66 Persen Orang Australia Tak Percaya Kemampuan Jokowi Tangani Masalah Global
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:14 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
66 Persen Orang Australia Tak Percaya Kemampuan Jokowi Tangani Masalah Global
ABC.net.au - 66 Persen Orang Australia Tak Percaya Kemampuan Jokowi Tangani Masalah Global

Meski mayoritas orang Australia menganggap Indonesia sangat penting bagi negaranya, sebanyak 66 persen mengaku tidak atau kurang percaya pada kemampuan Presiden Joko Widodo dalam menangani masalah global.

  • 95 persen orang di Australia menganggap Indonesia sangat penting bagi negaranya
  • Tapi orang di Australia ragukan kemampuan Presiden Jokowi dalam menangani isu global. seperti pandemi COVID-19
  • Sudah 16 tahun Lowy Institute melakukan survei untuk mengetahui persepsi orang Australia terhadap isu global

Demikian hasil survei yang dirilis lembaga pemikir ternama Australia, Lowy Institute, pekan ini, yang melibatkan 2.448 responden.

Tingkat kepercayaan orang Australia ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, dimana hanya sepertiga orang Australia percaya pada kepemimpinan Jokowi.

Laporan tahunan dari Lowy Institute sudah dilakukan selama 16 tahun terakhir dengan tema yang sama, yatu persepsi orang Australia terhadap permasalahan dunia.

Survei dilakukan pada akhir Maret 2020 ketika pandemi COVID-19 sedang merebak di berbagai negara termasuk di Australia dan Indonesia.

Natasha Kassam dari Lowy Institue menjelaskan survei menangkap adanya sentimen suram di kalangan warga Australia terhadap kondisi dunia dewasa ini.

"Hal ini tak begitu mengejutkan mengingat adanya pandemi COVID-19 dan resesi yang dialami Australia untuk pertama kalinya dalam 29 tahun," katanya kepada Melissa Clarke dari ABC News.

Survei kali ini semakin memperkuat persepsi bahwa kebanyakan orang Australia tidak mengetahui dan kurang percaya terhadap tetangganya, Indonesia.

Hanya 39% orang Australia, misalnya, yang mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi.

Tingkat kepercayaan orang Australia bahwa Indonesia akan bertanggung jawab terhadap permasalahan dunia juga menurun tajam, hanya 36 persen, dibandingkan 52 persen pada tahun 2017.

Dibandingkan dengan pemimpin negara lainnya, persepsi orang Australia terhadap Presiden Jokowi masih lebih tinggi, misalnya dengan Presiden China Xi Jinping yang hanya mencapai 22 persen serta Presiden AS Donald Trump 30 persen.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menempati posisi teratas yaiftu 87 persen, disusul PM Jepang Shinzo Abe 73 persen.

Sementara tingkat kepercayaan orang Australia kepada Perdana Menterinya sendiri, yakni Scott Morrison sebesar 60 persen.

Khusus untuk tema Indonesia, survei Lowy Institute sudah melakukannya sejak 15 tahun lalu.

Hasilnya secara konsisten menunjukkan kurangnya pengetahuan orang Australia mengenai Indonesia termasuk sistem pemerintahannya.

Pada tahun 2019, mayoritas orang Australia (61 persen) menyatakan "Australia menangani hubungan dengan Indonesia secara baik".

Secara umum, orang Australia masih memandang AS sebagai sekutu penting terutama dalam bidang keamanan.

Tapi hanya sedikit yang percaya pada kemampuan Presiden Trump menanangi isu-isu dunia.

"Orang Australia tetap skeptis pada Presiden Trump dengan kebijakannya yang mendahulukan Amerika," kata Natasha Kassam.

Hanya sekitar 50 persen responden yang merasa aman dengan berbagai kejadian di dunia saat ini, turun tajam dibandingkan dua lalu yang mencapai 80 persen.

Jika pada tahun sebelumnya isu mengenai perubahan iklim mendominasi perhatian orang Australia, maka tahun ini orang Australia lebih khawatir soal isu kekeringan, pandemi virus corona, serta anjloknya perekonomian.

Ikuti informasi terbaru dari Australia di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kita Siap Begitu Vaksin Tersedia: Australia Persiapkan Rencana Vaksinisasi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejumlah negara di dunia berlomba untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Pemerintah...
Kondisi Pekerja Indonesia di Pabrik Daging yang Pernah Jadi Klaster COVID Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pabrik daging merupakan salah satu sumber penularan COVID-19 atau klaster tempat kerja terbesar di V...
Mungkinkah Pemegang WHV Jadi Warga Asing yang Diprioritaskan Masuk Australia?
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sekitar 150 orang backpackers kemungkinan akan diizinkan ke Australia dengan pengaturan khusus untuk...
Veronica Koman: Membela HAM Warga Papua Adalah Bentuk Pengabdian, Bukan Perlawanan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pengacara hak asasi manusia Veronica Koman diminta mengembalikan uang beasiswa yang diterimanya dari...
Bank Syariah Pertama di Australia Direncanakan Beroperasi Tahun Depan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Upaya memperkenalkan bank syariah pertama di Australia sedang berlangsung saat ini dan diharapkan bi...
Angka Penularan di Melbourne Turun Dalam Sehari, Terendah Dalam Tiga Pekan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Hari Kamis (13/08), negara bagian Victoria mencatat 278 penularan baru dalam 24 jam terakhir, sement...
Sulitnya Cari Kerja di Australia, Suzanna Asal Bandung Sudah Lamar 80 Pekerjaan
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sejak pertengahan Februari lalu, Suzanna Martanti sudah mencoba melamar hampir 80 pekerjaan. Bahkan ...
Lamanya Pengurusan dan Pembatasan Jumlah Visa Pasangan di Australia Dikritik
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Kritikan terhadap lamanya proses pengurusan visa pasangan untuk menetap di Australia semakin banyak,...
Melihat Sepinya Kuta Bali di Masa Pandemi COVID-19 Melalui Bidikan Fotografer Australia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Pulau Bali sudah kembali dibuka untuk wisatawan lokal mulai 31 Juli. Sambil menunggu apakah keadaan ...
Sidang Vonis Terdakwa Teroris Masjid di Selandia Baru Tak Disiarkan Langsung
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:54 WIB
Sidang vonis terdakwa teroris Brenton Tarrant yang dijadwalkan berlangsung 24 Agustus, tidak boleh d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV