Demonstran di AS Dapat Dukungan dari Berbagai Penjuru Dunia
Elshinta
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Demonstran di AS Dapat Dukungan dari Berbagai Penjuru Dunia
VOA Indonesia - Demonstran di AS Dapat Dukungan dari Berbagai Penjuru Dunia
Ribuan orang di Selandia Baru, Senin (1/6) berpawai sebagai unjuk solidaritas dengan pengunjuk rasa di Amerika Serikat yang memprotes kematian George Floyd, lelaki kulit hitam yang tewas di tangan polisi. Demonstran di Auckland berpawai menuju Konsulat AS dan meneriakkan slogan-slogan yang biasa dikemukakan pada protes-protes di Amerika, termasuk “Black Lives Matter” dan “tak ada keadilan, tak ada kedamaian.” Demonstrasi hari Senin (1/6) menyusul unjuk rasa serupa hari Minggu (31/5) di Inggris, Brazil, Kanada dan berbagai negara lainnya. Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di tengah kota London untuk menyuarakan dukungan mereka bagi demonstran di AS yang mengecam perilaku polisi sejak kematian Floyd pekan lalu di Minneapolis, Minnesota. Floyd tewas setelah Derek Chauvin, polisi kulit putih, menindihkan lututnya ke leher Floyd selama lebih dari delapan menit, meskipun Floyd berulang kali mengatakan ia tak dapat bernafas. Demonstran di Denmark berpawai menuju Kedutaan Besar AS di Kopenhagen pada hari Minggu, sembari membawa poster dengan pesan-pesan seperti “Berhenti Membunuh Orang Kulit Hitam.” Di Jerman, demonstran membawa poster-poster bertulisan, “Tangkap Polisi yang Bertanggung jawab,” dan “Siapa yang Harus Dipanggil sewaktu Polisi Membunuh?” Di negara-negara dengan pemerintah yang otoriter, para pejabat mengkritik tindakan polisi, sementara media pemerintah memperlihatkan berbagai demonstrasi dalam konteks pemerintah AS yang mengeluhkan tindakan keras terhadap demonstran di negara-negara lain, seperti perlakuan China terhadap demonstran prodemokrasi di Hong Kong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, Senin (1/6) mengemukakan dalam keterangan pers bahwa kerusuhan itu menunjukkan “parahnya masalah rasisme dan kekerasan polisi di AS.” Ini menyusul komentar Hu Xijin, redaktur surat kabar Global Times yang dikelola Partai Komunis China, yang mengatakan para pejabat AS kini dapat melihat protes-protes itu dari sudut pandang mereka sendiri. “Saya ingin bertanya kepada ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo: Haruskah Beijing mendukung protes-protes AS, seperti ketika Anda memuji-muji para perusuh di Hong Kong?.” Di Iran, di mana pemerintah dalam beberapa tahun ini telah melancarkan penumpasan keras terhadap para demonstran, televisi pemerintah berulang kali menayangkan gambar-gambar mengenai kerusuhan di AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi hari Senin meminta pihak berwenang AS untuk “menghentikan kekerasan terhadap rakyat mereka sendiri dan membiarkan mereka bernafas.” [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV