Peningkatan Kasus Corona di Melbourne Tak Hentikan Warganya Pergi ke Sydney
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Peningkatan Kasus Corona di Melbourne Tak Hentikan Warganya Pergi ke Sydney
ABC.net.au - Peningkatan Kasus Corona di Melbourne Tak Hentikan Warganya Pergi ke Sydney

Seiring dengan meningkatnya kasus corona di negara bagian Victoria dalam sepekan terakhir, beberapa negara bagian lain di Australia mulai menyerukan agar warga Victoria tidak berkunjung ke negara bagian mereka.

  • Rute Sydney-Melbourne adalah salah satu paling sibuk di dunia sebelum pandemi corona
  • Beberapa warga Victoria masih bepergian walau ada peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir
  • Jumlah penerbangan tahun ini di bulan Mei turun 97,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Namun tetap saja beberapa warga Melbourne berangkat ke Sydney, seperti yang ditemui oleh ABC.

Mereka mengaku merasa aman untuk bepergian dan tidak akan mengubah jadwal perjalanan mereka.

Kepala Negara Bagian New South Wales (NSW), Premier Gladys Berejiklian mengatakan warga Victoria yang tinggal di wilayah hotspots virus corona di pinggiran Melbourne sebaiknya tidak berkunjung ke Sydney.

Ia bahkan telah mendesak agar pemilik akomodasi di NSW untuk tidak menerima tamu dari Victoria yang mau menginap.

Premier Berejeklian juga menyarankan kepada warga Sydney untuk berpikir kembali bila ingin bepergian ke Melbourne saat ini.

"Kami merekomendasikan agar warga Sydney untuk tidak mengunjungi Melbourne saat ini," kata Premier Berejiklian kepada ABC, Rabu pagi (24/06).

"Ini seperti pengingat yang penting bahwa betapa bahayanya penyakit ini, dan betapa cepatnya menyebar."

Meski ada seruan tersebut, Premier Berejiklian mengatakan ia tidak berniat untuk menutup perbatasan antara NSW dan Victoria.

Warga asal Melbourne Yu Zhao Zhang tiba di Sydney, Selasa kemarin, lengkap menggunakan pakaian perlindungan diri dari kepala sampai kaki.

Dia mengatakan resiko penularan COVID-19 di Victoria meningkat, namun dia tidak mau membatalkan rencana perjalanannya ke Sydney.

"Saya melihat adanya peringatan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan, namun saya sudah membeli tiket saya," katanya.

Dia mengatakan bila ada hotel yang menolak menerimanya karena dia berasal dari Melbourne, ia akan tinggal di rumah temannya.

Sementara Rob Langton akan mengunjungi Sydney sehari saja, karena pekerjaannya di industri perumahan.

Sebelum pandemi, dia bepergian dari Melbourne ke Sydney, atau Brisbane, paling tidak sekali dalam seminggu.

Setelah tiga bulan tidak bepergian, perjalanan bisnisnya ke Sydney dimulai lagi pekan lalu.

"Kami harus ke sini sebelum ada perubahan berkenaan perbatasan Victoria dan New South Wales," katanya.

Mahasiswa asal Melburne yang juga ke Sydney, Taiping Ning, mengatakan di kursi pesawat pada penerbangan hari Selasa kemarin kosong.

Ning memutuskan tetap melakukan perjalanan ke Sydney karena mengunjungi ibu dan saudara laki-lakinya.

"Saya harus mengunjungi ibu saya karena saya sedang liburan, dan sebulan lagi, saya harus kembali kuliah dan tidak akan punya waktu."

Warga juga sudah melakukan tindak berjaga-jaga

Warga Victoria yang belum bepergian pun mengatakan tetap akan pergi ke New South Wales, tapi sudah berjaga-jaga.

Hayley Thrupp aslinya berasal dari Sydney namun sekarang tinggal di pusat kota Melbourne dan bekerja di sektor hukum.

Ia belum bertemu dengan orang tuanya yang tinggal di Penrith, Sydney Barat sejak Natal lalu.

Pekan lalu ia memesan tiket ke Sydney untuk penerbangan tanggal 6 Juli dengan menggunakan maskapai Jetstar.

Hayley mengatakan ia tidak tinggal di kawasan yang saat ini masuk dalam kategori hotspot dan sudah melakukan karantina sendiri di rumah selama 2 minggu, sebelum bepergian dan berjaga-jaga.

Ketika tiba di Sydney, ia hanya akan tinggal di rumah orang tuanya saja.

"Saya sudah memantau berita dalam beberapa hari terakhir untuk melihat apakah ada penutupan perbatasan."

Rute Melbourne-Sydney paling padat di Australia

Rute penerbangan Melbourne-Sydney adalah salah satu penerbangan paling padat di dunia.

Itu adalah rute kedua terpopuler di dunia dengan 54.102 penerbangan setiap tahunnya.

Lebih dari 9 juta orang melakukan perjalanan melewati rute ini.

Angka terbaru di bulan Mei di Bandara Sydney menunjukkan angka penerbangan domestik turun 97,2 persen dibandingkan bulan Mei 2019.

Tahun lalu ada lebih dari dua juta orang yang terbang di bulan Mei, namun di tahun 2020 hanya 62 ribu orang.

Secara keseluruhan, penerbangan domestik di Australia turun 49,2 persen.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kita Siap Begitu Vaksin Tersedia: Australia Persiapkan Rencana Vaksinisasi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejumlah negara di dunia berlomba untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Pemerintah...
Kondisi Pekerja Indonesia di Pabrik Daging yang Pernah Jadi Klaster COVID Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pabrik daging merupakan salah satu sumber penularan COVID-19 atau klaster tempat kerja terbesar di V...
Mungkinkah Pemegang WHV Jadi Warga Asing yang Diprioritaskan Masuk Australia?
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sekitar 150 orang backpackers kemungkinan akan diizinkan ke Australia dengan pengaturan khusus untuk...
Veronica Koman: Membela HAM Warga Papua Adalah Bentuk Pengabdian, Bukan Perlawanan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pengacara hak asasi manusia Veronica Koman diminta mengembalikan uang beasiswa yang diterimanya dari...
Bank Syariah Pertama di Australia Direncanakan Beroperasi Tahun Depan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Upaya memperkenalkan bank syariah pertama di Australia sedang berlangsung saat ini dan diharapkan bi...
Angka Penularan di Melbourne Turun Dalam Sehari, Terendah Dalam Tiga Pekan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Hari Kamis (13/08), negara bagian Victoria mencatat 278 penularan baru dalam 24 jam terakhir, sement...
Sulitnya Cari Kerja di Australia, Suzanna Asal Bandung Sudah Lamar 80 Pekerjaan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejak pertengahan Februari lalu, Suzanna Martanti sudah mencoba melamar hampir 80 pekerjaan. Bahkan ...
Lamanya Pengurusan dan Pembatasan Jumlah Visa Pasangan di Australia Dikritik
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Kritikan terhadap lamanya proses pengurusan visa pasangan untuk menetap di Australia semakin banyak,...
Melihat Sepinya Kuta Bali di Masa Pandemi COVID-19 Melalui Bidikan Fotografer Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pulau Bali sudah kembali dibuka untuk wisatawan lokal mulai 31 Juli. Sambil menunggu apakah keadaan ...
Sidang Vonis Terdakwa Teroris Masjid di Selandia Baru Tak Disiarkan Langsung
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sidang vonis terdakwa teroris Brenton Tarrant yang dijadwalkan berlangsung 24 Agustus, tidak boleh d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV