Badan Bantuan IRC: Afghanistan di Ambang Bencana
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Badan Bantuan IRC: Afghanistan di Ambang Bencana
VOA Indonesia - Badan Bantuan IRC: Afghanistan di Ambang Bencana
Organisasi bantuan internasional terkemuka memperingatkan, Afghanistan berada di ambang bencana kemanusiaan karena pemerintah tidak bisa menguji setidaknya 80 persen kemungkinan kasus virus corona. Komite Penyelamatan Internasional (IRC) mengatakan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, dengan cepat menyebar tanpa terdeteksi di seluruh Afghanistan. IRC mengatakan jumlah kasus baru yang dikonfirmasi naik hampir tujuh kali lipat pada bulan Mei, tetapi kapasitas tes yang sangat rendah di negara itu berarti banyak orang tidak menjalani tes. Vicki Aken, direktur IRC untuk Afghanistan mengatakan ada banyak kekhawatiran tentang penyebaran virus di Afghanistan, termasuk kurangnya pengujian. Secara resmi, negara ini memiliki sekitar 16.400 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan lebih dari 270 kematian. Aken mengatakan ini merupakan defisit pelaporan dari kejadian yang sebenarnya. Pada minggu-minggu awal pandemi, banyak pasien yang diduga terjangkit virus ditolak ketika berniat untuk dites dan banyak yang dites diberitahu hasilnya hilang. Perlu berminggu-minggu bagi staf perawat kesehatan untuk mendapatkan alat pelindung yang cukup, membuat mereka takut untuk merawat pasien. IRC meminta komunitas internasional untuk bekerja sama dengan Afghanistan untuk meningkatkan kapasitas pengujiannya dan meningkatkan dukungan langsung bagi para responden di garis depan seperti IRC. [my/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkes Inggris Bela PM Johnson soal Layanan Perawatan Lansia
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Selasa (7/7) membela pernyataan Perdana Menteri Boris Johnso...
Dapatkah Masyarakat Eropa Tangani Lonjakan Kasus Covid-19?
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Amerika Serikat bukan satu-satunya negara yang cemas dengan meningkatnya infeksi virus corona. Ing...
Kementerian Agama Minta Pesantren Jangan Dulu Mulai Proses Belajar Mengajar
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Kementerian Agama meminta kepada semua pesantren di Indonesia untuk menunda dulu kegiatan belajar me...
Para Ahli WHO Akui Covid-19 Dapat Menyebar Lewat Udara
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (7/7) mengakui semakin banyak bukti bahwa virus c...
FBI: China Punya Kepentingan dalam Pemilu AS
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Kepala FBI, Selasa (7/7) mengatakan, China punya kepentingan dalam Pemilu AS sebagai bagian dari ope...
Tolak Penggunaan Masker, Presiden Brazil Bolsonaro Positif Corona
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Setelah berbulan-bulan menganggap remeh bahaya yang bisa diakibatkan virus corona, Presiden Brazil J...
Kelompok HAM Internasional Serukan Perlindungan Minoritas Hindu di Pakistan
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Pemerintah Pakistan harus melindungi hak-hak minoritas Hindu di negara itu, kata Amnesty Internation...
Kasus Covid-19 Tinggi, Arab Saudi Batasi Haji 
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Arab Saudi menjadi salah satu negara dengan tingkat infeksi virus corona tertinggi di Timur Tengah, ...
AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari...
Jenderal AS Ragu Taliban yang Dibayar Rusia Penyebab Tewasnya Tentara AS
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:46 WIB
Jenderal senior AS untuk Timur Tengah, Selasa (7/7),  mengatakan intelijen yang mengatakan Rusia mu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV