Taliban Kecam Laporan PBB Sebagai ‘Pernyataan Fanatik’
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Taliban Kecam Laporan PBB Sebagai ‘Pernyataan Fanatik’
VOA Indonesia - Taliban Kecam Laporan PBB Sebagai ‘Pernyataan Fanatik’
Taliban hari Selasa (2/6) menolak laporan tahunan PBB yang mempertanyakan niat pemberontak Islamis itu mematuhi perjanjian penting dengan Amerika untuk membantu mencari penyelesaian politik bagi perang yang sudah berlangsung hampir 19 tahun di Afghanistan. Pernyataan Taliban yang keras mengatakan temuan PBB itu sebagai "pernyataan tidak berdasar, yang didasari pada intelijen semata, dan mencerminkan fanatisme" terhadap kelompok tersebut.  Tim Pemantau Sanksi PBB dalam laporannya, yang dirilis Senin, menuduh Taliban tidak memutuskan hubungan dengan al-Qaida sebagai bagian dari jaminan menentang kontra terorisme dalam perjanjian tersebut. Penilaian PBB itu, berdasarkan wawancara dengan badan-badan intelijen dan keamanan negara-negara anggota, serta kelompok-kelompok penelitian independen, juga meragukan janji Taliban akan terlibat dalam negosiasi intra-Afghanistan untuk mencapai gencatan senjata permanen di negara yang dilanda konflik itu.  "Secara keseluruhan, laporan [PBB] ini dibuat untuk merusak dan menggagalkan perjanjian AS-IEA untuk mencegah perang berkobar di tanah air kita," demikian Taliban menegaskan dalam pernyataannya, menggunakan akronim untuk pemerintahannya yang digulingkan di Kabul. Kelompok itu bersikeras pihaknya berkomitmen melaksanakan perjanjian perdamaian dan "tidak akan mengizinkan siapa pun untuk menggunakan tanah Afghanistan melawan pihak lain atau mempertahankan kamp pelatihan atau menggunakan Afghanistan untuk menggalang dana melawan pihak lain." Taliban menggambarkan perjanjian dengan AS sebagai "alat penting" untuk mengakhiri perang dan membangun "perdamaian abadi dan keamanan" di Afghanistan. Taliban juga menyangkal kabar keretakan dalam jajaran Taliban, dengan mengatakan mereka "bersatu, bebas dari semua perselisihan dan faksi-faksi." Perjanjian AS-Taliban mewajibkan pasukan Amerika dan pasukan koalisi mundur dari Afghanistan pada pertengahan 2021 dengan jaminan Taliban tidak akan mengizinkan para teroris menggunakan wilayah yang dikuasainya untuk serangan internasional. Penarikan pasukan Amerika sudah dimulai. Taliban juga telah berjanji akan mengadakan pembicaraan dengan perwakilan masyarakat Afghanistan untuk merundingkan perjanjian gencatan senjata dan pembagian kekuasaan yang berkelanjutan di Afghanistan pasca perang. [my/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pejabat Tinggi Intelijen AS Beri Kesaksian di Kongres soal Tuduhan Hadiah Rusia
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Pejabat-pejabat tinggi intelijen Amerika memberikan keterangan kepada para anggota penting Kongres h...
Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, Sedikitnya 160 Tewas
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Sedikitnya 160 pekerja di sebuah tambang batu giok di Myanmar utara hari Kamis meninggal akibat tana...
Tokyo Alami Lonjakan Terbesar Kasus Covid-19 dalam 2 Bulan
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Para pejabat di ibu kota Jepang hari Kamis (2/7) melaporkan 197 kasus baru Covid-19 terkonfirmasi, j...
Fasilitas Nuklir Iran di Natanz Terbakar
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Kebakaran terjadi di fasilitas nuklir Iran di Natanz, Kamis pagi (2/7). Insiden ini tepatnya terjadi...
Tunangan Khashoggi Berharap Pengadilan Turki Ungkap Bukti Baru
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Sebuah pengadilan Turki pada 3 Juli akan memulai persidangan terhadap 20 pejabat Arab Saudi yang did...
Indonesia akan Produksi Sendiri Vaksin Covid-19
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Indonesia akan memproduksi vaksin virus corona untuk memenuhi keperluannya sendiri karena adanya kek...
Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang mela...
Trump Banggakan Kinerja Tangani Covid-19, Jumlah Kasus di AS Terus Melonjak
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Sementara Amerika terus mengalami rekor harian infeksi baru COVID-19, Presiden Amerika Donald Trump ...
Sejken PBB: Covid-19 Tantangan bagi Perdamaian dan Keamanan Global
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan Kamis (2/7) bahwa pandemi virus corona sang...
UU Keamanan Berlaku di Hong Kong, Ratusan Demonstran Ditangkap
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Sekitar 370 demonstran ditangkap di Hong Kong pada Rabu setelah ribuan memrotes Undang-Undang (UU) K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV