Kakak George Floyd Minta Kerusuhan Dihentikan, Trump Ancam Kerahkan Militer
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kakak George Floyd Minta Kerusuhan Dihentikan, Trump Ancam Kerahkan Militer
ABC.net.au - Kakak George Floyd Minta Kerusuhan Dihentikan, Trump Ancam Kerahkan Militer

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.

Saudara laki-laki George Floyd, Terrence telah menyerukan agar demo dan kerusuhan atas nama adiknya dihentikan. Ia mengatakan kerusakan yang dilakukan "tidak akan bisa membawa saudara laki-lakinya hidup kembali".

Terrence Floyd membuat pernyataan di Minneapolis, lokasi saat leher George Floyd diinjak dengan kaki oleh petugas polisi bernama Derek Chauvin.

George kemudian tewas karena mengaku tidak bisa bernapas.

"Mari hentikan. Mari kita lakukan ini dengan damai," kata Terrence.

Ia memberikan pernyataan sekaligus meminta agar warga menggunakan suara mereka saat pemilihan umum untuk mengubah keadaan.

"Keluarga kami adalah keluarga yang damai. Kami semua pecinta Tuhan."

"Mari kita lakukan dengan cara lain. Mari kita berhenti mengatakan suara kita tidak penting, dan mulai memberikan suara,"

"Tidak saja memberikan suara untuk pemilihan presiden, juga untuk pemilihan awal, memilih untuk semuanya,"

"Ajari diri sendiri. Jangan menunggu sampai seseorang meminta untuk memilihnya. Ajari diri sendiri dan pilih dengan calon anda sendiri," kata Terrence lagi.

Setelah itu massa yang hadir berteriak "Siapa namanya? George Floyd!" dan "Satu ditahan, ada tiga lagi!"merujuk kepada empat petugas polisi yang terlibat dalam penahanan George Floyd.

Anggota polisi, Derek Chauvin, dikenai tuduhan melakukan pembunuhan, namun para pengunjuk rasa mendesak yang lainnya dikenai dakwaan juga.

Keempat petugas polisi tersebut sebelumnya sudah dipecat.

Tewasnya George adalah kasus pembunuhan

Kematian George Floyd dinyatakan sebagai tindak pembunuhan, demikian kesimpulan dokter resmi yang menyatakan kematian di Hennepin County di Minneapolis.

Laporan resmi yang diterbitkan hari Senin menyebutkan kematian George disebutkan oleh "berhentinya detak jatung ketika sedang ditahan secara fisik oleh petugas polisi".

Pengacara atas nama keluarga Floyd ini meminta agar Derek Chauvin dikenai tuduhan lebih berat, yaitu pembunuhan tingkat pertama dan kepada tiga petugas polisi lainnya.

Sebelumnya, Derek sudah dikenai tuduhan pembunuhan tingkat ketiga.

Presiden Trump ancam kerahkan militer

Kerusuhan dan unjuk rasa yang terus berlanjut membuat Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer, jika gubernur negara bagian tidak bisa menguasai keadaan.

Presiden Trump mengatakan warga memiliki hak untuk melakukan unjuk rasa berkenaan dengan tewasnya George Floy, namun ia mengatakan Amerika Serikat sekarang sedang dikuasai anarkis profesional, massa kekerasan, perusuh, kriminal, Antifa dan yang lainnya.

"Kita tidak bisa mengizinkan hak para pengunjuk rasa damai ini dikalahkan oleh massa yang marah,

"Ini bukan tindakan unjuk rasa damai. Ini adalah tindakan teror domestik."

Presiden Trump mengatakan dia sangat mendesak semua gubernur negara bagian menurunkan National Guards untuk menguasai jalan-jalan di kota mereka.

"Bila sebuah kota atau negara bagian menolak mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan nyawa atau harta milik warga mereka, maka saya akan menurunkan tentara agar dengan cepat menyelesaikan masalah mereka,"

Presiden Trump juga sudah menerapkan jam malam mulai pukul 19:00 di ibukota Washington DC, yang ia sebut sebagai kota yang sudah "dijarah, dirusak, dan properti banyak yang rusak".

Setelah mengadakan jumpa pers di Gedung Putih, Presiden Trump berjalan kaki ke Gereja St Johns yang berada di sebelah Gedung Putih, yang malam sebelumnya dibakar para pengunjuk rasa.

Ketika ditanya pendapatnya ketika berdiri di luar gereja sambil memegang Kitab Suci (Bible), Trump mengatakan "Kita memiliki negara besar, itulah pemikiran saya. Negara terbesar di seluruh dunia".

"Tidak akan diperlukan waktu yang sama untuk melihat apa yang terjadi, ini akan kembali. Ini akan kembali dengan kuat, lebih besar dari sebelumnya."

Sudah lebih dari 5.600 orang ditahan

Kantor berita Associated Press sudah mencatat jumlah penahanan yang terjadi sejak protes dimulai minggu lalu.

Sampai Senin malam waktu setempat, paling sedikit 5.600 orang telah ditahan.

Di Minneapolis, kota dimana George Floyd meninggal, lebih dari 155 orang ditahan.

Penahanan warga banyak terjadi di kota New York, dengan 800 orang ditahan dan lebih dari 900 orang di Los Angeles.

Presiden Trump mengatakan kelompok anti fasis Antifa menjadi pelaku utama kerusuhan.

"Mereka yang mengancam warga yang tidak bersalah, dan merusak properti akan ditahan dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

"Saya ingin memperingatkan kepada para pengorganisir teror ini bahwa anda akan menghadapi hukuman penjara lama. Ini termausk Antifa dan yang lainnya yang menjadi pelaku utama kekerasan."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kisah Seorang Pengungsi Rohingya yang Melarikan Diri dari Indonesia
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Sudah beberapa hari terakhir ratusan aktivis tampak berkumpul di depan sebuah hotel di Kota Brisbane...
Setelah Pandemi Corona Banyak yang Ingin Gabungkan Kerja Dari Rumah dan Kantor
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Di awal tahun 2020, tidak banyak yang membicarakan apakah rumah bisa menjadi tempat kerja. Survei...
Saya Takut: Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Pupus sudah harapan warga Beijing setelah meningkatnya jumlah kasus virus corona padahal dalam 56 ha...
Program Belajar Bahasa Indonesia Untuk Siswa Australia Terancam karena COVID-19
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Larangan berpergian ke luar negeri karena pandemi virus corona telah membuat sedih warga Australia y...
Kekhawatiran Warga Indonesia yang Tinggal di  Hotspot Corona di Melbourne
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Hanya dalam kurang sepekan, penularan virus corona di negara bagian Victoria telah meningkat menjadi...
Alasan Tingginya Kematian Tenaga Kesehatan Indonesia di Tengah Pandemi Corona
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Kematian dr Anang Eka Kurniawan di Surabaya, pekan lalu (19/06) menjadi orang terakhir di keluargany...
66 Persen Orang Australia Tak Percaya Kemampuan Jokowi Tangani Masalah Global
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Meski mayoritas orang Australia menganggap Indonesia sangat penting bagi negaranya, sebanyak 66 pers...
Peningkatan Kasus Corona di Melbourne Tak Hentikan Warganya Pergi ke Sydney
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Seiring dengan meningkatnya kasus corona di negara bagian Victoria dalam sepekan terakhir, beberapa ...
Nenek Australia Tak Lagi Kesepian Setelah Punya Ribuan Follower di Instagram
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Judy Watkins adalah seorang nenek berusia 85 tahun asal kota Hobart, Tasmania, Australia yang memili...
Dunia Akan Lebih Kacau: Australia Belanja Senjata Hingga Rp2.700 Triliun
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB
Australia mengumumkan strategi pertahanan yang lebih agresif untuk mengantisipasi kebangkitan China....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV