisa Grande, koordinator bantuan PBB untuk Yaman. Ia menambahkan, bantuan untuk Yaman seharusnya meningkat mengingat negara itu juga sedang menghadapi wabah virus corona. Penyusutan dana bagi operasi bantuan di Yaman disebabkan beberapa faktor, namun yang paling utama adalah karena gangguan yang ditimbulkan kelompok pemberontak Houthi, yang menguasai ibu kota, Sanaa, dan beberapa wilayah lainnya. Amerika Serikat, salah satu donor terbesar, mengurangi bantuannya ke Yaman sebelumnya tahun ini, dengan alasan adanya campur tangan Houthi. Pada Selasa (2/6), PBB akan menyelenggarakan konferensi untuk meminta bantuan internasional bagi Yaman. Konferensi yang dipimpin bersama oleh Arab Saudi itu akan mengusahakan pengadaan dana sebesar 2,41 miliar dolar untuk menutupi berbagai operasi bantuan penting yang disponsori PBB bagi Yaman dari Juni hingga Desember tahun ini. Banyak pihak mempertanyakan maksud Saudi menggalang bantuan kemanusiaan ini. Negara itu dituding sebagai pemain utama dalam perang saudara di Yaman sejak melancarkan pengeboman pada 2015 untuk memaksa mundur Houthi yang didukung Iran, yang telah menguasai bagian utara Yaman. Apalagi, seperti halnya Houthi, Saudi terus melancarkan perang di Yaman, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Hong Kong: UU Keamanan Beijing Perlu
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Pemimpin Hong Kong telah memberi dukungan kuat kepada UU Keamanan Baru yang diberlakukan Beijing pad...
Anggota Parlemen Afghanistan: Dukungan Rusia untuk Taliban Bukan Rahasia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Beberapa anggota parlemen Afghanistan mengatakan terbinanya kontak erat antara Rusia dengan Taliban ...
Kebakaran Misterius Landa Program Nuklir Iran
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Rincian baru tentang kerusakan pada fasilitas nuklir Iran akibat kebakaran misterius pada Kamis (2/7...
Jumlah Kasus Covid-19 di AS Masih Tertinggi di Dunia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
AS memiliki jumlah orang yang infeksi Covid-19 terbanyak, yaitu 2,8 juta dari lebih 11 juta kasus di...
6 Tewas dan 15 Luka dalam Pemboman di Somalia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Para saksi mata dan pejabat keamanan mengatakan sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari delapan l...
NATO Kirim APD untuk Militer Afghanistan
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Aliansi militer non-tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO)...
Pembangkit Listrik Iran Terbakar
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Media Iran melaporkan kebakaran terjadi di sebuah pembangkit listrik di Iran barat daya pada Sabtu (...
WHO Stop Uji Coba Hidroksiklorokuin, Obat HIV untuk Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada Sabtu (4/7) mengatakan telah menghentikan uji coba obat mala...
WHO: Dunia Catat Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Dunia menyaksikan lonjakan kasus virus corona terbanyak dalam 24 jam Sabtu (4/7) yaitu 212.326, kata...
Rapid Test Jadi Komersial, Perlukah Dihentikan?
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV