Covid-19, politisasi masker, dan sikap terbaru Trump: 'Saya sepenuhnya dukung pemakaian masker'
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Covid-19, politisasi masker, dan sikap terbaru Trump: 'Saya sepenuhnya dukung pemakaian masker'
BBC - Covid-19, politisasi masker, dan sikap terbaru Trump: 'Saya sepenuhnya dukung pemakaian masker'
Presiden Trump, covid-19, masker, virus corona Hak atas foto Reuters

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sejak lama menentang penggunaan masker di tempat umum, mengatakan bahwa ia 'sepenuhnya mendukung pemakaian masker' dan masker membuatnya terlihat seperti karakter Lone Ranger.

Padahal, pada April lalu, Trump berkeras menolak memakai masker. "Saya rasa saya tidak akan melakukannya," katanya saat itu. "Mengenakan masker saat saya menyapa presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu - saya hanya tidak bisa membayangkannya.

Trump juga menyatakan bahwa masker tidak perlu menjadi kewajiban untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Trump kembali memperkirakan infeksi akan "menghilang," walau AS mencapai rekor kasus Covid-19 harian tertinggi dengan 52.000 kasus.

Pernyataannya kepada Fox News muncul sehari setelah seorang Republikan terkemuka meminta Trump untuk memakai masker sebagai contoh bagi masyarakat.

AS kini mencatat hampir 2,7 juta kasus positif Covid-19 dan lebih dari 128.000 kasus kematian, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak pandemi tersebut.

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pendukung Trump di Phoenix, Arizona, 23 Juni lalu.

Apa pernyataan Presiden Trump?

Berbicara kepada Fox Business Network pada Rabu (01/07), Trump berkata: "Saya sepenuhnya mendukung pemakaian masker."

Ketika ditanya apakah dia akan mengenakan masker, presiden berkata: "Jika saya berada dalam situasi yang padat bersama orang-orang lain, saya pasti akan mengenakannya." Dia menambahkan bahwa orang-orang sebelumnya telah melihat dirinya memakai masker.

Trump mengatakan ia akan "tidak punya masalah" dengan mengenakan masker di depan umum dan ia "agak suka" penampilan dirinya saat memakai masker. Trump bahkan menyamakan dirinya dengan Lone Ranger, seorang pahlawan fiktif bertopeng,

Tetapi Trump menegaskan bahwa pemakaian masker tidak perlu diwajibkan di seluruh AS, karena ada "banyak tempat di negara di mana orang tinggal dengan jarak yang sangat jauh".

"Jika orang merasa senang dengan itu, mereka harus melakukannya."

Trump juga ditanyai dalam wawancara dengan Fox Business pada hari Rabu apakah ia masih yakin virus corona suatu hari akan hilang.

"Ya," katanya. "Ya. Ya tentu. Pada titik tertentu."

Ketika Trump menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan pada 3 Juli di Mount Rushmore, para pendukung Trump yang hadir tidak akan dipaksa untuk mengenakan masker menjaga jarak.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pengacara pribadi Donald Trump, Rudolph Giuliani, memakai masker saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, 1 Juli.

Pernyataan Trump sebelumnya mengenai masker

Pada April lalu, ketika Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) mulai merekomendasikan agar masyarakat mengenakan masker atau kain penutup di depan umum untuk membantu menghentikan penyebaran virus, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak akan mengikuti praktik tersebut.

"Saya rasa saya tidak akan melakukannya," katanya saat itu. "Mengenakan masker saat saya menyapa presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu - saya hanya tidak bisa membayangkannya."

Namun Trump berulang kali menekankan bahwa memilih untuk mengikuti panduan kesehatan resmi seputar masker adalah keputusan pribadi.

Bulan lalu, dia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa beberapa orang hanya mengenakan masker sebagai pernyataan politik terhadapnya.

Pada Mei, selama kunjungan ke sebuah pabrik di Michigan, ia mengatakan kepada wartawan bahwa ia melepas masker sebelum menghadap kamera karena ia "tidak ingin memberi kesenangan kepada pers saat melihatnya".

Gedung Putih telah membela pilihan presiden dengan mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengannya sering dites Covid-19. Begitu pula dengan Trump.

Putri presiden dan penasihat senior, Ivanka Trump, juga terlihat mengenakan masker di depan umum.

Sebuah jajak pendapat ABC News/Ipsos menemukan bahwa pada minggu lalu, 89% orang Amerika mengatakan mereka mengenakan masker atau penutup wajah di luar rumah dalam pekan terakhir - data ini naik 20 poin dari pertengahan April.

Hak atas foto Reuters
Image caption Trump tampil dalam acara kampanyenya yang pertama jelang pemilihan presiden di Tulsa, Oklahoma, Juni lalu. Dalam acara itu, para pendukungnya banyak yang tidak memakai masker.

Apa yang dikatakan para politisi?

Trump sering dikritik Partai Demokrat karena meremehkan pemakaian masker dan mempolitisasi ide tersebut.

Tetapi baru-baru ini, rekan-rekan presiden dari Partai Republik dan media konservatif telah bergabung dalam gerakan yang mendukung pemakaian masker.

Mereka termasuk Wakil Presiden Mike Pence, yang memimpin satuan tugas Covid-19 AS, pemimpin Senat Republik Mitch McConnell, Senator Mitt Romney, dan anggota Kongres, Liz Cheney.

Pada Selasa, Senator Republik dari Tennessee, Lamar Alexander, mengatakan, sangat disayangkan bahwa "praktik sederhana yang menyelamatkan nyawa ini telah menjadi bagian dari perdebatan politik yang mengatakan 'jika Anda pendukung Trump, Anda tidak mengenakan masker; jika Anda menentang Trump, Anda mengenakan masker".

Pada hari yang sama, Kepala Institut Penelitian Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa kasus-kasus baru Amerika dapat mencapai 100.000 per hari, dan tidak cukup warga Amerika mengenakan masker atau menjaga jarak sosial.

Lonjakan Covid-19 baru-baru ini telah menyebabkan sejumlah negara berbalik atau menghentikan rencana pembukaan kembali. Sekitar 20 negara telah mengamanatkan pemakaian masker di tempat umum.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV