Bangladesh Kukuhkan Kematian Pertama Pengungsi Rohingya karena COVID-19
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bangladesh Kukuhkan Kematian Pertama Pengungsi Rohingya karena COVID-19
VOA Indonesia - Bangladesh Kukuhkan Kematian Pertama Pengungsi Rohingya karena COVID-19
Bangladesh telah mengukuhkan kematian pertama karena virus corona di antara hampir satu juta orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di negara itu. Pejabat kesehatan Bangladesh Toha Bhuiyan mengatakan kepada wartawan bahwa orang tersebut adalah lelaki berusia 71 tahun yang meninggal hari Sabtu di sebuah pusat isolasi di Cox’s Bazar. Lelaki itu termasuk di antara 29 pengungsi Rohingya yang hasil tesnya menunjukkan ia positif terjangkit COVID-19 dalam beberapa pekan ini. Pemerintah Bangladesh dan berbagai organisasi bantuan telah mendirikan beberapa pusat isolasi untuk merawat pasien virus corona. Sejumlah organisasi kemanusiaan telah berpekan-pekan memperingatkan mengenai potensi wabah besar di kalangan pengungsi, yang tinggal berdesakan tanpa mampu menjaga jarak aman. Lebih dari 700.000 Rohingya tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar di perbatasan dengan Myanmar. Mereka melarikan diri ke negara tetangga Myanmar itu untuk menghindari kampanye militer bumi hangus yang brutal terhadap mereka pada tahun 2017/. PBB menyebut aksi tersebut sebagai pembersihan etnis, yang melibatkan pemerkosaan massal, pembunuhan dan pembakaran rumah-rumah. Myanmar yang mayoritas penduduknya penganut Buddha tidak mengakui Rohingya sebagai warga negaranya, meskipun mereka telah tinggal di negara itu selama beberapa generasi. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Pusat dan Jawa Timur Fokuskan Penurunan Angka Kasus Corona
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kasus corona di Jawa Timur, yang menempati urutan te...
Sidang Mantan Penjaga Kamp Nazi di Jerman Hampir Berakhir
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Argumen-argumen penutup akan dikemukakan, Senin (6/7), dalam sidang pengadilan terhadap seorang mant...
Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi, Ditahan di Beijing
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi J...
India, China Mulai Tarik Pasukan di Galwan
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
India dan China mulai menarik pasukan mereka di Lembah Galwan di bagian timur Ladakh, di mana bentro...
India Kini Miliki Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi Ke-3 di Dunia
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
India melaporkan lebih dari 23.000 kasus baru virus corona, Senin (6/7) sehingga secara resmi mengge...
Pakistan Luncurkan Ventilator Produksi Lokal Pertama
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Pakistan telah meluncurkan ventilator-ventilator produksi lokal pertama untuk ditempatkan di rumah-r...
Kasus Covid Melonjak, Dunia Kesulitan Buka Perekonomian
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Sementara kasus virus corona di seluruh dunia mendekati 11,5 juta, banyak negara di seluruh dunia me...
Pembebasan Tawanan Taliban Ditangguhkan, Bisa Ganggu Perundingan Intra-Afghanistan
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah Afghanistan pada Senin (6/7) mengumumkan tidak akan membebaskan 600 tawanan dari daftar 5...
Pemimpin Gereja Rusia: Seruan Ubah Hagia Sophia jadi Masjid, Ancam Peradaban Kristen
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Senin (6/7) mengatakan bahwa seruan untuk mengubah ...
Australia Pertimbangkan Tampung Demonstran Hong Kong
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Australia sedang mempertimbangkan untuk memberi visa kepada penduduk Hong Kong. Tawaran diberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV